Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Kiwari

Peran Interaksi Simbolik dalam Melakukan Komunikasi Pemasaran di Media Sosial Instagram Maxima Project Riady, Aldo; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33060

Abstract

Symbolic interaction is always used by humans to carry out every activity. As the object of this research, the Maxima Project uses symbolic meaning in marketing communication on Instagram social media to communicate with audiences and target markets. Social media is the easiest and most flexible means of marketing advertisements, brands, or companies. This research wants to know how the Maxima Project conducts marketing communication on Instagram social media, which is studied using symbolic interaction theory. As a result, marketing communication is important for a company's sustainability. Company promotion will increase the public's attraction to a brand or company. Stages such as thinking about ideas, content, and concepts and looking at the target and market situation give maximum results to the Maxima Project. Interaksi simbolik selalu digunakan oleh manusia dalam melakukan setiap aktivitas. Maxima Project selaku objek dari penelitian ini menggunakan makna simbolis dalam komunikasi pemasaran di media sosial Instagram untuk berkomunikasi dengan khalayak dan target pasar. Media sosial menjadi sarana yang paling mudah dan fleksibel dalam melakukan pemasaran iklan, brand, ataupun perusahaan. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana Maxima Project melakukan komunikasi pemasaran di media sosial Instagram dikaji dengan teori interaksi simbolik. Hasilnya, komunikasi pemasaran merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Promosi perusahaan akan meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap sebuah brand atau perusahaan. Tahap-tahap seperti memikirkan ide, konten, konsep, melihat target dan situasi pasar, memberikan hasil yang maksimal kepada Maxima Project.
Peran Ekologi Media dalam Media Sosial The 21st IFRA Business Expo 2023 Winarso, Sebastian Raynaldi; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33095

Abstract

Social media has become a very influential platform in disseminating information and promoting events. In this context, the concept of media ecology emerged as a framework for understanding the complex interactions between social media, users, and event content. This study aims to analyze how media ecology plays a role in promoting an event through social media. Through a qualitative approach, this research involves analyzing the content of various social media platforms used to promote certain events. In addition, interviews with social media users and event managers were also conducted to understand their perceptions and experiences in the social media ecosystem. The research results show that media ecology in social media plays a key role in creating mutually beneficial interactions between users, platforms and event content. Social media users actively contributed to spreading information about the event, using features such as hashtags, images and videos and collaborating with influencers to increase visibility. Social media platforms, on the other hand, provide space for various types of promotional content and facilitate interaction between users. By leveraging complex interactions between users, platforms, and content, event organizers can create more effective and impactful promotional campaigns. This research provides in-depth insight into the dynamics of the media ecology in promoting The 21st IFRA Business Expo 2023 via social media, providing a basis for developing smarter promotional strategies in the future Media sosial telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam menyebarkan informasi dan mempromosikan acara-acara. Dalam konteks ini, konsep ekologi media muncul sebagai kerangka kerja untuk memahami interaksi kompleks antara media sosial, pengguna, dan konten acara. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekologi media berperan dalam mempromosikan sebuah acara melalui media sosial. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan analisis konten dari berbagai platform media sosial yang digunakan untuk mempromosikan acara tertentu. Selain itu, wawancara dengan pengguna media sosial dan pengelola acara juga dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman mereka dalam ekosistem media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekologi media dalam media sosial memainkan peran kunci dalam menciptakan interaksi yang saling menguntungkan antara pengguna, platform, dan konten acara. Pengguna media sosial secara aktif berkontribusi dalam menyebarkan informasi tentang acara, menggunakan fitur-fitur seperti hashtag, gambar, dan video dan berkolaborasi dengan para influencer untuk meningkatkan visibilitas. Platform media sosial, di sisi lain, menyediakan ruang untuk berbagai jenis konten promosi dan memfasilitasi interaksi antarpengguna. Dengan memanfaatkan interaksi yang kompleks antara pengguna, platform, dan konten, penyelenggara acara dapat menciptakan kampanye promosi yang lebih efektif dan berdampak. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika ekologi media dalam mempromosikan acara The 21st IFRA Business Expo 2023 melalui media sosial, memberikan dasar untuk pengembangan strategi promosi yang lebih cerdas di masa depan.
Analisis Teori Ekologi Media terhadap Konten Pemasaran Siregar, Dewi Mega Lestari; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33739

