Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Perempuan Sebagai Tulang Punggung Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Harahap, Asrul
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v8i1.10880

Abstract

AbstractWomen are the perfect figures to hold the role of housewives because they are equipped with emotional sensitivity and a nurturing spirit. In some cases, women have dual roles as housewives and breadwinners for their families. The heavy burden on women in fulfilling the family's economic needs, household responsibilities, and family relationships is the main reason for this research, which aims to understand how women fulfill the family's economic needs, the impact of women as family breadwinners, and how this role affects family relationships. This research design is descriptive qualitative, and data were collected through various techniques, including interviews, observations, and document analysis. a total of ten mothers were willing to be respondents in this research. The research results show that women, in fulfilling the family's economic needs, play dual roles as economic supporters in various job sectors such as farming, labor, and trading. The impact of women as family breadwinners on household responsibilities includes difficulties in time management, high physical and emotional fatigue, neglected children's education, and challenges in balancing work and family responsibilities. The influence of women as family breadwinners on family relationships does not cause tension between husband and wife but does lead to difficulties in providing education and supervision for the children. AbstrakPerempuan adalah sosok yang sempurna untuk memegang peran sebagai ibu rumah tangga, karena mereka dilengkapi dengan kepekaan emosional dan jiwa yang mendidik. Pada beberapa kasus perempuan memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan memenuhi kebutuhan keluarga. Beratnya beban Perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, bertanggung jawab terhadap rumah tangga dan hubungan keluarga, sehingga menjadi alasan utama penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, apa dampak peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga, dan bagaimana pengaruh peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap hubungan keluarga. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dan data yang dikumpulkan melalui berbagai teknik, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Sebanyak sepuluh orang Ibu-ibu yang berkenan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga memerankan peran ganda sebagai penopang ekonomi keluarga diberbagai sektor pekerjaan seperti petani, buruh dan berdagang. Dampak peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap tanggung jawab rumah tangga berdampak pada kesulitan dalam membagi waktu, kelelahan fisik dan emosional yang tinggi, terlalaikan pendidikan anak, dan tantangan dalam menyeimbangkan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Pengaruh peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap hubungan keluarga tidak menyebabkan Keeanga antara suami-istri dan terjadi kesulitan terhadap hungan pada anak dalam memberikan pendidikan dan pengawasan.Kata kunci : Kesetaraan Gender, Peran Perempuan, Ekonomi Keluarga
DAKWAH AS A PROFESSION: THE IMPACT OF POPULARITY AND ITS CHALLENGES FOR PREACHERS Harahap, Asrul
Modern Islamic Studies and Sharia Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In recent years, dakwah (Islamic preaching) in Indonesia has undergone significant developments, evolving from merely spreading religious values to becoming a profession with social, cultural, economic, and political implications. With the rise of social media and technology, dakwah has gained widespread attention, giving preachers (da’i) considerable influence, both within the Muslim community and society at large. However, this popularity presents new challenges for da’i in maintaining their integrity and professionalism, especially when faced with material temptations and political exploitation of their influence. This study aims to explore how da’i can maintain their integrity and professionalism in the face of such challenges, and what strategies they employ to stay focused on their religious mission amidst the growing complexities of the world. This research employs a qualitative approach using document analysis and case studies of three prominent da’i figures: Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, and Gus Miftah. The findings indicate that da’i who are able to maintain their integrity and professionalism tend to have a stronger and deeper influence on their followers. They establish a stronger trust-based relationship with their audiences, which enhances the effectiveness of their preaching. Despite material temptations and involvement in politics, these da’i remain committed to preserving the essence of dakwah, staying true to religious principles without deviating from their original mission.   Dakwah di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya sebagai sarana penyebaran nilai-nilai agama, tetapi juga sebagai profesi yang memiliki dampak sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dengan berkembangnya media sosial dan teknologi, dakwah semakin mendapat perhatian luas, di mana para da’i memiliki pengaruh besar, baik di kalangan umat Islam maupun masyarakat secara umum. Namun, popularitas ini membawa tantangan baru bagi da’i dalam mempertahankan integritas dan profesionalisme mereka, terutama ketika dihadapkan pada godaan materi dan politisasi dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana da’i dapat mempertahankan integritas dan profesionalisme dalam menghadapi godaan tersebut, serta strategi apa yang digunakan oleh da’i dalam menjaga fokus dakwah mereka di tengah tuntutan dunia yang semakin kompleks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen dan studi kasus terhadap tiga tokoh da’i terkenal, yaitu Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, dan Gus Miftah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa da’i yang dapat menjaga integritas dan profesionalisme cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap jamaah. Mereka mampu menciptakan hubungan kepercayaan yang kuat dan mendalam dengan audiens, yang mempengaruhi efektivitas dakwah mereka. Meski ada godaan materi dan keterlibatan politik, para da’i ini tetap berkomitmen untuk menjaga esensi dakwah dan tidak melenceng dari prinsip-prinsip agama.
Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Pantaskah Aku Berhijab Arista, Rika Putri; Harahap, Asrul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6380

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis isi pesan dakwah pada film Pantaskah Aku Berhijab. Penelitian ini menggunakan teori pesan dakwah dalam dari Endang Syifuddin Ansari dimana mencakup masalah akidah, syariah dan akhlak. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi yang mana melibatkan proses pengumpulan data yang terdapat dalam film Pantaskah Aku Berhijab. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Analisis isi digunakan dalam menggambarkan isi pesan dakwah dalam film Pantaskah Aku Berhijab. Hasil penelitian ini menunjukkan pesan dakwah yang ada dalam film Pantaskah Aku Berhijab yaitu pesan dakwah akidah (belajar dan membaca Al-Qur’an, berdoa kepada Allah, anjuran untuk berdzikir, berserah diri kepada Allah, sedangkan pesan dakwah syariat (larangan membunuh janin, kewajiban menutup aurat, hukum mengadzani bayi, anjuran untuk berkerja, dan larangan berzina. Serta pesan akhlak meliputi bersyukur, bersabar, mengucapkan salam, berbakti kepada orang tua, menasehati, dan larangan berbohong, Hasil dari penelitian ini yaitu peneliti menemukan beberapa pesan dakwah dalam film Pantaskah Aku Berhijab yang terdapat pada tiga kategori diantaranya kategori akidah, syariah dan akhlak. Terdapat 4 adegan yang mengandung pesan akidah yaitu anjuran untuk belajar dan membaca Al-Qur’an, anjuran untuk berdoa, anjuran untuk berdzikir, dan anjuran untuk senantiasa bertawakal atau berserah diri kepada Allah, dan 4 adegan mengandung pesan syariah yaitu larangan membunuh janin, kewajiban menutup aurat, hukum mengadzani bayi yang baru lahir, dan anjuran untuk bekerja. Serta  5 adegan yang mengandung pesan akhlak yaitu : bersyukur, bersabar, mengucapkan salam, berbakti kepada orang tua dan memberi maaf.