Mantuh, Yusanti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERIAN TAMBAHAN VITAMIN E DAN MINYAK IKAN PADA PAKAN INDUKAN IKAN BETOK (Anabas testudineus) Agustinus, Frid; Augusta, Tania Serezova; Mantuh, Yusanti; Ririn, Ririn
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.14349

Abstract

Ikan betok (Anabas testudineus) merupakan salah satu jenis ikan rawa yang dapat dibudidayakan. Pakan ikan yang diberi tambahan vitamin E dan minyak ikan berguna dalam  pertumbuhan ikan betok dan mematangkan gonad ikan betok, sehingga menghasilkan larva untuk  dibudidayakan dan tidak lagi mengandalkan hasil tangkap dari alam.Penelitian ini bertujuan untuk  melihat dampak pemberian vitamin E dan minyak ikan pada pakan indukan ikan betok, yang berguna untuk mematangkan gonad induk betina dan jantan, mengetahui pertumbuhanberat dan panjang mutlak,kelangsungan hidup, fekunditas,jumlah telur menetas dan kualitas air. Pelaksanaan penelitian ini selama 2 minggu pemeliharaan menggunakan 3 buah aquarium yang masing-masing berisi 5 ekor indukan betok betina dan 5 ekor indukan betok jantan, dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan A (pakan diberi tambahan vitamin E sebanyak 150mg/kg),perlakuan B (pakan diberi tambahan vitamin E sebanyak 150mg/kg dan minyak ikan 30g/kg) dan perlakuan C (pakan tanpa penambahan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B dengan berat mutlak tertinggi (10,86g), dibandingkan dengan perlakuan A (10,76 g) dan C (7,78 g).Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi nampak pada Perlakuan B yaitu 1 cm, dibandingkan perlakuan A (0,8cm) dan C (0,6cm). Fekunditas terbanyak pada perlakuanA(3.479 butir telur), B (1.944 butir telur) dan C (970 butir telur). Hatching rate terbanyak pada perlakuan A (82,29%), B (76,49%) dan C (53,91%). Sedangkan kelangsungan hidup larva tertinggi terdapat pada perlakuan A (68,49%),  dilanjutkan perlakuan B(62,24%) dan  C (58,14%). Parameter kualitas air masih dalam kisaran normal untuk indukan dan kehidupan larva ikan.
PENGUKURAN KUALITAS AIR PADA PEMELIHARAAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) DI EMBER DENGAN PENAMBAHAN ARANG Mantuh, Yusanti; Agustinus, Frid; Setyani, Deby
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18494

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Perikanan, Universitas Kristen Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, selama 2,5 bulan yaitu bulan April juli tahun 2024. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan arang terhadap kualitas air pada pemeliharaan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di ember, dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 (tiga ) perlakuan dan 3 ( tiga ) ulangan, perlakuan A diberi arang kayu 400 gr, perlakuan B diberi arang batok kelapa 400 gr dan perlakuan C tanpa arang, parameter uji adalah suhu, pH, DO dan amonia dan hasil pengujian parameter kualitas air dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan BNT 5%. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penambahan arang memberi pengaruh pada kualitas air yaitu pH dan DO dimana pada hasil uji BNT 5% pH dinyatakan bahwa Perlakuan A (arang kayu) tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan B (arang batok kelapa), hal ini karena ember yang diberi arang mampu mengontrol kadar pH air selama penelitian. Pada pengukuran oksigen terlarut (DO) disini dinyatakan bahwa pada pengujian BNT 5% perlakuan A (arang kayu) tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (arang batok kelapa) dan perlakuan C (tanpa arang), namun perlakuan B (arang batok kelapa) memberikan pengaruh yang nyata dibandingkan perlakuan C (tanpa arang).
PENGARUH SUMBER AIR YANG BERBEDA TERHADAP PEMELIHARAAN LARVA IKAN BETOK (Anabas Testudineus) DI INSTALASI BUDIDAYA IKAN LAHAN GAMBUT (IBILAGA) DESA GARUNG KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Augusta, Tania Serezova; Setyani, Deby; Mantuh, Yusanti; Yustina, Meyke
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22242

Abstract

Pemeliharaan larva ikan betok (Anabas testudineus) merupakan fase krusial yang membutuhkan pengelolaan lingkungan secara presisi, terutama terkait kesiapan media pemeliharaan, pemberian pakan awal, dan kestabilan kualitas perairan. Pada tahap ini, larva dipelihara dalam wadah terkontrol dengan perhatian utama pada keseimbangan parameter fisika-kimia air serta kesesuaian ukuran dan kandungan nutrisi pakan terhadap kapasitas makan larva. Kondisi tersebut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup dan mendukung pertumbuhan larva secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sumber air yang berbeda terhadap performa pemeliharaan larva ikan betok. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga jenis sumber air sebagai perlakuan, yaitu air sumur bor, air sungai, dan air olahan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup dan mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air sumur bor memberikan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu Perlakuan A menghasilkan survival rate rata-rata tertinggi sebesar 97,1% dengan mortalitas 3,8%, diikuti Perlakuan B dengan survival rate 96,6% dan mortalitas 3,3%, sedangkan Perlakuan C menunjukkan survival rate terendah sebesar 94,2% dengan mortalitas 5,7%. Kondisi kualitas air selama penelitian relatif stabil, dengan kisaran suhu 29,2–29,3°C, pH 6,6–6,7, serta konsentrasi oksigen terlarut (DO) antara 11,2–11,7 mg/L. Kata Kunci :