Abstract

Content marketing is a stage that needs to be considered to build or create consumer purchasing decisions. This research analyses how content marketing plays a role in consumer purchasing decisions at company X. The research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected using in-depth interviews with consumers and management of Company X, as well as content analysis from social media and other digital platforms. Analysis was conducted using Miles and Huberman analysis techniques to identify patterns and themes that emerged from the data. The results show that media ecology plays an important role in content marketing towards consumer purchasing decisions at company X. Consumer needs can be recognised by using clear and informative content. In seeking information, consumers rely on a combination of digital and interpersonal sources, such as online reviews, friend recommendations, and advertisements. Meanwhile, alternative evaluation is influenced by credible and transparent content to build trust and high standards in evaluating products. The decision to buy is strongly influenced by convincing and relevant content, which can increase the audience's confidence in making a decision. Konten marketing menjadi tahapan yang perlu diperhatikan untuk membangun atau menciptakan keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menganalisis bagaimana konten marketing berperan dalam keputusan pembelian konsumen di perusahaan X. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dengan konsumen dan pihak manajemen perusahaan X, serta analisis konten dari media sosial dan platform digital lainnya. Analisis ilakukan dengan menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekologi media memainkan peran penting dalam konten marketing terhadap keputusan pembelian konsumen pada perusahaan X. Kebutuhan konsumen dapat dikenali dengan menggunakan konten yang jelas dan informatif. Dalam mencari informasi, konsumen mengandalkan kombinasi sumber digital dan interpersonal, seperti ulasan online, rekomendasi teman, dan iklan. Sementara itu, evaluasi alternatif dipengaruhi oleh konten yang kredibel dan transparan guna membangun kepercayaan dan standar tinggi dalam mengevaluasi produk. Keputusan untuk membeli sangat dipengaruhi oleh konten yang meyakinkan dan relevan, yang dapat meningkatkan keyakinan audiens dalam membuat keputusan.
Menciptakan Brand Awareness Dalam Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Platform Media Sosial Yolanda, Vania; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34981

Abstract

This research discusses communication strategies in building brand awareness through company social media in the digital era. With a qualitative approach, this research analyzes the role of social media as a platform for company interaction with consumers, especially in promoting products and strengthening brand image. Data collected through in-depth interviews with sources from companies and consumers. A case study at company x shows that the use of creative communication strategies, such as interesting content, two-way interactions, and the use of social media features, succeeded in increasing brand awareness. The research results reveal that brand awareness elements, such as brand recall and brand recognition, play an important role in creating a close relationship between consumers and brands. In addition, test validity and reliability to show that the data collected is valid and consistent. The conclusions of this research emphasize how important continuous innovation is in social media strategy to maintain brand awareness amidst very tight market competition. The advice given is for companies to be more active on social media and follow digital trends to remain competitive in the market. Penelitian ini membahas strategi komunikasi dalam membangun brand awareness melalui media sosial perusahaan di era digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis peran media sosial sebagai platform interaksi perusahaan dengan konsumen, terutama dalam mempromosikan produk dan memperkuat citra merek. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan narasumber dari perusahaan dan konsumen. Studi kasus pada brand X menunjukkan bahwa penggunaan strategi komunikasi kreatif, seperti konten yang menarik, interaksi dua arah, dan pemanfaatan fitur media sosial berhasil meningkatkan kesadaran merek. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen brand awareness, seperti brand recall, dan brand recognition memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang erat antara konsumen dan merek. Selain itu, uji validitas dan reliabilitas untuk menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan valid dan konsisten. Kesimpulan penelitian ini menegaskan seberapa pentingnya inovasi yang berkelanjutan dalam strategi media sosial untuk mempertahankan kesadaran merek di tengah persaingan pasar yang sangat ketat. Saran yang diberikan adalah agar perusahaan dapat lebih aktif di media sosial dan mengikuti tren digital untuk tetap kompetitif di pasar.
Perkembangan Komunikasi Pemain dalam Menganalisis Genshin Impact di Industri Games Pranata, Yogi Vernando; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34998

