Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)

Hubungan Status Gizi Dan Ekonomi Dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2 Sampai 3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum 1 Noflidaputri, Resty; Herwindi, Resy
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.033 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2892

Abstract

 AbstrakLatarbelakang:Perkembangan kemampuan motorik balita akan sangat membantu untuk melakukan eksplorasi dan mempraktikan kemampuan yang baru. BerdasarkanHasil observasi didapatkanbeberapaanak tidak dapat melakukan tahapan perkembangan motorik halusnya seperti anak usia 2 tahun sebanyak 3 orang anak tidak dapat memegang sendiri gelas. Dan anak usia 3 tahun sebanyak  4 orang anak tidak bisa membuat garis sesuai dengan perintah. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan ekonomidengan perkembangan motorik halus anak usia2 sampai 3 di wilayah kerja puskesmas Lima Kaum1. Metode:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 110 orang anakusia 2-3 tahun dan sampelnya 50 orang, cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode AccidentalSampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017. Pengukuran data dilakukan  dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan ujiChi-square. Hasil:Diketahui responden yang memiliki status gizibaik (58%), ekonomi tinggi (56%) dan perkembangan motorik halus sesuai (52%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi(p = 0,002)nilai OR 8,400 dan ekonomi (p = 0,025) nilai OR 4,524 dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan ekonomi dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Oleh karena itu tingkat ekonomi dapat mempengaruhiperkembangan motorik halus pada anak, orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi cenderung memiliki anak dengan perkembangan motorik halussesuai. Disarankan kepada orang tua agardapat memberikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anaknya.Kata Kunci     : Ekonomi, perkembanganmotorikhalus, status giziAbstract: Background: Growth and development is a dynamic process throughout human life. Based on the observation results obtained some children can not do the stages of fine motor development like 2-year-old child as much as 3 children can not hold their own glass. And children aged 3 years as many as 4 children can not make lines in accordance with the command. Objective:This study aims to determine the relationship between nutritional and economic status with the smooth motor development of children aged 2 to 3 working area of Puskesmas Lima Kaum 1. Method:This research uses descriptive analytic method with quantitative research type and cross sectional approach. The population in this study were as many as 110 children aged 2-3 years and samples of 50 people, the way of sampling using Accidental Sampling Method. The study was conducted October 2017. The data were measured using questionnaires and interviews. Data analysis in this research use frequency distribution and Chi-square test.Results:Known respondents who have good nutritional status (58%), high economy (56%) and smooth motor development appropriate (52%). The result of statistical test shows that there is a significant correlation between nutritional status (p = 0,002) OR 8,400 and economic value (p = 0,025) OR value 4.524 with fine motor development of 2-3 year oldchild.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between nutritional status and economy with the smooth motor development of children aged 2-3 years. Therefore of that economic level can affect the smooth motor development in children, parents who have high economic rates tend to have children with appropriate fine motor development. It is recommended to parents to be able to provide balanced nutritious food intake for theirchildKeywords        : Economics, smooth motor development, nutritional status
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Surian Salamah, Mima; Noflidaputri, Resty
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 4 No 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.156 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i1.3777

