Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keberterimaan Masyarakat pada Penerapan Teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah Sistem Vermibiofilter Studi Kasus Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Iriani, Lia Yulia; Medawaty, Ida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.376 KB)

Abstract

- Pengolahan teknologi air limbah dengan vermibiofilter yang menggabungkan teknologi vermikompos dan teknologi biofilter merupakan salah satu hasil litbang, Pusat Litbang Permukiman, Kementerian PUPR. Teknologi vermibiofilter ini berfungsi untuk menurunkan pencemaran dalam buangan manusia. Hal ini dilakukan agar buangan manusia ketika berada dilingkungan tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Lumpur tinja yang berasal dari tangki septik harus diolah, karena mengandung polutan-polutan yang berbahaya bagi lingkungan. Lokasi penerapan model teknologi di Kab. Garut, terdiri dari 42 Kecamatan, 21 Kelurahan dan 403 Desa, jumlah penduduk 2.606.400 jiwa luas wilayah 3074 km2. (BPS 2018). Berdasarkan data kebutuhan target pencapaian MDGs bidang sanitasi sebanyak 76,9 %, kondisi saat ini telah mencapai 62,7 % total populasi dilayani fasilitas sanitasi yang sebagian besar merupakan onsite system. Persentase rumah tangga terhadap sanitasi yang layak sebesar 67,89%.( Dit.CK.2017). Permasalahan, belum adanya pengolahan lumpur tinja pada skala kecil atau komunal, menyebabkan diperlukan pengembangan teknologi vermibiofilter, kriteria desain dan kajian teknis mengenai teknologi ini belum banyak dan terbatas. Bagaimana peranserta masyarakat dilokasi penelitian terhadap teknologi tersebut yang diharapkan menghasilkan dampak positif. Tujuan penelitian memetakan teknologi hasil litbang dalam mendukung permasalahan bidang pengolahan air limbah, di masyarakat. Metode penelitian deskriptif untuk mengkaji permasalahan dari berbagai kondisi sistem lay-out pengolahan air limbah dengan cacing dengan karakteristik yang berbeda, melalui pendekatan ekologis, praktis, social masyarakat. Metode content analysis melalui metode content, Capacity Factor dan Technology Acceptance Method, dalam rangka mengevaluasi keberterimaan technology oleh masyarakat, diharapkan manfaatnya membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Penerapan Teknologi Pengolahan Air Secara Terpadu di Permukiman Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : Kawasan DAS Citarik, Sub DAS Hulu Citarum Hastuti, Elis; Medawaty, Ida; Iriani, Lia Yulia; Nuraeni, Reni
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.67-77

Abstract

Permukiman di kawasan daerah aliran sungai (DAS) terutama sungai-sungai yang melintasi kota-kota besar pada umumnya merupakan kawasan padat yang minim pelayanan air minum dan sanitasi. Adanya peningkatan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi dibeberapa kawasan belum dapat meningkatkan kualitas lingkungan, diantaranya karena teknologi belum sesuai persyaratan dan ekosistem DAS. Tujuan penelitian adalah mengkaji kinerja, keandalan serta pengelolaan teknologi pengolahan air dan sanitasi secara terpadudi kawasan yang memiliki ketergantungan air tanah dan tingginya pencemaran air limbah ke sungai. Pada penelitian ini digunakan metoda eksperimen skala lapangan, dan metoda deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk analisis kinerja teknologi serta pengelolaannya. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan terintegrasi potensi air permukaan dan penerapan sanitasi yang berorientasi daur ulang dapat meningkatkan upaya minimasi pencemaran dan peningkatan kualitas air sungai serta ekonomi masyarakat.Kinerja unit proses pengolahan air sungai pada kondisi stabil, dapat menghasilkan air olahan di kran umum sesuai bakumutu Permenkes 492/IV/2010. Sementara itu pada unit usaha air, menghasilkan airkemasan, diantaranya kualitas rata rata TDS 24 mg/L, kekeruhan 0,32 mg/L. Sedangkan kinerja unit proses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal yang terdiri dari biofilter dan pengolahan lanjutan sistem lahan basah buatan, hibrid dan filtrasi pasir, menunjukkan kualitas air olahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kolam ikan, irigasi pertanian atau operasional bank sampah.
Kinerja Kolam Sanita dalam Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Di Perkantoran Medawaty, Ida; Pamekas, R.
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.129-137

Abstract

Pengembangan sistem pengelolaan air limbah skala perkotaan, pada umumnya telah mengaplikasikan proses pengolahan secara kimiawi maupun biologi. Namun, sistem tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh permasalahan pencemaran air limbah. Pengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat memang dapat mengurangi beban pencemaran di suatu kawasan. Penelitian ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengolahan akhir air limbah dengan mengambil contoh air limbah perkantoran sebagai obyek penelitian. Metoda dengan penelitian pada kolam Sanita yang dimodifikasi dengan membagi kolam menjadi 2 (dua) unit sistem yang masing-masing unit dibagi lagi menjadi 2 (dua) kolam. Setiap kolam ditanami dengan tanaman air dengan jenis dan kerapatan yang berbeda. Setiap kolam dilengkapi dengan 6 (enam) titik pengambilan contoh air limbah untuk mengukur pengaruh waktu retensi terhadap pola perubahan kualitas air limbah di dalam kolam Sanita. Analisa kualitas dilakukan dengan tabel silang, sedangkan hubungan parameter dengan teknik regresi sederhana, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kolam Sanita mampu memperbaiki mutu hasil olahan satu kelas lebih tinggi, dan kinerjanya mencapai angka maksimal ketika air limbah hasil olahan dapat dipakai mengairi tanaman hias. Tetapi pola perbaikan mutu air oleh kolam-1 dan kolam-3 lebih teratur dari pada kolam lainnya.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga Secara Komunal Medawaty, Ida
Jurnal Permukiman Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.31-39

Abstract

Pembangunan berskala besar dalam menangani masalah lingkungan permukiman telah banyak diterapkan dengan upaya pengelolaan air limbah off site skala kota. Aspek kunci dalam pendekatan penyelesaian permasalahan ini, adalah diperlukan pengelolaan lingkungan pada taraf lokal yang merupakan keterlibatan kelompok-kelompok masyarakat dengan disertai pengarahan dan informasi dalam tahap desain, konstruksi serta pemeliharaan sehingga dalam penerapan teknologi dapat memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. Penelitian dilakukan untuk menumbuhkan peranserta masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang layak, bersih dan sehat yang dapat dikelola sendiri antara lain dengan menerapkan tangki septik tipe Puslitbang Permukiman dan kolam sanita. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data dengan studi pustaka dan penerapan modul, pendekatan analisis yaitu analisis kualitatif terhadap kualitas air dan analisis kelembagaan masyarakat. Kesimpulan air yang keluar (outlet) melalui tangki septik tipe Puskim menghasilkan efisiensi pengolahan sampai 78%, sedangkan air yang keluar menggunakan kolam sanita mempunyai efisiensi pengolahan sampai 64%, adanya Badan Keswadayaan Masyarakat dan Bamus/ Bapel-AM menunjukkan bahwa penerapan pemberdayaan masyarakat sudah berjalan dan masyarakat dapat mengelola sendiri.