Abstract

Now developments in the digital era have become more advanced, especially in the  games industry which has become increasingly sophisticated. But looking back at the  time when the world was experiencing the Covid 19 pandemic, where almost all  industries experienced a crisis in all fields, including the games industry. That's when  a game called Genshin Impact appeared which unexpectedly captured the hearts of  video game players. But with all the success that has been achieved, there are many  complaints that arise. Starting from player input that the developer doesn't listen to,  games that experience lots of bugs to data in the game that is leaked to the internet.  By using the Phenomenological research method, researchers can dig deeper into  information regarding individual points of view, experiences and views regarding the  topic being studied. As well as being more subjective in choosing research subjects, so  that research can be more in depth with the perception of the object being studied.  Through this research, researchers will analyze Genshin Impact player  communication using the use and gratification theory. Sekarang perkembangan zaman di era digital sudah semakin maju, terutama di bidang  industri games yang sudah semakin canggih. Tetapi melihat kembali ke belakang pada  saat dunia sedang mengalami pandemi Covid-19, yang dimana hampir seluruh industri  mengalami krisis di segala bidang termasuk industri games. Di saat itulah muncul  sebuah game bernama Genshin Impact yang tidak disangka dapat memikat hati para  pemain video games. Tetapi dengan segala kesuksesan yang telah diraih, terdapat  banyak keluhan yang bermunculan. Mulai dari masukan player yang tidak di dengar  developer, game yang banyak mengalami bug sampai data di dalam game yang bocor  ke internet. Dengan menggunakan metode penelitian fenomenologi, peneliti dapat  menggali informasi lebih dalam mengenai sudut pandang, pengalaman dan pandangan  individu mengenai topik yang diteliti. Serta lebih subjektif dalam memilih subjek  penelitian, supaya penelitian dapat lebih masuk pada persepsi obyek yang diteliti.  Melalui penelitian ini, peneliti akan menganalisis komunikasi pemain Genshin Impact  dengan menggunakan teori penggunaan dan gratifikasi.
Dampak Isu Pornografi di Media Sosial Instagram terhadap Mahasiswa/i di Jakarta Barat Satria, Adi; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35400

Abstract

This study analyses the effects of Instagram use among university students in West Jakarta, with a focus on pornography issues. As a platform that prioritises visuals, Instagram has become a platform for social interaction. Using a qualitative approach and phenomenological methods, this study investigates how features such as stories, direct messages, and comments enable creative communication while also generating potential risks such as the emergence of explicit content. All of this indicates that Instagram is not only a communication platform but also a platform that shapes the norms, values, and social perceptions of its users. According to media ecology theory, this platform can create virtual communities and strengthen social networks, but it can also create problems such as social media pressure and a lack of face-to-face interaction. Wise use is necessary to maximise positive energy and minimise negative energy on Instagram. Not only that, Instagram's algorithm, which regulates content based on user preferences, is sometimes unable to filter out negative content. Penelitian ini menganalisis efek penggunaan media sosial instagram di kalangan mahasiswa/wi di Jakarta Barat, dengan fokus pada isu-isu pornografi. Sebagai platform yang mengedepankan visual, Instagram telah menjadi platform interaksi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, penelitian ini menyelidiki bagaimana fitur-fitur seperti stories, direct message, dan comment memungkinkan komunikasi yang kreatif sekaligus menghasilkan potensi yang berisiko seperti munculnya konten eksplisit. Semua ini menunjukkan bahwa Instagram bukan hanya sebuah platform komunikasi tetapi juga sebuah platform yang membentuk norma, nilai, dan persepsi sosial pengguna instagam. Menurut teori ekologi media, platform ini dapat menciptakan komunitas virtual dan memperkuat jaringan sosial, tetapi juga dapat menciptakan masalah seperti tekanan di media sosial dan kurangnya interaksi tatap muka dan penggunaan yang bijak diperlukan untuk memaksimalkan energi positif dan meminimalkan energi negatif di instagram. Bukan hanya itu, algoritma Instagram yang mengatur konten berdasarkan preferensi pengguna kadang-kadang tidak bisa menyaring konten negatif.
Peran Komunikasi Pelatih dalam Penguatan Kolaborasi Tim Futsal Mahasiswa Sumbaha, Wahyu Asmaraman; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36796

