Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK PADA TEKS PIDATO KLAIM KEMENANGAN PILPRES 2019 Eka Yanti, Ni Putu Dewi; Putrayasa, Ida Bagus; Artika, I Wayan
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.44 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v3i3.21846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur dalam teks pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto menurut kajian van Dijk, dan (2) karakteristik AWK dalam pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan AWK model van Dijk. Data berupa teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan AWK van Dijk. Subjek dalam penelitian ini teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dan objek penelitian adalah struktur dan karakteristik AWK model van Dijk. Data tentang struktur mikro teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Data tentang struktur dan karakteristik dalam  teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Seluruh data dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik deskritif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan analisis struktur dalam teks pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto menurut kajian van Dijk, menunjukkan bahwa pada kedua teks pidato tersebut telah sejalan dengan tiga struktur wacana van Dijk (struktur makro, supra, dan mikro). Kata kunci: Analisis Wacana Kritis (AWK), Van Dijk, Teks Pidato
Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada Teks Pidato Klaim Kemenangan Pilpres 2019 Eka Yanti, Ni Putu Dewi; Putrayasa, Ida Bagus; Artika, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v3i3.21846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur dalam teks pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto menurut kajian van Dijk, dan (2) karakteristik AWK dalam pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan AWK model van Dijk. Data berupa teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan AWK van Dijk. Subjek dalam penelitian ini teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dan objek penelitian adalah struktur dan karakteristik AWK model van Dijk. Data tentang struktur mikro teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Data tentang struktur dan karakteristik dalam  teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Seluruh data dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik deskritif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan analisis struktur dalam teks pidato klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto menurut kajian van Dijk, menunjukkan bahwa pada kedua teks pidato tersebut telah sejalan dengan tiga struktur wacana van Dijk (struktur makro, supra, dan mikro). Kata kunci: Analisis Wacana Kritis (AWK), Van Dijk, Teks Pidato
Jembrana Regency's Lively Festival As A Representation Of Local Arts, Culture And Tourism In Commemoration Of The 130th Anniversary Of The City Of Negara Murtono, Putu Agus; Dwi Rahayu, Ni Made Yeni; Eka Yanti, Ni Putu Dewi
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 8 No 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.312

Abstract

The Jembrana Regency Semarak Festival, held to commemorate the 130th anniversary of Negara City, serves as an important platform for showcasing traditional arts, strengthening local identity, and encouraging the development of culture-based tourism. This study aims to analyze the festival's role in representing the arts and culture of the Jembrana community and its role in strengthening local tourism. A qualitative method was used, with interviews conducted with ten informants from the committee, artists, MSMEs, community leaders, and tourists. The data obtained were analyzed through stages of reduction, presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive picture of the festival's meaning. The results show that the festival plays a role in preserving traditional arts through performances of Jegog, a traditional dance, and Makepung, a symbol of regional identity. Community involvement significantly contributes to maintaining the continuity of traditions while demonstrating a sense of ownership of local culture. Artistic innovation combined with modern elements also provides space for traditions to remain relevant amidst changing times. Furthermore, the festival offers educational value by involving the younger generation in the cultural heritage process. From a tourism perspective, the Semarak Festival has a positive impact on strengthening the destination's image and improving the local economy. Craft exhibitions, culinary bazaars, and the involvement of MSMEs open up new market opportunities while enriching the tourist experience. The 130th anniversary of Kota Negara adds a historical dimension that reinforces the festival's value, giving it the potential to expand the promotion of culture-based tourism at the local and regional levels. The implications of this research lie in the importance of integrating arts and culture with tourism development strategies, which can serve as a reference in designing similar festival models in other regions.