Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Bentuk Pengendalian Internal atas Efektivitas dan Efisiensi Biaya Operasional Perusahaan Kencana, Kartika Cahya; Purwanti, Tati
Studia Ekonomika Vol. 4 No. 1 (2009): Studia Ekonomika Volume 4 Nomor 1 Januari Tahun 2009
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v4i1.6

Abstract

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian tak terpisahkan dari manajemen suatu organisasi.Kegunaanmanajemensumberdayamanusiaadalahuntukmeningkatkankontribusiorangpadaorganisasidalamcara-carayangsecarastrategis,etis,dansosialdapatdipertanggungjawabkan.Manajemensumberdayamanusiamemberikansumbangansecaralangsungpadapeningkatanproduktivitasmelaluipenemuancara-carayanglebihefisiendanefektifuntukmencapaitujuan.Sedangkan definisi Manajemen sumber daya manusiaadalah suatu proses menangani berbagaimasalah dalam ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya untuk dapatmenunjangaktifitasorganisasiatauperusahaandemimencapaitujuanyangtelahditentukan.Pengendalian internal juga dapat diartikan sebagai suatu pengendalian yang dilakukan oleh manajemenguna pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan kata lain pengendalian internal inimerupakansuatuproses dimana paramanajer mempengaruhi anggotaorganisasi atauperusahaanlainnyauntukmengimplementasikanstrategiorganisasiatauperusahaan.Dalamteoriakuntansidan organisasi,pengendalian internal atau kontrol internal didefinisikan sebagai suatu proses,yangdipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantuorganisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian internal merupakan suatu carauntuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untukmencegahdanmendeteksipenggelapan(fraud)danmelindungisumberdayaorganisasibaikyangberwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual sepertimerek dagang).Ungkapan kata efisiensi dan efektifitas dapat diartikan secara menyeluruh dalam setiapaktivitas atau kegiatan organisasi. Kedua kata tersebut merupakan kata yang dapat saling melengkapikarena kata efisiensi menceritakan bagaiamana suatu usaha dilakukan untuk menekan laju pertumbuhaneksploitasi yang semakin meningkat karena penggunaan biaya/dana yang sudah melebihi target yangdirencanakan.Danmaksuddariefektifitasadalahmemintadanberusahaagarsegalausahaatauaktifitasorganisasidilakukansesuaidengankebutuhandengantetapefisiensisecarabenarsesuaiporsinya. Jadi efektif berarti dapat memilih tujuan-tujuan yang tepat dari seperangkat alternatif ataupilihan cara dan menentukan suatu pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Dengan kata lain efektifitasdiartikan sebagaipengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Adabeberapa aspek yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia yang akan penulis analisis.Pada bagian ini penulis akan menganalisis peranan departemen HRD dari hasil penelitian yang penulislakukan dimana departemen inilah yang sangat penting peranannya dalam manajemen sumber dayamanusia. Dalam departemen HRD terdapat 3 sub divisi yaitu divisi Rekrutmen, divisi Personalia dandivisi General Affair. Dengan dilaksanakannya tiga divisi tersebutpengendalian internal akan terkontroldenganbaiksertaefektifitasdanefisiensibiayaakanterorganisirdengansempurna
Kepemimpinan dan Budaya Kerja Pegawai Kencana, Kartika Cahya
Studia Ekonomika Vol. 5 No. 1 (2009): Studia Ekonomika Volume 5 Nomor 1 Juli Tahun 2009
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v5i1.8

Abstract

Kepemimpinan seorang atasan dan budaya kerja yang teratmosfir di lingkungan kerja merupakan kunci utama dalam peningkatan kinerja Pegawai atau karyawan dari suatu unit bisnis. Melalui hasil kuisioner yang telah disebarkan oleh penulis, terlihat bahwa variabel kepemimpinan dan budaya kerja mendapatkan perhatian yang banyak dari responden. Dapat diartikan bahwa kinerja pegawai sangat dipengaruhi oleh variabel kepemimpinan dan budaya kerja. Dalam uji parsialnya variabel budaya kerja mempunyai korelasi yang dominan terhadap kinerja di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kelapa Gading. Variabel budaya kerja ini dapat memberikan sumbangan terbesar dalam mendorong pegawai untuk hasrat kerja tinggi, mampu memberikan sumbangan terhadap peningkatan kinerja yang baik.
Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Kencana, Kartika Cahya
Studia Ekonomika Vol. 6 No. 1 (2010): Studia Ekonomika Volume 6 Nomor 1 Januari Tahun 2010
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v6i1.14