Abstract

This study aims to examine how the coach of the Futsal Student Activity Unit (UKM) at Universitas Tarumanagara applies communication strategies in building teamwork through the lens of Communication Accommodation Theory developed by Howard Giles. The study employs a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with the coach as the primary informant, supported by relevant documentation and observational data. The findings indicate that the coach applies various forms of communication accommodation, particularly convergent accommodation, by adjusting language use, speaking style, and interpersonal approaches to suit the players’ diverse characteristics and backgrounds. The coach also demonstrates communicative equality among players, both senior and junior, which contributes to the development of team solidarity. In addition to verbal communication, the use of nonverbal cues and message repetition plays an important role in fostering a positive communication climate. These communication strategies significantly contribute to the formation of a team culture that emphasizes respect, openness, and discipline, thereby supporting the development of strong and cohesive teamwork. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelatih Ukm Futsal Universitas Tarumanagara menerapkan strategi komunikasi dalam membangun kerjasama tim melalui pendekatan Teori Akomodasi Komunikasi yang dikembangkan oleh Howard Giles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelatih sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan berbagai bentuk akomodasi komunikasi terutama akomodasi konvergen, dengan menyesuaikan bahasa, gaya bicara, dan pendekatan personal sesuai dengan karakter dan latar belakang pemain. Pelatih juga menunjukkan kesetaraan komunikasi antar pemain baik senior maupun junior, untuk membentuk solidaritas tim. Selain komunikasi verbal, penggunaan komunikasi nonverbal dan pengulangan pesan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana komunikasi yang positif. Strategi komunikasi ini secara signifikan berkontribusi dalam membentuk budaya tim yang menjunjung nilai respek, keterbukaan, kedisiplinan sehingga mendukung terciptanya kerjasama tim yang solid.
Komunikasi Pemasaran Global Merk Mills: Studi Kasus Ekspansi Pasar Internasional Wijaya, Endrio Chandra; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36806

Abstract

This study examines the brand communication tactics used by Mills, a regional sportswear company from Indonesia, to penetrate the international market. Mills chose to implement a global branding strategy amid challenges such as declining local purchasing power and the dominance of multinational giants such as Nike and Adidas. The study identified key tactics, such as international partnerships with football teams, influencer marketing, integrated social media campaigns, and culturally sensitive branding messages, using qualitative case study techniques that included in-depth interviews and document analysis. The results show that through collaborations with international clubs, authenticity initiatives such as product holograms, and narrative advertising such as ‘From Indonesia to the World,’ Mills has successfully increased brand awareness. The study found that when brand communication is digitally optimised and culturally sensitive, it can strengthen national identity and product credibility while enabling local companies to compete at a global level. Penelitian ini mengkaji taktik komunikasi merek yang digunakan oleh Mills, sebuah perusahaan pakaian olahraga regional asal Indonesia untuk menembus pasar internasional. Mills memilih untuk menerapkan strategi branding global di tengah tantangan seperti menurunnya daya beli lokal dan dominasi raksasa multinasional seperti Nike dan Adidas. Studi ini menemukan taktik penting, seperti kemitraan internasional dengan tim sepak bola, pemasaran influencer, kampanye media sosial terintegrasi, dan pesan branding yang sensitif secara budaya, menggunakan teknik studi kasus kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kolaborasi dengan klub-klub internasional, inisiatif keaslian seperti hologram produk, dan iklan cerita seperti “Dari Indonesia ke Dunia,” Mills berhasil meningkatkan kesadaran merek. Studi ini menemukan bahwa ketika komunikasi merek dioptimalkan secara digital dan sensitif secara budaya, hal ini dapat memperkuat identitas nasional dan kredibilitas produk sambil memungkinkan perusahaan lokal bersaing di tingkat global.
Makna Tinju sebagai Lifestyle Sport dalam Perspektif Interaksi Simbolik pada Generasi Z Ramadhan, Daffananda Okto; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36825

