Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Status Fisik American Society of Anesthesiologist (ASA) dengan Pencapaian Waktu Pulih Bromage Score pada Pasien Post Anestesi Spinal di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Salsabila, Kamilia Tasya; Yudono, Danang Tri; Suandika, Made
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i2.8433

Abstract

Spinal anesthesia is a method of anesthesia by injecting local anesthetic drugs into the subarachnoid space in the lumbar region. The Bromage Score is used to assess the recovery of motor function in the lower extremities and to determine the patient's readiness to be transferred from the recovery room to the inpatient ward. The recovery level of motor function is influenced by various factors, including the patient's physical status assessed through the American Society of Anesthesiologists (ASA) classification. This study aims to determine the relationship between ASA physical status and the time to achieve the Bromage Score in post-spinal anesthesia patients at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. This study used a survey research design with a cross-sectional approach, where each subject was observed once, and measurements were conducted simultaneously. The study results showed that the patient age distribution was 22 people (38.5%), gender distribution was 39 people (68.4%), Body Mass Index (BMI) was 31 people (54.4%), and drug type usage was 57 people (100%). Patients with ASA II physical status numbered 35 people (61.4%), and the time to achieve a Bromage Score < 4 hours was found in 32 people (56.1%). The conclusion is that there is a significant relationship between the physical status of the American Society of Anesthesiologists (ASA) and the time to achieve the Bromage Score in post-spinal anesthesia patients at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, with a p-value of 0.001 (p < 0.05).
Durasi Pencapaian Anestesi Stadium 3 Pada Pasien General Anesthesia Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Ihsan, Muhammad Galih; Budi, Martyarini; Yudono, Danang Tri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1935

Abstract

General anaesthesia is an important part of surgery that requires the achievement of stage 3 anaesthesia effectively and safely. The duration of achieving this stage is influenced by several factors, including age, body mass index (BMI), and physical status based on the American Society of Anesthesiologists (ASA) classification. This study aims to describe the duration of achievement of stage 3 anaesthesia stages in patients with general anaesthesia at RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. A sample of 95 patients undergoing general anaesthesia was selected using accidental sampling technique. Data were collected through direct observation and medical record documentation, then analysed univariately in the form of frequency distribution and percentage. The results showed that the duration of achieving stage 3 anaesthesia was mostly >60 seconds in adult patients (47.3%), ASA II physical status (51,6%), and overweight BMI category (44.2%). Meanwhile, duration ≤60 seconds was more common in elderly and ASA III patients. These findings suggest that age, physical status, and BMI affect the speed of achieving stage 3 anaesthesia. Therefore, adjusting the dose and technique of anaesthesia induction based on patient characteristics is necessary to improve the safety and effectiveness of anaesthesia. Keywords : general anaesthesia, duration of anaesthesia, patient characteristics
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tekanan Darah pada Pasien Pre Operasi dengan Spinal Anestesi Saputra, Jihan; Yudono, Danang Tri; Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2378

Abstract

Peningkatan tekanan darah sebelum operasi dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh, Perubahan tekanan darah pada pemberian anestesi spinal dapat terjadi karena beberapa faktor seperti status psikologis pasien. Status psikologis pasien dalam hal ini berkaitan dengan kecemasan pasien. Kecemasan akan mengakibatkan hiperaktivitas saraf simpatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini menggunakan teknik survei cross sectional dengan desain penelitian korelasional. Sebanyak 116 pasien respon yang dijadwalkan menjalani operasi anestesi tulang belakang dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan pendekatan consecutive sampling. Lembar kuesioner APAIS digunakan untuk mengumpulkan data. Uji validitas serta reliabilitas instrumen APAIS memiliki nilai cronbach alfa keceasan yaitu 0.825 dan 0.863.Penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien pre operasi paling banyak responden usia kategori dewasa awal (26-35 tahun) (39.7%), jenis kelamin laki-laki (52.6%), serta status gizi normal (59.5%). Rata-rata tingkat kecemasan pada individu yang menjalani anestesi tulang belakang sebelum operasi adalah 22,37. Sedangkan pasien anestesi tulang belakang pra operasi memiliki rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 143,28 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 88,59 mmHg. Uji Spearman rank menghasilkan nilai p value sebesar 0,000 dan 0,001 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien yang menjalani anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Gambaran Aldrete Score pada Pasien Post Operasi dengan General Anestesi Asiyah, Ruth Sabadilla Fitri; Suandika, Made; Yudono, Danang Tri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2463

