Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOLID

Peningkatan Manajemen Kesiapan Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Banjir Di Kecamatan Sambalia Jalaludin, Selamat
SOLID Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v14i2.749

Abstract

Bencana adalah kondisi yang menyebabkan gangguan serius pada masyarakat atau wilayah tertentu, sehingga menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang melampaui kemampuan masyarakat terdampak untuk mengatasinya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model penanggulangan bencana berbasis masyarakat di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan analisis data primer dan sekunder. Lokasi penelitian di Desa Seruni Mumbul, dengan populasi penelitian sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan bencana di Seruni Mumbul melibatkan tiga aktor utama, yaitu pemerintah daerah, lembaga lokal, dan masyarakat. Pemerintah daerah menyusun regulasi sebagai dasar penanggulangan bencana, lembaga lokal mengambil inisiatif dalam upaya mitigasi, dan masyarakat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Ketiga aktor tersebut saling berkolaborasi dalam setiap tahap penanggulangan bencana. Peran masing-masing aktor berbeda di setiap tahap. Pemerintah daerah dan lembaga lokal dominan pada tahap pra-bencana, sementara pemerintah daerah bersama masyarakat berperan pada tahap tanggap darurat. Oleh karena itu, pelatihan peningkatan kapasitas melalui dukungan organisasi lokal perlu terus dilakukan. Pelatihan ini diharapkan mencakup seluruh tahap manajemen bencana, seperti pencegahan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut, dengan simulasi yang lebih komprehensif.Kata kunci: Bencana, Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat.
Peran Pemerintah Dan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Kekeringan Di Desa Sekaroh Jalaludin, Selamat
SOLID Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v14i1.744

Abstract

Risiko kekeringan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lombok Timur Desa Sekaroh akan terus meningkat. Pemanasan global, degradasi lingkungan, peningkatan jumlah penduduk, dan kemiskinan akan semakin meningkatkan risiko kekeringan yang dihadapi masyarakat. Pada tahun 2025 jumlah kabupaten dan kota yang mengalami defisit air menjadi 78,4% dengan defisit satu bulan hingga dua belas bulan atau satu tahun penuh. Untuk mengurangi risiko kekeringan, kesiapsiagaan masyarakat perlu ditingkatkan melalui penyediaan air untuk menghadapi kekeringan. Beberapa teknik pemanenan hujan seperti pembangunan penampungan air, tangki air dan sumur resapan, serta konservasi air tanah, dapat diterapkan di kawasan berisiko tinggi. Teknik pemanenan hujan seperti ini memang sudah diterapkan di banyak daerah oleh masyarakat adat. Kapasitas masyarakat dapat ditingkatkan melalui program pengurangan risiko kekeringan berkelanjutan yang berbasis pada tingkat akar rumput dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Peran masyarakat menjadi sangat krusial karena pada kenyataannya masyarakat dan organisasi lokal merupakan kunci dalam inisiatif pengurangan risiko bencana. Inisiatif yang dilakukan saat ini melibatkan partisipasi masyarakat yang didasarkan pada prinsip-prinsip berikut: berdasarkan permasalahan yang dihadapi dan peluang yang ada di masyarakat; menggunakan solusi yang layak; mendorong kemitraan dengan pihak eksternal; memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan lokal; fokus pada kondisi awal; dan dengan keluaran yang terlihat jelas.