Abstract

Abstrak : Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Anak balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotorik. Prevalensi angka kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Surian dikelompokkan menjadi, balita sangat pendek 130 orang (11,4%) dan balita pendek 223 orang (19,5%) dengan demikian jumlah balita stunting adalah 353 orang (31,0%).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Wilayah kerja Puskesmas Surian. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik, yang menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan Sampel sebanyak 92 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yang dilakukan pada bulan Februari 2020. Pengolahan data menggunakan uji statisistik Chi-square (P Value), dan nilai odd Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan Convidence Intervel (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting 70 (76,1%), ASI Eksklusif 55 (59,8%), sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat 68 (73,9%), status gizi kurang 24 (26,1%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara Stunting dengan ASI eksklusif (P Value 0,000, CI 1,387-2,722), Sanitasi (P Value 0,000, CI 1,213- 2,953) dan Status Gizi (P Value 0,018, CI 1,159-1,659).Kesimpulan penelitian ini bahwa sebaiknya masyarakat terutama ibu hamil dan ibu menyusui agar melaksanakan saran yang diberikan oleh petugas kesehatan untuk memberikan hanya ASI saja kepada bayinya dari usia 0-6 bulan, dan memperhatikan asupan gizi serta sanitasi lingkungan tempat tinggal sehingga mengurangi resiko terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, ASI Eksklusif, Sanitasi, Gizi Balita Abstract : Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting toddlers tend to have difficulty to achieve optimal growth and development potential both physically and psychomotorically. The prevalence of stunting in Surian Community Health Center consists of very short toddlers 130 people (11.4%) and short toddlers 223 people (19.5%). Then, the number of stunting toddlers were 353 people (31.0%). This study aimed to determine Factors Related to Stunting in Surian Community Health Center. The type of this study was analytic survey research by using cross sectional approach, with a samples of 92 respondents. They had been chosen by random sampling technique, which was conducted in February 2020. The data were analyzed by Chi-square statistical test (P Value) and odd Ratio (OR) value with confidence level of confidence interle (CI 95%. The results showed that stunting event 70 (76.1%), exclusive breastfeeding 55 (59.8%), sanitation facilities that did not meet the requirements 68 (73.9%), malnutrition status 24 (26.1%). Then, the statistical analysis showed that there was a significant relationship between Stunting and exclusive breastfeeding (P Value 0,000, CI 1,387-2,722), sanitation (P Value 0,000, CI 1,213-2953) and nutritional Status (P Value 0.018, CI1,159-1,659). It is suggested to the community, especially pregnant women and breastfeeding mothers, should carry out the advice given by health workers to provide only breast milk to their babies from 0-6 months of age, and pay attention to nutritional intake and sanitation of the living environment so as to reduce the risk of stunting Keywords : Stunting, Exclusive ASI, Sanitation, Toddler Nutrition
Hubungan Status Gizi Dan Ekonomi Dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2 Sampai 3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum 1 Noflidaputri, Resty; Herwindi, Resy
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 3 No. 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.033 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i2.2892

Abstract

 AbstrakLatarbelakang:Perkembangan kemampuan motorik balita akan sangat membantu untuk melakukan eksplorasi dan mempraktikan kemampuan yang baru. BerdasarkanHasil observasi didapatkanbeberapaanak tidak dapat melakukan tahapan perkembangan motorik halusnya seperti anak usia 2 tahun sebanyak 3 orang anak tidak dapat memegang sendiri gelas. Dan anak usia 3 tahun sebanyak  4 orang anak tidak bisa membuat garis sesuai dengan perintah. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan ekonomidengan perkembangan motorik halus anak usia2 sampai 3 di wilayah kerja puskesmas Lima Kaum1. Metode:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 110 orang anakusia 2-3 tahun dan sampelnya 50 orang, cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode AccidentalSampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017. Pengukuran data dilakukan  dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan ujiChi-square. Hasil:Diketahui responden yang memiliki status gizibaik (58%), ekonomi tinggi (56%) dan perkembangan motorik halus sesuai (52%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi(p = 0,002)nilai OR 8,400 dan ekonomi (p = 0,025) nilai OR 4,524 dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan ekonomi dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Oleh karena itu tingkat ekonomi dapat mempengaruhiperkembangan motorik halus pada anak, orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi cenderung memiliki anak dengan perkembangan motorik halussesuai. Disarankan kepada orang tua agardapat memberikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anaknya.Kata Kunci     : Ekonomi, perkembanganmotorikhalus, status giziAbstract: Background: Growth and development is a dynamic process throughout human life. Based on the observation results obtained some children can not do the stages of fine motor development like 2-year-old child as much as 3 children can not hold their own glass. And children aged 3 years as many as 4 children can not make lines in accordance with the command. Objective:This study aims to determine the relationship between nutritional and economic status with the smooth motor development of children aged 2 to 3 working area of Puskesmas Lima Kaum 1. Method:This research uses descriptive analytic method with quantitative research type and cross sectional approach. The population in this study were as many as 110 children aged 2-3 years and samples of 50 people, the way of sampling using Accidental Sampling Method. The study was conducted October 2017. The data were measured using questionnaires and interviews. Data analysis in this research use frequency distribution and Chi-square test.Results:Known respondents who have good nutritional status (58%), high economy (56%) and smooth motor development appropriate (52%). The result of statistical test shows that there is a significant correlation between nutritional status (p = 0,002) OR 8,400 and economic value (p = 0,025) OR value 4.524 with fine motor development of 2-3 year oldchild.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between nutritional status and economy with the smooth motor development of children aged 2-3 years. Therefore of that economic level can affect the smooth motor development in children, parents who have high economic rates tend to have children with appropriate fine motor development. It is recommended to parents to be able to provide balanced nutritious food intake for theirchildKeywords        : Economics, smooth motor development, nutritional status
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Surian Salamah, Mima; Noflidaputri, Resty
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.156 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i1.3777

