Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN KONSEP DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (DRP) DALAM MENDUKUNG SISTEM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) PADA PT. XYZ Sinulingga, Sukaria; Matondang, Nazaruddin; Daulay, Donni Syahrial Hanafi
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 18 No. 1 (2016): JSTI Volume 18 Number 1 January 2016
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.419 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v18i1.336

Abstract

PT. Gold Coin Indonesia-Medan merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pakan ternakmemiliki rantai distribusi dari Central Supply Facilities (CSF) di Medan ke Distribution Center (DC) yangberada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau serta Kepulauan Riau. Proses pendistribusianmengalami kendala dalam proyeksi permintaan pada masing-masing DC pada masa yang akan datang sebabmasih cenderung menggunakan metode estimasi dan trial and error. Hal ini menyebabkan terjadinyaketerlambatan pengiriman dan kekurangan jumlah produk pada DC sehingga tidak terpenuhinya permintaanpelanggan. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) yang ada tidak berjalan lancar karenamengalami kendala pada rantai pasok manufaktur dan distribusi tersebut. Oleh karena itu, penulis mengambiljudul penelitian “Perancangan Konsep Distribution Resource Planning (DRP) Dalam Mendukung Sistem SupplyChain Management (SCM) Pada PT. Gold Coin Indonesia – Medan.”Penyelesaian permasalahan pendistribusiandilakukan dengan melakukan peramalan (forecasting) data permintaan pada setiap DC, melakukan perhitunganorder quantity, perhitungan frekuensi pemesanan, perhitungan safety stock, dan penyusunan DRP worksheet.Konsep DRP memberikan aliran produk dari CSF ke setiap DC pada waktu dan jumlah yang sudah terintegrasi,sehingga dapat menjaga kelancaran pengiriman produk dalam memenuhi kebutuhan atau permintaan sertameningkatkan pelayanan terhadap pelanggan melalui perencanaan pendistribusian yang memproyeksikankebutuhan yang akan datang sehingga dapat mengurangi stock out. Penggunaan Distribution Resource Planning(DRP) menyebakan penurunan biaya distribusi sebesar Rp. 58,443,442;- atau 10 % dari kondisi aktualperusahaan selama ini. Perhitungan safety stock dilakukan sebagai acuan pemesanan kembali pada masingmasingDC. Hasil perhitungan safety stock untuk masing-masing DC adalah DC 1 sebanyak 46 ton, DC 2sebanyak 58 ton, DC 3 sebanyak 58 ton, dan DC 4 sebanyak 120 ton. Sedangkan untuk order quantity yangdiperoleh untuk masing-masing DC adalah DC 1 sebanyak 852 ton, DC 2 sebanyak 504 ton, DC 3 sebanyak 470ton, dan DC 4 sebanyak 360 ton. Dengan jumlah pemesanan sebagai berikut Jumlah pemesanan untuk masingmasingDC selama 13 periode yaitu DC 1 sebanyak 4 kali, DC 2 sebanyak 4 kali, DC 3 sebanyak 4 kali, dan DC4 sebanyak 8 kali. Hal ini dapat meminimalkan biaya distribusi.
Analisis Penilaian Postur Kerja dengan Metode REBA pada Aktivitas Manual Handling di Industri Pembuatan Sabun Daulay, Donni Syahrial Hanafi; Shalihin, Ahmad; Harahap, Akbar Gading; Khairunnisa, Khairunnisa; Indrawan, Surya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v21i1.1966

Abstract

Industri sabun dalam skala besar telah mengadopsi sistem otomatisasi yang signifikan, namun masih terdapat kegiatan penanganan manual di beberapa lokasi seperti proses penuangan bahan baku dan penyusunan produk jadi di palet secara manual di akhir jalur produksi. Posisi kerja yang tidak nyaman dalam aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya Gangguan Muskuloskeletal Terkait Pekerjaan (WMSDs) yang berpengaruh pada produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko postur kerja pada dua aktivitas manual handling kritis di sebuah pabrik sabun menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Studi observasional cross-sectional dilakukan di dua stasiun kerja yaitu intake material soap dan manual palletizing finish product pada lini produksi sabun pada perusahaan PT. XYZ. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas manual palletizing (menyusun kardus sabun ke palet) memiliki skor REBA tertinggi yaitu 15 (skor maksimal) dengan kategori Risiko sangat tinggi. Aktivitas intake material soap memperoleh skor REBA 14 (risiko sangat tinggi).