Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Mind Mapping berbantuan Alat Peraga Tangga Garis Bilangan terhadap Hasil Belajar Matematika Arsana, I Komang; Suarjana, Made; Arini, Ni Wayan
International Journal of Elementary Education Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.597 KB) | DOI: 10.23887/ijee.v3i2.18511

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Equivalent post test only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 40 orang siswa, 22 orang siswa kelas IV SD No 4 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 18 orang siswa kelas IV SD No 3 Ambengan sebagai kelompok kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar Matematika dilakukan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(2,111) > ttab(2,021), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, terdapat pengaruh terhadap hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan dan siswa yang belajar tanpa  menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan pada kelas IV gugus IV Sukasada. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mind mapping berbantuan alat peraga tangga garis bilangan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV Gugus IV Sukasada Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018
Pengaruh Penggunaan Mind Mapping berbantuan Alat Peraga Tangga Garis Bilangan terhadap Hasil Belajar Matematika Arsana, I Komang; Suarjana, Made; Arini, Ni Wayan
International Journal of Elementary Education Vol 3 No 2 (2019): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v3i2.18511

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Equivalent post test only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 40 orang siswa, 22 orang siswa kelas IV SD No 4 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 18 orang siswa kelas IV SD No 3 Ambengan sebagai kelompok kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar Matematika dilakukan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(2,111) > ttab(2,021), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, terdapat pengaruh terhadap hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan dan siswa yang belajar tanpa  menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan pada kelas IV gugus IV Sukasada. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mind mapping berbantuan alat peraga tangga garis bilangan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV Gugus IV Sukasada Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018
Etnologi Wayang Tradisi Di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan Arsana, I Komang; Purnamawati, Ni Diah
JURNAL DAMAR PEDALANGAN Vol 1 No 1 (2021): Agustus.
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/dmr.v1i1.689

Abstract

Kesenian wayang kulit yang ada di desa Pujungan, kecamatan Pupuan, Tabanan, yang merupakan salah satu kesenian yang sangat langka dikarenakan sedikitnya dalang yang ada di Pupuan khususnya, dan pada saat ini seni pewayangan di Pujungan mulai berkembang karena adanya bibit-bibit dalang baru yang mau mempelajari pewayangan agar kesenian pewayangan tersebut tidak punah. Pertunjukan wayang yang ada di Pupuan memiliki ciri khas tersendiri, namun pertunjukan wayang kulit yang ada di Pupuan ini tidak jauh beda dari pertunjukan gaya Badung dan Sukawati, dikarenakan para dalang yang ada di Pupuan belajar mementaskan wayang di daerah Badung dan Sukawati. Pewayangan gaya Pupuan yang identik dengan siat (pertarungan) yang ramai harus di lakukan hingga bisa memuaskan penonton yang ada di daerah Pupuan, tabanan. Etnologi wayang yang ada di desa Pujungan tidak lepas dari lontar Dharma Pewayangan yang berisikan aturan-aturan apa saja yang harus diikuti sang dalang, sama halnya seperti teori Kawi Dalang sebelum pentas, selama pentas, dan sesudah pentas. Nah di dalam menanggap wayang tradisi Pertunjukkan wayang tersebut masih primitif dengan latar belakang ritual, yaitu kepercayaan kepada kekuatan roh-roh leluhur. Roh-roh akan menampakkan diri dalam bentuk bayang-bayang. Untuk itu, orang membuat obyek gambaran yang membentuk bayangan di atas sehelai kelir.