Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Gel Kulit Nanas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Terbakar Derajat Dua Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Rusmini, Hetti; Djunishap, Asmia; Naufal, Muhammad Nuriy Nuha; Hanif, Muhammad Fikri
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 3 (2019): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.019 KB)

Abstract

Kulit nanas (Ananas comosus. L) merupakan limbah dari olahan buah nanas yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Kulit nanas mengandung senyawa flavonoid yang mampu mempercepat rposes penyembuhan luka bakar derajat 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penyembuhan luka bakar dari gel kulit nanas pada tikus yang telah diberikan luka bakar derajat 2. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only control group. Ekstrak kulit nanas dibuat dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi. Metode yang digunakan dalam uji efektifitas penyembuhan luka bakar derajat 2 ini menggunakan tikus putih (Rattus novergicus). Sampel terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu gel kulit nanas dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dan kelompok kontrol bioplacenton disertai kontrol negatif. Analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian ini adalah efektivitas gel kulit nanas dengan konsentrasi optimal 20% dengan efek penyembuhan mampu meyamai obat komersil bioplasenton.
Analisis Perbandingan Single Membership Function dan Double Membership Function pada Diagnosis Penyakit ISPA Hanif, Muhammad Fikri; Pratiwi, Helen Sasty; Tursina, Tursina
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v10i1.72553

Abstract

Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan penyakit yang dapat menular. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya infeksi dari bakteri maupun virus yang sering terjadi setiap tahunnya. Dalam keseharian, terkadang kita tidak dapat menyatakan sesuatu sebagai benar atau salah, namun kita harus menyatakannya dalam pernyataan hampir benar, sedikit benar, atau semacamnya seperti sedikit pusing, sedikit sesak. Logika fuzzy merupakan logika samar yang dapat mengatasi sesuatu yang memiliki ketidakpastian tersebut. Pada dasarnya logika fuzzy ini hanya memiliki satu fungsi keanggotaan saja (single membership function). Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan Logika fuzzy ini terus dikembangkan oleh para peneliti yang kemudian didapatkan sebuah gagasan mengenai double membership function yang dihitung menggunakan metode fuzzy certainty factor. Penelitian ini akan membahas mengenai analisis perbandingan single membership function yang menggunakan metode fuzzy mamdani dan double membership function yang menggunakan metode fuzzy certainty factor terhadap diagnosis penyakit ISPA. Gejala dari penyakit ISPA yang digunakan adalah batuk, demam, pilek, frekuensi nafas, dan ada tidaknya tarikan dinding dada. Analisis kedua metode ini menerapkan masukan dari gejala ISPA sebagai acuan mendiagnosis penyakit, kemudian dilanjutkan dengan proses komposisi aturan, implikasi, dan defuzzifikasi. Dari hasil pengujian terhadap 30 data uji yang didapatkan dari dokter berdasarkan hasil rekam medis, kedua metode ini sama-sama menghasilkan 100% tingkat keakuratan.
Hubungan Kepatuhan Pengobatan Dengan Kualitas Hidup, Ansietas, dan Depresi pada Pasien Asma di Rumkit TK. II Kartika Husada Kab. Kuburaya Prov. Kalimantan Barat Iswara, I Made Gede Dwi; Appraditia, Ni Wayan Nani; Hanif, Muhammad Fikri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.03 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10312

Abstract

ABSTRACT Poor asthma control is often caused by low compliance with controlled asthma medication, which is known to be a risk factor that affects quality of life and major mood disorders. This study aims to determine the relationship between medication adherence and quality of life, anxiety, and depression in asthma patients at the Kartika Husada Hospital, Kuburaya City, West Kalimantan Province. This study has a total of 100 respondents with a cross sectional design. The sample itself was taken by non-probability sampling using the MMAS-8, Mini-AQLQ, and HADS questionnaires. The correlation test between the level of medication adherence and quality of life obtained P value = 0.062 (P> 0.05). The correlation test between the level of medication adherence and anxiety obtained a P value = 0.038 (P <0.05) with a correlation value of r = -0.451. The correlation test between the level of medication adherence and depression obtained a P value = 0.471 (P> 0.05). There was no relationship between medication adherence and quality of life and depression, but there was a relationship between medication adherence and anxiety. Keywords: Adherence, Quality of Life, Anxiety, Depression  ABSTRAK Kontrol asma yang kurang baik seringkali disebabkan oleh rendahnya kepatuhan dalam pengobatan asma terkontrol, diketahui merupakan faktor resiko yang mempengaruhi kualitas hidup serta gangguan mood mayor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kualitas hiudp, ansietas, serta depresi pada pasien asma di Rumkit Tk. II Kartika Husada Kab. Kuburaya Kalimantan Barat. Penelitian ini memiliki jumlah responden sebanyak 100 orang dengan desain cross sectional. Sampel sendiri diambil secara non-probability sampling menggunakan kuesioner MMAS-8, Mini-AQLQ, dan HADS. Uji korelasi antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup diperoleh nilai P value = 0,062. Selanjutnya, uji korelasi antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan ansietas diperoleh nilai P value = 0,038 dengan nilai korelasi r = -0,451. Sementara itu, uji korelasi antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan depresi diperoleh nilai P value = 0,471. Tidak ada hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup dan depresi, namun terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan ansietas. Kata Kunci: Kepatuhan, Asma, Kualitas Hidup, Ansietas, Depresi
Hubungan Tinggi Badan Dengan Akurasi Tendangan Pada Atlet Sepak Bola Usia 13–17 Tahun Gautama, Aditya; Hanif, Muhammad Fikri; Daiva, Naufal Juhan; Arifin, Faiz Akbar; Ridhwan, Muhammad; Yusup, Moh Mohaemin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i1.13387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi badan terhadap akurasi tendangan pada atlet sepak bola usia 13–17 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 30 atlet sebagai sampel. Data tinggi badan diukur menggunakan stadiometer, sedangkan akurasi tendangan diperoleh melalui tes menendang ke target. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal, sehingga memenuhi asumsi analisis parametrik. Uji korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi badan dan akurasi tendangan (r = 0,990; p = 0,000). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa tinggi badan memberikan kontribusi sebesar 98,1% terhadap variasi akurasi tendangan (R2 = 0,981), dengan koefisien regresi B = 0,982 yang berarti setiap peningkatan 1 cm tinggi badan meningkatkan akurasi tendangan sebesar 0,982 poin. Temuan ini menegaskan bahwa tinggi badan merupakan faktor antropometri yang berpengaruh signifikan terhadap akurasi tendangan atlet sepak bola remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam merancang program latihan yang lebih efektif berdasarkan karakteristik fisik atlet