Abstract

General anestesi merupakan teknik yang paling sering dipilih dalam melakukan pembedahan, pemulihan dari general anestesi secara rutin dikelola di ruang pemulihan. Aldrete Score yaitu skor paling umum digunakan oleh pasien untuk menjadi kriteria dikeluarkan dari PACU dan dipindahkan ke bangsal rawat inap. Pemantauan skor sangat penting dilakukan karena merupakan indicator pemindahan pasien ke ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aldrete score pada pasien post operasi dengan anestesi general. Desain penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada bulan September 2023 dengan populasi seluruh pasien dewasa yang menjalani tindakan operasi dengan anestesi umum dan sampel berjumlah 67 responden. Data diambil menggunakan teknik observasi yang dicatat didalam lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji distribusi frequensi menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini mendapatkan hasil aldrete score >8 dalam waktu <15 menit atau mengalami pulih cepat sebanyak 56 responden (83,6%). Berdasarkan karekteristik responden juga didapatkan hasil yang sama yaitu mendapatkan hasil aldrete score >8 dalam waktu <15 menit atau mengalami pulih cepat dengan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (55,2%), berusia 26-45 tahun sebanyak 28 responden (41,8%) dan menjalani operasi bedah umum sebanyak 25 responden (37,3%).
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam Melakukan Prosedur Pemasangan Endotracheal Tube Murni, Rizka Anggia; Yudono, Danang Tri; Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3066

Abstract

Pengetahuan dalam melakukan pememasang endotracheal tube ini harus dikuasai oleh seorang mahasiswa keperawatan anestesiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam melakukan pemasangan endotracheal tube di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto berdasarkan jenis kelamin dan tingkat semesternya. Desain penelitian menggunakan kuantitatif survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 498 mahasiswa keperawatan anestesiologi semester IV, VI dan VIII dan sampel sebanyak 220 mahasiswa yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan uji validitas valid dengan nilai r hitung > r tabel, dan uji reliabilitas reliabel dengan nilai cronbach’s alpha > 0,060 dengan analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa memiliki pengetahuan baik (99,5%) dan terdapat (0,5%) memiliki pengetahuan cukup dalam melakukan prosedur pemasangan endotracheal tube. Berdasarkan jenis kelamin terdapat 24,5% berjenis kelamin laki-laki dan terdapat 75,0% berjenis kelamin perempuan. Sementara berdasarkan semester terdapat 35,9% dari semester VI memiliki pengetahuan baik, dan terdapat 0,5% dari semester VIII memiliki pengetahuan cukup.
Hubungan Lama Operasi dan Kebutuhan Oksigenasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien dengan Anestesi Spinal Hasan, Adhariannur; Yudono, Danang Tri; Suandika, Made; Susanto, Amin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4292

Abstract

Orang yang menjalani anestesi akan kehilangan semua indra, termasuk sentuhan, suhu, pergerakan, dan nyeri. Pasien lebih rentan shivering saat menjalani anestesi spinal karena anestesi spinal mencegah penyempitan pembuluh darah dan mendistribusikan kembali panas inti dari tubuh (di bawah level blok) ke jaringan perifer. Lamanya operasi dan kebutuhan oksigenasi adalah dua faktor yang memengaruhi kemungkinan shivering. Pasien yang shivering menggunakan lebih banyak oksigen, yang meningkatkan resiko hipoksemia dan nyeri selama prosedur anestesi spinal. Studi ini berupaya untuk memastikan apakah shivering selama anestesi spinal berhubungan dengan lamanya operasi, kebutuhan oksigenasi, atau keduanya. Desain studi deskriptif analitis cross-sectional digunakan. Metode yang dipakai dalam studi ini adalah purposive sampling, yang mencakup 89 responden menurut hasil perhitungan populasi menggunakan rumus Slovin. Uji Pearson dan peringkat Spearman digunakan dalam analisis data studi ini. Dengan kekuatan korelasi sebesar 0,291 dan nilai-p sebesar 0,006 < 0,05, hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif antara lamanya operasi dan kejadian shivering. Dengan menggunakan uji Pearson dengan nilai-p sebesar 0,109 > 0,05, penelitian ini tidak menemukan korelasi antara kebutuhan oksigenasi dan kejadian shivering. Pada pasien yang dilakukan anestesi spinal, terdapat korelasi positif antara jumlah shivering dan lamanya operasi. Pada pasien yang dilakukan anestesi spinal, tidak terdapat korelasi antara kebutuhan oksigen dan shivering.
Analisa Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien Ca Mamae dengan tindakan kemoterapi yudono, danang tri
Viva Medika Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v11i02.461