Abstract

Abstrak : Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Anak balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotorik. Prevalensi angka kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Surian dikelompokkan menjadi, balita sangat pendek 130 orang (11,4%) dan balita pendek 223 orang (19,5%) dengan demikian jumlah balita stunting adalah 353 orang (31,0%).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Wilayah kerja Puskesmas Surian. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik, yang menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan Sampel sebanyak 92 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yang dilakukan pada bulan Februari 2020. Pengolahan data menggunakan uji statisistik Chi-square (P Value), dan nilai odd Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan Convidence Intervel (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting 70 (76,1%), ASI Eksklusif 55 (59,8%), sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat 68 (73,9%), status gizi kurang 24 (26,1%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara Stunting dengan ASI eksklusif (P Value 0,000, CI 1,387-2,722), Sanitasi (P Value 0,000, CI 1,213- 2,953) dan Status Gizi (P Value 0,018, CI 1,159-1,659).Kesimpulan penelitian ini bahwa sebaiknya masyarakat terutama ibu hamil dan ibu menyusui agar melaksanakan saran yang diberikan oleh petugas kesehatan untuk memberikan hanya ASI saja kepada bayinya dari usia 0-6 bulan, dan memperhatikan asupan gizi serta sanitasi lingkungan tempat tinggal sehingga mengurangi resiko terjadinya stunting. Kata Kunci : Stunting, ASI Eksklusif, Sanitasi, Gizi Balita Abstract : Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting toddlers tend to have difficulty to achieve optimal growth and development potential both physically and psychomotorically. The prevalence of stunting in Surian Community Health Center consists of very short toddlers 130 people (11.4%) and short toddlers 223 people (19.5%). Then, the number of stunting toddlers were 353 people (31.0%). This study aimed to determine Factors Related to Stunting in Surian Community Health Center. The type of this study was analytic survey research by using cross sectional approach, with a samples of 92 respondents. They had been chosen by random sampling technique, which was conducted in February 2020. The data were analyzed by Chi-square statistical test (P Value) and odd Ratio (OR) value with confidence level of confidence interle (CI 95%. The results showed that stunting event 70 (76.1%), exclusive breastfeeding 55 (59.8%), sanitation facilities that did not meet the requirements 68 (73.9%), malnutrition status 24 (26.1%). Then, the statistical analysis showed that there was a significant relationship between Stunting and exclusive breastfeeding (P Value 0,000, CI 1,387-2,722), sanitation (P Value 0,000, CI 1,213-2953) and nutritional Status (P Value 0.018, CI1,159-1,659). It is suggested to the community, especially pregnant women and breastfeeding mothers, should carry out the advice given by health workers to provide only breast milk to their babies from 0-6 months of age, and pay attention to nutritional intake and sanitation of the living environment so as to reduce the risk of stunting Keywords : Stunting, Exclusive ASI, Sanitation, Toddler Nutrition