Abstract

Di dalam suatu organisasi figur seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk mencapai kinerja atau prestasi kerja pegawai yang maksimal, penggunaan kepemimpinan yang tepat dari atasan, merupakan salah satu faktor yang dapat menggerakkan, mengarahkan, membimbing dan memotivasi pegawai untuk lebih berprestasi dalam bekerja. Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsipprinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Tipe kepemimpinan di Indonesia sangat beragam seperti, otokratik, raternalistik, kharismatik, demokratik, motivasi, kinerja. Penelitian kali ini berkaitan dengan motivasi terhadap kinerja karyawan, untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam perusahaan sangat diperlukan motivasi karena motivasi merupakan suatu kondisi yang mendorong atau menjadikan sebab seseorang melakukan suatu perbuatan/kegiatan, yang berlangsung secara sadar. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya itu sendiri.
Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Kasih, Ekawahyu; Wicaksono, Panut; Kencana, Kartika Cahya
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 1 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 1 Januari Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i1.42

Abstract

Penerapan Good Corporate Governance sebagai salah satu cara untuk mengurangi konflik agensi dalam perusahaan diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Manfaat yang diharapkan dari nilai perusahaan yang tinggi adalah mendapatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti mengenai pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (ukuran dewan komisaris dan komisaris independen) dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007 hingga 2011. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh 16 perusahaan sampel dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dimana variabel dependen adalah nilai perusahaan (diukur dengan Rasio Price to Book Value (PBV)) dan variabel independen adalah ukuran dewan komisaris, komisaris independen dan ukuran perusahaan. Didapatkan rumus regresi linier berganda y=1.063+0.113X1-2.475X2+0.001X3+ε. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) ukuran dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (thitung 2.799 > ttabel 1.992); (2) komisaris independen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (thitung 0.252 < ttabel 1.992); (3) ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (thitung 5.041 > ttabel 1.992); (4) ukuran dewan komisaris, komisaris independen dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahan (Fhitung14.577 > Ftabel 2.72).
Audit Sistem Informasi Pada CV. Tama Joga Raya Berdasarkan Analisis Cobit Kencana, Kartika Cahya; Suryantoro, Bambang; Jason, Jason
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 2 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 2 Juli Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i2.48

Abstract

Pengendalian internal terhadap sebuah sistem informasi merupakan hal yang penting dan bersifat strategis. Oleh karena itu pemahaman dan kesadaran akan hal ini sangat perlu diperhatikan oleh segenap pemilik serta pengguna aplikasi. Dengan pengendalian internal yang memadai maka diharapkan hal ini akan menjamin informasi yang dihasilkan memang bermutu dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebagai sebuah perusahaan yang berkomitmen melakukan filosofi Continous Improvement atau Kaizen, CV. Tama Joga Raya berencana untuk memperbaiki sistem informasi perusahaan dengan mengimplementasikan program yang bernama SQL Trade. maka penulis melakukan penelitian mengenai keberadaan pengendalian internal menurut CobIT dari masing-masing subsistem pada pengendalian umum dan pengendalian aplikasi, yaitu boundary control, input control, process controldan output control. Penelitian dalam Skripsi ini adalah kualitatif deskriptif sehingga tidak perlu menggunakan hipotesis dan statistik. Hasil penelitian pada CV. Tama Joga Raya berdasarkan CobIT adalah Qualified.
The Effect of Over Workload and Role Conflicts on Behavior of Tax Auditor Dysfunction with Working Stress as Mediation Factor and Moral Competence as Moderation Factor: (Empirical study at Indonesian Directorate General of Taxes) Kencana, Kartika Cahya; Widhiastuti, Susanti
Indonesian Journal of Accounting and Governance Vol. 2 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : School of Accountancy, University of Agung Podomoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36766/3mr15r47

Abstract

This study examines the theory of transactional processes which applied work stress theory proposedby Gibson et al. (1995). The researcher collected data from tax auditors as participants using surveytechniques by self-filling questionnaires. The qualitative data are converted into the parametric scalewith the Method of Successive Interval and then analysed using Partial Least Square. The result of thisstudy is work stress can mediate the effect of over workload and role conflict on tax auditordysfunction behavior moral competence can not moderate the relationship of influence of work stresson dysfunction behavior. Surveys conducted are not accompanied by researcher in fillingquestionnaires in the theoretical sphere so as to generate potential bias in the results. This studyproduces a quality tax audit of the errors of professional humanism. For further research, can beanalyzed by using the experimental method.