Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DEMAM BERDARAH PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Randa, Yenny Djeny; Malla, Martina; Bahri, Rahmat
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TINGKAT EKONOMI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LAPADDE, PAREPARE Malla, Martina; Palinggi, Yunita
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Stunting saat ini menjadi permasalahan serius pada anak-anak dan generasi muda yang mengancam calon Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama. Masalah gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan. Program pemerintah dalam upaya penanganan stunting di Indonesia yang telah terpublikasi yaitu menyediakan dan memastikan akses terhadap air bersih, melakukan fortifikasi bahan pangan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin, dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Ekonomi dan Pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada anak di Wilayah Kerja PKM Lapadde Kota Parepare. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan instrument berupa lembar kuesioner. Subyek penelitian semua anak yang menderita stunting di wilayah kerja PKM Lapadde yaitu 45 anak. Hasil penelitian dari 45 responden didapatkan responden yang berpenghasilan >3.400.000 sebanyak 5 keluarga (11,1%) dan berpenghasilan <3.400.000 sebanyak 40 keluarga (88,9%). Dari 45 responden didapatkan yang memberikan ASI Ekslusif sebanyak 19 responden (42,2%) dan tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 26 responden (57,8%). Saran kepada keluarga terutama ibu diharapkan memberikan perhatian lebih pada anak terutama pola pengasuhannya serta MP-ASI.Kata Kunci : Stunting, Tingkat Ekonomi, ASI EklusifABSTRACTBackground : Stunting is currently a serious problem for children and the younger generation which threatens qualified Indonesian Human Resources (HR) candidates. Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to long-term malnutrition. The problem of malnutrition is caused by poverty, poor environmental sanitation and ignorance about nutrition and the importance of giving children exclusive breast milk for 6 months. Government programs in efforts to deal with stunting in Indonesia that have been published include providing and ensuring access to clean water, fortifying food, providing additional food (PMT), providing assistance and sosial security for poor families, and increasing food and nutrition security. This research was conducted to determine the description of the economic level and exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children in the PKM Lapadde Working Area, Parepare City. Research methods used in this research is quantitative descriptive with an instrument in the form of a questionnaire sheet. Research subject of all children suffering from stunting in the PKM Lapadde working area, namely 45 children. Research result Of the 45 respondents, 5 families (11.1%) had an income of >3,400,000 and 40 families (88.9%) had an income of <3,400,000. Of the 45 respondents, it was found that 19 respondents (42.2%) gave exclusive breastfeeding and 26 respondents (57.8%) did not give exclusive breast milk. Suggestion Families, especially mothers, are expected to pay more attention to their children, especially their parenting patterns and MP-ASI.Keywords : Stunting, Economic Level, Exclusive Breastfeeding
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DEMAM BERDARAH PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Randa, Yenny Djeny; Malla, Martina; Bahri, Rahmat
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TINGKAT EKONOMI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LAPADDE, PAREPARE Malla, Martina; Palinggi, Yunita
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Stunting saat ini menjadi permasalahan serius pada anak-anak dan generasi muda yang mengancam calon Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama. Masalah gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan. Program pemerintah dalam upaya penanganan stunting di Indonesia yang telah terpublikasi yaitu menyediakan dan memastikan akses terhadap air bersih, melakukan fortifikasi bahan pangan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin, dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Ekonomi dan Pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada anak di Wilayah Kerja PKM Lapadde Kota Parepare. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan instrument berupa lembar kuesioner. Subyek penelitian semua anak yang menderita stunting di wilayah kerja PKM Lapadde yaitu 45 anak. Hasil penelitian dari 45 responden didapatkan responden yang berpenghasilan >3.400.000 sebanyak 5 keluarga (11,1%) dan berpenghasilan <3.400.000 sebanyak 40 keluarga (88,9%). Dari 45 responden didapatkan yang memberikan ASI Ekslusif sebanyak 19 responden (42,2%) dan tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 26 responden (57,8%). Saran kepada keluarga terutama ibu diharapkan memberikan perhatian lebih pada anak terutama pola pengasuhannya serta MP-ASI.Kata Kunci : Stunting, Tingkat Ekonomi, ASI EklusifABSTRACTBackground : Stunting is currently a serious problem for children and the younger generation which threatens qualified Indonesian Human Resources (HR) candidates. Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to long-term malnutrition. The problem of malnutrition is caused by poverty, poor environmental sanitation and ignorance about nutrition and the importance of giving children exclusive breast milk for 6 months. Government programs in efforts to deal with stunting in Indonesia that have been published include providing and ensuring access to clean water, fortifying food, providing additional food (PMT), providing assistance and sosial security for poor families, and increasing food and nutrition security. This research was conducted to determine the description of the economic level and exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children in the PKM Lapadde Working Area, Parepare City. Research methods used in this research is quantitative descriptive with an instrument in the form of a questionnaire sheet. Research subject of all children suffering from stunting in the PKM Lapadde working area, namely 45 children. Research result Of the 45 respondents, 5 families (11.1%) had an income of >3,400,000 and 40 families (88.9%) had an income of <3,400,000. Of the 45 respondents, it was found that 19 respondents (42.2%) gave exclusive breastfeeding and 26 respondents (57.8%) did not give exclusive breast milk. Suggestion Families, especially mothers, are expected to pay more attention to their children, especially their parenting patterns and MP-ASI.Keywords : Stunting, Economic Level, Exclusive Breastfeeding
EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MODERN DALAM MENGATASI GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS GRADE IV Taliabo, Petrus; Sanapang, Dewiyanti; Malla, Martina
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes  Melitus  (DM)  adalah  permasalahan  serius  yang dihadapi masyarakat saat ini, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Implementasi  Asuhan  Keperawatan  “Implementasi  Perawatan  Luka  Modern Gangguan  Integritas  Kulit  Gangren  Diabetes  Melitus  Grade  IV  pada  Pasien Diabetes Melitus” Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah deskriptif, dalam bentuk studi kasus. Peneliti diarahkan untuk mendeskripsikan dua  responden. Subjek Penelitian : 2 responden yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap kedua pasien Ny.N dan Tn.M didapatkan luka pada salah satu eksremitas kedua pasien yaitu pada tangan kanan dan kaki kiri yang terasa nyeri seperti tersayat-sayat, dengan ukuran yang berbeda, namun dengan kondisi luka yang sama yaitu warna dasar luka yang memerah, hematom, edema, nekrosis serta mengeluarkan banyak cairan eksudat sehingga diagnosa keperawatan utama yang muncul adalah gangguan integritas kulit   berhubungan   dengan   neuropati   perifer.   Setelah   dilakukan   tindakan keperawatan  selama  3x  perawatan  luka  modern  pada  Ny.  N  masalah  teratasi sebagian dan pada Tn.M masalah tidak teratasi. Hal ini dipengaruhi oleh kepatuhan pengaturan pola makan, luas luka, faktor nekrosis, infeksi dan faktor mobilisasi. Kesimpulan : Studi kasus asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.N dan Tn.M  dilakukan  sesuai  dengan  tahap  proses  asuhan  keperawatan  dan  dan didapatkan hasil evaluasi bahwa masalah tidak teratasi sebagian dan tidak teratasi. Keterbatasan selama studi kasus yaitu estimasi waktu yang singkat sehingga tidak signifikan dalam memonitor perkembangan status kesehatan pasien. Saran : Saran dalam studi kasus ini pada pasien dan keluarga adalah melakukan perawatan luka yang intensif serta diimbangi dengan pengaturan pola makan dan peningkatan asupan nutrisi agar proses granulasi serta penyembuhan luka menjadi lebih cepat. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gangren DM, Grade IV, Perawatan Luka Modern.  ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a serious problem facing society today, not only in Indonesia but also throughout the world. Research Objective: The purpose of this study was to determine the implementation of Nursing Care Implementation "Implementation of Modern Wound Care Disorders of Skin Integrity Gangrene Diabetes Mellitus Grade IV in Diabetes Mellitus Patients". Research Methods: The research design was descriptive, in the form of a case study. The researcher was directed to describe two respondents. Research Subjects: 2 respondents who fit the criteria of the research subject. Research Results: From the results of research conducted on the two patients Mrs.N  and  Mr.M,  it  was  found  that  the  wound  on  one  of  the  two  patients' extremities, namely on the right hand and left foot, felt painful like being cut, with different sizes, but with the same wound conditions, namely the basic color of the wound which was reddened, hematoma, edema, necrosis and released a lot of exudate fluid so that the main nursing diagnosis that arose was impaired skin integrity associated with peripheral neuropathy. After taking nursing actions for 3x modern wound care in Mrs. N the problem was partially resolved and in Mr. M the problem  was  not  resolved.  This  is  influenced  by  compliance  with  dietary arrangements, wound area, necrosis factors, infection and mobilization factors. Conclusion: Case studies of nursing care performed on Mrs. N and Mr. M were carried out in accordance with the stages of the nursing care process and obtained evaluation  results  that  the  problem  was  partially  resolved  and  not  resolved. Limitations during the case study were a short time estimate so that it was not significant in monitoring the development of the patient's health status. Suggestion: Suggestions in this case study for patients and families are to carry out intensive wound care and balanced with dietary arrangements and increased nutritional intake so that the granulation process and wound healing become faster.  Keywords: Diabetes Mellitus, DM Gangrene, Grade IV, Modern Wound Care.
EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MODERN DALAM MENGATASI GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS GRADE IV Taliabo, Petrus; Sanapang, Dewiyanti; Malla, Martina
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes  Melitus  (DM)  adalah  permasalahan  serius  yang dihadapi masyarakat saat ini, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Implementasi  Asuhan  Keperawatan  “Implementasi  Perawatan  Luka  Modern Gangguan  Integritas  Kulit  Gangren  Diabetes  Melitus  Grade  IV  pada  Pasien Diabetes Melitus” Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah deskriptif, dalam bentuk studi kasus. Peneliti diarahkan untuk mendeskripsikan dua  responden. Subjek Penelitian : 2 responden yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap kedua pasien Ny.N dan Tn.M didapatkan luka pada salah satu eksremitas kedua pasien yaitu pada tangan kanan dan kaki kiri yang terasa nyeri seperti tersayat-sayat, dengan ukuran yang berbeda, namun dengan kondisi luka yang sama yaitu warna dasar luka yang memerah, hematom, edema, nekrosis serta mengeluarkan banyak cairan eksudat sehingga diagnosa keperawatan utama yang muncul adalah gangguan integritas kulit   berhubungan   dengan   neuropati   perifer.   Setelah   dilakukan   tindakan keperawatan  selama  3x  perawatan  luka  modern  pada  Ny.  N  masalah  teratasi sebagian dan pada Tn.M masalah tidak teratasi. Hal ini dipengaruhi oleh kepatuhan pengaturan pola makan, luas luka, faktor nekrosis, infeksi dan faktor mobilisasi. Kesimpulan : Studi kasus asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.N dan Tn.M  dilakukan  sesuai  dengan  tahap  proses  asuhan  keperawatan  dan  dan didapatkan hasil evaluasi bahwa masalah tidak teratasi sebagian dan tidak teratasi. Keterbatasan selama studi kasus yaitu estimasi waktu yang singkat sehingga tidak signifikan dalam memonitor perkembangan status kesehatan pasien. Saran : Saran dalam studi kasus ini pada pasien dan keluarga adalah melakukan perawatan luka yang intensif serta diimbangi dengan pengaturan pola makan dan peningkatan asupan nutrisi agar proses granulasi serta penyembuhan luka menjadi lebih cepat. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gangren DM, Grade IV, Perawatan Luka Modern.  ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a serious problem facing society today, not only in Indonesia but also throughout the world. Research Objective: The purpose of this study was to determine the implementation of Nursing Care Implementation "Implementation of Modern Wound Care Disorders of Skin Integrity Gangrene Diabetes Mellitus Grade IV in Diabetes Mellitus Patients". Research Methods: The research design was descriptive, in the form of a case study. The researcher was directed to describe two respondents. Research Subjects: 2 respondents who fit the criteria of the research subject. Research Results: From the results of research conducted on the two patients Mrs.N  and  Mr.M,  it  was  found  that  the  wound  on  one  of  the  two  patients' extremities, namely on the right hand and left foot, felt painful like being cut, with different sizes, but with the same wound conditions, namely the basic color of the wound which was reddened, hematoma, edema, necrosis and released a lot of exudate fluid so that the main nursing diagnosis that arose was impaired skin integrity associated with peripheral neuropathy. After taking nursing actions for 3x modern wound care in Mrs. N the problem was partially resolved and in Mr. M the problem  was  not  resolved.  This  is  influenced  by  compliance  with  dietary arrangements, wound area, necrosis factors, infection and mobilization factors. Conclusion: Case studies of nursing care performed on Mrs. N and Mr. M were carried out in accordance with the stages of the nursing care process and obtained evaluation  results  that  the  problem  was  partially  resolved  and  not  resolved. Limitations during the case study were a short time estimate so that it was not significant in monitoring the development of the patient's health status. Suggestion: Suggestions in this case study for patients and families are to carry out intensive wound care and balanced with dietary arrangements and increased nutritional intake so that the granulation process and wound healing become faster.  Keywords: Diabetes Mellitus, DM Gangrene, Grade IV, Modern Wound Care.