KHB, Moh Aniq
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Teacher's Readiness For 2013 Curriculum Thematic Learning in SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara Rahmawati, Zuli Agustin; KHB, Moh Aniq; Endah H, Diana
Journal of Education Research and Evaluation Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.678 KB) | DOI: 10.23887/jere.v3i2.20980

Abstract

This research was motivated by the readiness of teachers in the implementation of the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The problem in the research is "how is the readiness of the teacher towards the implementation of the 2013 curriculum thematic learning in class I to IV SDN 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara?". The purpose to be achieved in this study is to describe the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The method in this study is descriptive research that uses a qualitative approach, the subjects in this study were principals and teachers of Public Elementary School 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The data in the research are all related instruments about the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. Sources of data obtained through questionnaires, observation, interviews and documentation. Checking data by extending observations, increasing perseverance, triangulating data, peers, holding member checks. while the data analysis techniques go through the stages of data reduction, data presentation, and verification / conclusion. The results of this study indicate that according to the observations I made to different teachers and classes 5 respondents were ready to carry out the 2013 curriculum thematic learning which can be seen from the range of scores that I have analyzed, namely 5 respondents get a range of scores A (Very Good) with scores between 90 ? A? 100 from the process of implementing learning and learning instruments. Become a researcher through observasil results from the assessment of learning devices and learning implementation instruments. This is to measure the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. Based on the results of this study, the suggestions that can be conveyed are that teachers are more able to increase the creativity of thematic learning with more challenging and maximum readiness in the 2013 curriculum thematic learning process so that it can run well. 
Implementasi Metode Modelling The Way dengan Permainan Mathchess untuk Meningkatkan Keterampilan Perkalian Riananda, Dhika Mila; Subekti, Ervina Eka; KHB, Moh Aniq
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.406 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21766

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode modelling the way dengan permainan mathchess dapat meningkatkan keterampilan perkalian siswa kelas II SD Tambakrejo 03 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre-Experiment Desaign dengan desain One Group Pretest-Posttest . Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas II SD Tambakrejo 03 Semarang. Sampel yang diambil adalah 22 siswa kelas II dengan teknik Probability Sampling berbentuk sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai uji normalitas akhir atau posttest (93,18) lebih besar dari hasil uji normalitas awal atau pretest (64,77) serta berdasarkan hasil uji-t satu pihak diketahui thitung lebih dari ttabel (10,437 > 1,721). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif pada implementasi metode modelling the way dengan permainan mathchess dapat meningkatkan keterampilan perkalian siswa kelas II SD Tambakrejo 03 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya metode modelling the way dengan permainan mathchess dapat digunakan sebagai alternatif guru dalam mengajar pembelajaran matematika di kelas.      Kata Kunci: Metode Modelling The Way, Mathchess, Keterampilan Perkalian. 
Analysis of Teacher's Readiness for 2013 Curriculum Thematic Learning in SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara Rahmawati, Zuli Agustin; KHB, Moh Aniq; Endah H, Diana
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 3 No 2 (2019): May
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.678 KB) | DOI: 10.23887/jere.v3i2.20980