Abstract

This study aims to explore how Generation Z interprets boxing as part of a lifestyle sport through the perspective of Symbolic Interactionism. The research is grounded in the phenomenon of a shifting meaning of boxing, which is no longer understood solely as a harsh and competitive sport, but also as a form of physical fitness, self-care, and a symbol of a modern lifestyle among young people. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations in boxing training spaces, and visual and digital documentation, and analyzed using a descriptive-reflective method with source triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that the meaning of boxing is constructed through a gradual process of symbolic interaction. Social media serves as the initial point of engagement, introducing visual symbols of boxing that generate interest prior to direct experience. Interactions within training environments, particularly with coaches and fellow trainees, reinforce meaning exchange and self-reflection. Over time, training routines are internalized as part of a more active, structured, and self-oriented daily rhythm. Boxing is ultimately interpreted as a symbol of discipline, self-confidence, and a modern lifestyle identity, while also fostering a sense of personal achievement and self-transformation in Generation Z’s everyday life. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z memaknai olahraga tinju sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle sport) melalui perspektif Teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini berangkat dari fenomena pergeseran makna tinju yang tidak lagi dipahami semata sebagai olahraga keras dan kompetitif, tetapi juga sebagai sarana kebugaran, perawatan diri, serta simbol gaya hidup modern di kalangan generasi muda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi di ruang latihan, serta dokumentasi visual dan digital, kemudian dianalisis secara deskriptif-reflektif dengan triangulasi sumber untuk menjaga kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan tinju terbentuk melalui proses interaksi simbolik yang berlangsung secara bertahap. Media sosial berperan sebagai pintu awal perjumpaan Generasi Z dengan simbol visual tinju yang menumbuhkan ketertarikan awal. Pengalaman langsung di ruang latihan, melalui interaksi dengan pelatih dan teman latihan, memperkuat pertukaran makna dan membentuk refleksi diri. Rutinitas latihan kemudian diinternalisasi sebagai bagian dari ritme hidup yang lebih aktif, terarah, dan berorientasi pada perawatan fisik serta emosional. Tinju dimaknai sebagai simbol kedisiplinan, kepercayaan diri, dan identitas gaya hidup modern, sekaligus menghadirkan rasa pencapaian dan transformasi diri dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z.
Brand Ambassador AESPA sebagai Penunjang Brand Image Nabati Richoco Renwarin, Angie Veronica; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37008

Abstract

This study explores how K-Pop brand ambassadors contribute to brand image amidst the trend of utilizing K-Pop idols in digital marketing communication strategies. This study begins with the phenomenon of utilizing collaboration campaigns, exclusive photocards, and fan engagement activities on social media to examine the emotional closeness between brands and fans. The purpose of this study is to understand the presence of Aespa as a brand ambassador to support the brand image of Nabati Richoco among K-Pop fans exposed to the collaboration campaign. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the direct experiences of Aespa fans who learned about the collaboration, saw promotional materials, and purchased Aespa x Richoco products. Data were obtained through in-depth interviews with informants selected purposively based on their involvement. The analysis focuses on brand image factors (Strength of Brand Association, Favorability of Brand Association, and Uniqueness of Brand Association) and VisCAP indicators (visibility, credibility, attraction, power) to see how brand ambassadors are able to shape public perception of the brand image. The results show that brand collaborations, iconic jingles, and photocards are the main reasons why fans purchase products. Penelitian ini berisi bagaimana brand ambassador K-Pop berkontribusi dalam brand image di tengah tren pemanfaatan idol K‑Pop dalam strategi komunikasi pemasaran digital. Penelitian ini berangkat dari fenomena pemanfaatan kampanye kolaborasi, photocard eksklusif, dan aktivitas fan engagement di media sosial untuk melihat kedekatan emosional antara merek dan penggemar. Tujuan penelitian ini untuk memahami kehadiran Aespa sebagai brand ambassador sebagai penunjang citra merek Nabati Richoco di kalangan penggemar K‑Pop yang terpapar kampanye kolaborasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman langsung penggemar Aespa yang mengetahui kolaborasi, melihat materi promosi, dan membeli produk Aespa x Richoco. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka. Analisis berfokus pada faktor brand image (Strength of Brand Association, Favorability of Brand Association, dan Uniqueness of Brand Association) dan indikator VisCAP (visibility, credibility, attraction, power) untuk melihat bagaimana brand ambassador seperti mampu membentuk persepsi masyarakat terhadap brand image. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi merek, jingle ikonik, dan photocard, menjadi alasan utama mengapa penggemar membeli produk.