Abstract

ABSTRACT About 39,620 women die each year from breast cancer (MOH, 2013) in Indonesia. One medical treatment in cancer patients is by chemotherapy, some side effects of chemotherapy are fission effects such as digestive disorders, hormonal disorders, and psychological effects in the form of anxiety. This study aims to determine what factors influence the level of anxiety in Ca Mamae patients with chemotherapy. This study used a descriptive correlational design with a cross sectional approach. The tool used in this study is a questionnaire adapted from the ZSAS (Zung Scale Anciety Score) instrument to measure anxiety in Ca Mamae patients with chemotherapy. The results of this study obtained factors of age, work, education, history of chemotherapy and stage of cancer is one of the causes of anxiety. From Chi Square results, age p = 0.45 (p> 0.5), education p = 95 (p> 0.05), work p = 0.85 (p> 0.05), cancer stage p = 0.000 (p <0.05), the frequency of chemotherapy p = 0.47 (p> 0.05), indicating that the most influential factor in anxiety is at the stage of cancer. Keywords: age, occupation, education, stage of cancer, frequency of chemotherapy, anxiety, chemotherapy.
Hubungan Usia Dengan Hipotermi pada Pasien Lanjut Usia Post General Anestesi di Ruang Pemulihan Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Wulandari, Ratri; Wibowo, Tophan Heri; Yudono, Danang Tri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.855

Abstract

Kasus yang sering terjadi pada saat post anestesi diruang pemulihan salah satunya hipotermi, hipotermi dapat terjadi 5-65% pada pasien post general anestesi. Pada pasien lansia cenderung lebih besar mengalami hipotermi dibandingkan dengan pasien yang lebih muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan hipotermi pada pasien lanjut usia post general anestesi diruang pemulihan rumah sakit Jatiwinangun Purwokerto. Metode jenis penelitian menggunakan kuantitatif, design analitik korelatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Analisa menggunakan uji univariat dan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan usia dengan hipotermi pada pasien lanjut usia dengan hasil Pvalue 0,001 (Pvalue <0,05). Hasil koefisien korelasi -0,560 yang berarti bahwa kekuatan hubungan nya adalah moderat dengan arah negatif.
Gambaran Aktivitas Fisik pada Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Purwokerto Utara II Krismaryani, Weni; Yudono, Danang Tri; N.A, Fauziah Hanum
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.876

Abstract

Latarbelakang: Perubahan fisik terjadi terhadap lansia membuat penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Akibatnya tekanan darah melambung tinggi atau hipertensi merupakan masalah kesehatan yang biasa di kalangan lansia. Aktivitas fisik yang teratur membantu agar berat badan seimbang dan memperkuat jantung serta sistem pembuluh darah. Gaya hidup tidak baik dapat membuat seseorang mengalami hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik lanjut usia penderita hipertensi di Puskesmas Purwokerto Utara II. Metode: penelitian ini menggunakan deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Purwokerto Utara II. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling didapat 56 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia paling aktif adalah 60-69 tahun dan cukup aktif, dengan 13 responden (23,2%). Jenis kelamin yang paling aktif secara fisik adalah laki-laki dengan aktivitas fisik sedang diantara 18 responden (32,1%). Pendidikan dengan aktivitas dasar adalah pendidikan dasar dengan aktivitas fisik sedang, bahkan sebanyak 19 responden (33,9%). Pekerjaan yang paling banyak melakukan aktivitas fisik adalah pekerja aktif sedang sebanyak 15 responden (26,8%). Durasi daya tahan saat aktivitas fisik paling dominan yaitu periode daya tahan 6-10 tahun dengan aktivitas fisik sedang (51,8%). Kesimpulan: aktivitas fisik pada lansia di Puskesmas Purwokerto Utara II sebagian besar pada kategori sedang sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak manajemen puskesmas agar menambah jumlah perawat agar lebih mempermudah pelayanan di Puskesmas tersebut
Edukasi Penanganan Sumbatan Jalan Napas Oleh Benda Asing pada Anak Usia 2-5 Tahun Menggunakan Teknik Heimlich Maneuver Maitsa, Hilvi; Yudono, Danang Tri; Yudha, Magenda Bisma
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.654

Abstract

Introduction: Choking in young children occurs when a foreign object enters the airway and blocks the flow of oxygen. This condition is dangerous because it can cause hypoxia and even death. One effective treatment is first aid using the Heimlich maneuver technique. Objective: This community service program aims to determine the level of knowledge and skills of mothers in managing airway obstruction caused by foreign objects in children aged 2–5 years using the Heimlich maneuver in Randegan Village, Wangon District. Method: This community service program was conducted through education using audiovisual media, distribution of leaflets, and pre-tests and post-tests to measure the participants' level of knowledge. The activity was attended by 30 mothers who had children aged 2–5 years in Randegan Village, Wangon District. Result: The results showed that before the education, the majority of participants had insufficient knowledge (14 participants or 46.7%) and unskilled skills (20 participants or 66.7%). After the education, good knowledge increased to 23 participants (76.7%) and skilled skills to 25 participants (83.3%). Statistical analysis showed that the increase in knowledge and skills was significant (p < 0.05). Conclusion: Education has been proven to improve mothers' knowledge and skills in handling airway obstruction in toddlers using the Heimlich maneuver technique.