Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 2-5 Tahun Terhadap Dampak Penggunaan Gadget Di Wilayah Kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2018 Farizal, Ekry Binti
Menara Ilmu Vol 12, No 12 (2018): Vol. XII No. 12 Oktober 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i12.1377

Abstract

Penggunaan gadget di kalangan anak usia 2-5 tahun semakin memprihatinkan dan tentu memiliki banyak dampak negatif terhadap anak. Terlihat jelas anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan teknologi yang ada sehingga anak-anak sering terlena dengan kecanggihan gadget dengan fitur yang tersedia. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget pada anak usia 2-5 tahun terhadap dampak penggunaan gadget di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci dengan populasi penelitian sebanyak 12817 anak dan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menggunakan analisa data univariat dan bivariat. Berdasarkan uji Chi Square yaitu Pvalue 0,03 < 0,05 sehingga didapatkan adanya hubungan bermakna antara hubungan pengetahuan orang tua tentang penggunaan gadget pada anak usia 2-5 tahun terhadap dampak penggunaan gadget di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci. Pengetahuan orang tua berhubungan dengan dampak penggunaan gadget pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMILTENTANG PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 SELAMA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KERINCI Farizal, Ekry Binti; Romlah, Siti
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol 4 No. 1 Edisi 2 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.772 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i1.1070

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is an acute respiratory disorder caused by the SARS-CoV-2 virus and has become a worldwide pandemic. Covid-19 has infected the entire world population, not pregnant women. The susceptibility of pregnant women to infection is the background for the need for studies on the effects of Covid-19 on the mother, fetus, and newborn baby. The purpose of the study was to determine the effect of health education on the knowledge of pregnant women about preventing transmission of COVID-19 during pregnancy at the pangkalan kerinci Health Center. The type of research is quantitative and quasi-experimental design. The population is pregnant women and the sample is 126 people, with purposive sampling. The research instruments were questionnaires and leaflets. Data analysis used univariate and bivariate. The univariate results given by respondents before counseling with Leaflets had a lack of knowledge as much as 62.7% and before counseling with Leaflets they had good knowledge as much as 69.8%. The results of the Wilcoxon statistical test showed a p value of 0.000, which means that the p value < which indicates the use of leaflet media is effective on mothers' knowledge about preventing Covid 19 at the pangkalan kerinci Health Center. It is hoped that the Puskesmas will understand cadres in providing information about preventing Covid 19 during pregnancy.Keywords        : Knowledge, Leaflet, and Covid 19
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Seksual Pranikah di Sman 1 Siak Tahun 2025 Farizal, Ekry Binti; Elektrina, Oktaliza; Romlah, Siti; Angraini, Vera
Indo Green Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.190

Abstract

Angka kematian perempuan yang tinggi semakin memburuk akibat kasus kehamilan yang tidak diinginkan yang terjadi pada perempuan yang sudah menikah atau remaja. Salah satu penyebab kehamilan yang tidak diinginkan adalah perilaku seksual pranikah; hal ini disebabkan oleh perilaku seksual negatif (mendukung). Salah satu faktor dalam pembentukan perilaku tersebut adalah lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan. Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang terbatas mengakibatkan perilaku pranikah yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual pranikah pada ‘SMN 1 Siak’ tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional cross-sectional, pengambilan sampel dengan purposive sample, menggunakan 80 remaja sebagai subjek yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dibagikan kepada responden, dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pengetahuan kesehatan remaja dan perilaku seksual pranikah, nilai p 0,000 (a = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan kesehatan remaja dengan perilaku seksual pranikah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Seksual Pranikah di Sman 1 Siak Tahun 2025 Farizal, Ekry Binti; Elektrina, Oktaliza; Romlah, Siti; Angraini, Vera
Indo Green Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.190

Abstract

Angka kematian perempuan yang tinggi semakin memburuk akibat kasus kehamilan yang tidak diinginkan yang terjadi pada perempuan yang sudah menikah atau remaja. Salah satu penyebab kehamilan yang tidak diinginkan adalah perilaku seksual pranikah; hal ini disebabkan oleh perilaku seksual negatif (mendukung). Salah satu faktor dalam pembentukan perilaku tersebut adalah lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan. Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang terbatas mengakibatkan perilaku pranikah yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan perilaku seksual pranikah pada ‘SMN 1 Siak’ tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional cross-sectional, pengambilan sampel dengan purposive sample, menggunakan 80 remaja sebagai subjek yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dibagikan kepada responden, dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pengetahuan kesehatan remaja dan perilaku seksual pranikah, nilai p 0,000 (a = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan kesehatan remaja dengan perilaku seksual pranikah.
Pengaruh Konseling Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Video Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di Pekanbaru Farizal, Ekry Binti; Wiji, Rizki Natia; Harahap, Amalia Dwi Oktami; Ningsih, Suci Aprillia; Jannah, Rahmatul; Syahida, Fadhila Aulia
Indo Green Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks bebas adalah masalah yang berasal dari kurangnya pendidikan seksual, yang dapat menyebabkan beberapa masalah akibat perilaku seks bebas pada remaja, dalam jangka pendek seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual, sedangkan dalam jangka panjang remaja dapat mengembangkan kanker serviks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan video terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest-posttest dengan 26 responden di kelompok ceramah dan 26 responden di kelompok video, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan <0,05. Hasil statistik pengetahuan melalui metode ceramah memperoleh nilai p sebesar 0,011, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi kesehatan. Sementara itu, hasil statistik pada kelompok video memperoleh nilai p sebesar 0,286, yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh edukasi kesehatan.
Pengaruh Konseling Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Video Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di Pekanbaru Farizal, Ekry Binti; Wiji, Rizki Natia; Harahap, Amalia Dwi Oktami; Ningsih, Suci Aprillia; Jannah, Rahmatul; Syahida, Fadhila Aulia
Indo Green Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks bebas adalah masalah yang berasal dari kurangnya pendidikan seksual, yang dapat menyebabkan beberapa masalah akibat perilaku seks bebas pada remaja, dalam jangka pendek seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual, sedangkan dalam jangka panjang remaja dapat mengembangkan kanker serviks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan video terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest-posttest dengan 26 responden di kelompok ceramah dan 26 responden di kelompok video, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan <0,05. Hasil statistik pengetahuan melalui metode ceramah memperoleh nilai p sebesar 0,011, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi kesehatan. Sementara itu, hasil statistik pada kelompok video memperoleh nilai p sebesar 0,286, yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh edukasi kesehatan.