Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kinerja Kolam Sanita dalam Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Di Perkantoran Medawaty, Ida; Pamekas, R.
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.129-137

Abstract

Pengembangan sistem pengelolaan air limbah skala perkotaan, pada umumnya telah mengaplikasikan proses pengolahan secara kimiawi maupun biologi. Namun, sistem tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh permasalahan pencemaran air limbah. Pengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat memang dapat mengurangi beban pencemaran di suatu kawasan. Penelitian ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengolahan akhir air limbah dengan mengambil contoh air limbah perkantoran sebagai obyek penelitian. Metoda dengan penelitian pada kolam Sanita yang dimodifikasi dengan membagi kolam menjadi 2 (dua) unit sistem yang masing-masing unit dibagi lagi menjadi 2 (dua) kolam. Setiap kolam ditanami dengan tanaman air dengan jenis dan kerapatan yang berbeda. Setiap kolam dilengkapi dengan 6 (enam) titik pengambilan contoh air limbah untuk mengukur pengaruh waktu retensi terhadap pola perubahan kualitas air limbah di dalam kolam Sanita. Analisa kualitas dilakukan dengan tabel silang, sedangkan hubungan parameter dengan teknik regresi sederhana, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kolam Sanita mampu memperbaiki mutu hasil olahan satu kelas lebih tinggi, dan kinerjanya mencapai angka maksimal ketika air limbah hasil olahan dapat dipakai mengairi tanaman hias. Tetapi pola perbaikan mutu air oleh kolam-1 dan kolam-3 lebih teratur dari pada kolam lainnya.
Konsumsi dan Pelanggan Air Minum Di Kota Besar dan Metropolitan Sutjahjo, Nurhasanah; Anggraini, Fitrijani; Pamekas, R.
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.138-146

Abstract

Air adalah kehidupan, sehingga tanpa air tidak akan ada kehidupan. Ketersediaan air tawar dan jernih di lingkungan permukiman mencerminkan kapasitas lingkungan untuk mendukung kehidupan. Salah satu indikator yang telah digunakan secara global untuk mengukur daya dukung lingkungan adalah akses penduduk terhadap sumber air yang aman. Namun, indikator tersebut hanya bermanfaat untuk penetapan kebijakan. Selain itu, indikator itu tidak dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan air minum. Para perancang dan perencana memerlukan indikator yang cepat dan tepat untuk merencanakan pelayanan air minum yang berkelanjutan. Keragaman disain kriteria dapat menyebabkan kesulitan dalam menciptakan pelayanan air minum yang memadai. Oleh karena itu, penelitian inovasi dan deskriptif ini dilaksanakan untuk mengkaji ulang pelayanan air minum di kota besar dan metro terpilih. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan parameter jumlah elemen tarif air, banyaknya pelanggan, banyaknya air yang didistribusikan kepada pelanggan, dan konsumsi atau pemakaian air rata-rata per kapita dan per hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelanggan rumah tangga merupakan pemakai air minum terbesar antara 65-85% dengan konsumsi air minum rata-rata untuk rumah sederhana antara 135-145 liter/orang/hari, rumah menengah antara 146-155 liter/orang/hari, dan rumah mewah antara 156-245 liter/orang/hari.
Kinerja Model Sistem Sambungan Rumah untuk Penyediaan Air Minum Perkotaan Azhar, Nurhasanah; Tohir, M.; Pamekas, R.
Jurnal Permukiman Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.29-42

Abstract

Perkembangan Penyediaan Air Minum Nasional belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Kemajuan penyediaan air minum perdesaan mengalami peningkatan, tetapi di perkotaan menurun. Kebocoran ditribusi air minum perkotaan menjadi faktor penyebab utama penurunan pelayanan air minum tersebut. Oleh karena itu, perbaikan sistem distribusi paling hilir semakin mendesak, salah satunya sistem Sambungan Rumah (SR) yang paling dominan penyebab kehilangan air atau kebocoran. Penelitian evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan metode survei, ditujukan untuk memetakan elemen pembentuk sistem SR dan menilai kinerja model sistem SR yang ada dilapangan. Sebanyak 9 (sembilan) model sistem SR diseleksi untuk dinilai kinerja dan bobot kinerjanya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem indeks. Parameter-parameter teknis yang digunakan dalam penilaian adalah elemen pembentuk SR, variasi bahan, sistem taping, sistem katup, sistem meter air, dan sistem pipa tegak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja model sistem SR yang dikaji belum sesuai dengan standar pelayanan yang diharapkan. Standarisasi untuk melengkapi 2 (dua) standar sistem SR yang ada memerlukan upaya lanjutan yaitu penelitian percobaan dan pemetaan sistem SR yang lebih luas. Hasilnya digunakan acuan perencanaan dan program penurunan kehilangan air minum.Â