Abstract

This research was motivated by the readiness of teachers in the implementation of the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The problem in the research is "how is the readiness of the teacher towards the implementation of the 2013 curriculum thematic learning in class I to IV SDN 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara?". The purpose to be achieved in this study is to describe the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The method in this study is descriptive research that uses a qualitative approach, the subjects in this study were principals and teachers of Public Elementary School 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. The data in the research are all related instruments about the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. Sources of data obtained through questionnaires, observation, interviews and documentation. Checking data by extending observations, increasing perseverance, triangulating data, peers, holding member checks. while the data analysis techniques go through the stages of data reduction, data presentation, and verification / conclusion. The results of this study indicate that according to the observations I made to different teachers and classes 5 respondents were ready to carry out the 2013 curriculum thematic learning which can be seen from the range of scores that I have analyzed, namely 5 respondents get a range of scores A (Very Good) with scores between 90 ≤ A≤ 100 from the process of implementing learning and learning instruments. Become a researcher through observasil results from the assessment of learning devices and learning implementation instruments. This is to measure the readiness of teachers in the 2013 curriculum thematic learning at SD Negeri 04 Kriyan Kalinyamatan Jepara. Based on the results of this study, the suggestions that can be conveyed are that teachers are more able to increase the creativity of thematic learning with more challenging and maximum readiness in the 2013 curriculum thematic learning process so that it can run well. 
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TUSUK KASAR DENGAN METODE SILABA PADA MATERI BAHASA INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA DI KELAS 1 SD NEGERI LEBO 02 BATANG Rifka, Milatur; Mushafanah, Qoriati; KHB, Moh Aniq
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 15, No 2 (2025): Malih Peddas, Volume 15, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v15i2.26815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tusuk kasar dengan metode silaba terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di SD Negeri Lebo 02 Batang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan kurang menarik bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri Lebo 02 Batang tahun ajaran 2024/2025 yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan membaca permulaan. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca permulaan siswa yang menggunakan media tusuk kasar dengan metode silaba dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.Media dan metode yang tepat dapat menjadikan proses belajar lebih menarik, terstruktur, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas awal, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar secara efektif.
ANALISIS PELAFALAN DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS 1A DI SDN PALEBON 01 KOTA SEMARANG Alvionita, Gloria; KHB, Moh Aniq; Untari, Mei Fita Asri
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 15, No 2 (2025): Malih Peddas, Volume 15, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v15i2.26701

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ada peserta didik yang mengalami  kesulitan dalam mengenal huruf, mengeja huruf, dan melafalkan huruf atau suatu tulisan, dan ketika membaca masih terbata-bata. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana bentuk pelafalan dan kemampuan peserta didik kelas 1A SDN Palebon 01 Kota Semarang dalam membaca permulaan. 2) Bagaimana kemampuan peserta didik kelas 1A SDN Palebon 01 Kota Semarang dalam pelafalan saat membaca permulaan.  Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelafalan dan kemampuan peserta didik dalam membaca permulaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif . Lokasi penelitian ini di SDN Palebon 01 Kota Semarang. Pengumpulan data dalam penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam melafalkan sebuah huruf, suku kata, kata, dan kalimat dengan benar. Pada pelafalan huruf konsonan, rata-rata peserta didik mengalami kesalahan pelalafalan pada huruf “v” dengan jumlah 8 macam kesalahan pelafalan. Pada pelafalan suku kata, rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan suku kata yang berawalan huruf “x” dengan jumlah 76 macam kesalahan pelafalan.  Pada pelafalan kata,  rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan kata “dia”, “pita”, dan “saat” dengan jumlah 7 macam kesalahan dalam melafalkan kata tersebut. Dan pada pelafalan sebuah kalimat, rata-rata peserta didik salah dalam pelafalan kalimat 5 dengan jumlah 11 macam kesalahan dalam melafalkan kalimat tersebut. Pada penilaian pelafalan membaca permulaan peseta didik kelas 1A di SDN Palebon 01 Kota Semarang mencakup 5 aspek yaitu Ketepatan Menyuarakan Tulisan, Kewajaran Lafal, Kelancaran, Kejelasan Suara, Kewajaran Intonasi. Dari 5 aspek tersebut, presentase yang paling rendah adalah kewajaran lafal yaitu 64,20% dan aspek yang memiliki presentase paling tinggi yaitu kejelasan suara sebesar 80,30%. Dari hasil presentase tersebut bisa dilihat bahwa pelafalan peserta didik pada saat membaca masih harus diperbaiki. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah peserta didik yang masih mengalami kesalahan pelafalan dan menyuarakan tulisan harus lebih dibiasakan membaca di rumah maupun di sekolah. Selain itu guru juga memberikan pelatihan pengucapan kata atau frasa secara berulang dengan pelafalan dan penekanan bunyi yang sesuai kepada peserta didik.Kata Kunci: Pelafalan, Membaca Permulaan