Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terbukti mampu meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung, namun pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam, termasuk santri di lingkungan pondok pesantren, masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan International Pathology Day dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri, ustad, dan ustadzah mengenai Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menolong korban henti jantung di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi audiovisual, serta praktik langsung Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 14,7% sebelum edukasi menjadi 66,2% setelah edukasi, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 58,8% menjadi 4,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi Bantuan Hidup Dasar yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta. Kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat pondok pesantren dalam memberikan pertolongan awal pada kejadian henti jantung sebelum bantuan medis lanjutan tiba.