Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kepemimpinan, Internal Organisasi, Kondisi Perekonomian,Regulasi Pemerintah, Perpajakan Suryantoro, Bambang
Studia Ekonomika Vol. 8 No. 1 (2011): Studia Ekonomika Volume 8 Nomor 1 Januari Tahun 2011
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v8i1.24

Abstract

Produktivitas adalah kunci bagaimana meningkatkan taraf hidup semua kelompok dalam masyarakat; peran kepemimpinan penting dalam manajemen, memotivasi petugas dan seluruh karyawan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen; pemerintah dengan pembatasan regulasi dan perpajakan, perhatian dan sebagian masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, serta antisipasi terhadap kondisi perekonomian yang sulit diprediksi. Tenaga kerja khususnya di pedesaan adalah industri rokok. Industri kecil (tipe IIIA) dan sangat kecil (tipe IIIB) dari industri rokok kretek tangan yang menyerap banyak tenaga kerja tersebar di banyak pedesaan di hampir semua kota dan kabupaten di Jawa Timur. Model analisisnya adalah: analisis deskriptif, analisis faktor dilanjutkan dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan: Indikator perpajakan yaitu pajak cukai, harga eceran (HJE), dan pajak pertambahan nilai (PPN) merupakan faktor dominan dalam produktivitas dan memiliki efek signifikansi positif.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Dan Komite Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Suryantoro, Bambang
Studia Ekonomika Vol. 9 No. 1 (2011): Studia Ekonomika Volume 9 Nomor 1 Juli Tahun 2011
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v9i1.27

Abstract

Pemimpin merupakan dampak interaktif dari faktor individu atau pribadi dengan faktor situasi. Gaya Kepemimpinan merupakan suatu cara yang dimiliki oleh seseorang dalam mempengaruhi sekelompok orang atau bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh semangat dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai keseluruhan maupun berbagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu, sangat tergantung pada efektivitas kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. Dapat dikatakan bahwa mutu kepemimpinan yang terdapat dalam suatu organisasi memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja para pegawainya. Gaya kepemimpinan yang dianalisis adalah gaya kepemimpinan situasional (kontingensi) Fiedler, dengan dalil bahwa prestasi (kinerja) kelompok (karyawan) tergantung pada interaksi antara gaya kepemimpinan dengan para anggota serta situasi yang mendukung. Situasi yang dimaksud meliputi struktur tugas (orientasi tugas), hubungan pimpinananggota (orientasi hubungan), dan kekuasaan posisi atau jabatan. faktor kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai karena kepemimpinan yang efektif memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang efektif dibutuhkan pemimpin untuk dapat meningkatkan kinerja semua pegawai dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian, gaya kepemimpinan dapat menjadi pedoman yang baik dalam peningkatan kinerja pegawai .
Peranan Pelayanan Keagenan Dalam Produktivitas Kunjungan Kapal Pada PT. Bahtera Adhiguna (Persero) Surabaya Suryantoro, Bambang
Studia Ekonomika Vol. 10 No. 1 (2012): Studia Ekonomika Volume 10 Nomor 1 Januari Tahun 2012
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v10i1.32

Abstract

Negara Republik Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sehingga dibutuhkan perekat antar pulau agar tetap satu kesatuan Negara Republik Indonesia, menyebabkan transportasi laut menjadi media perekat yang sangat penting, disamping perekat, transportasi laut juga digunakan untuk mendistribusikan barang dan jasa guna mempercepat pertumbuhan ekonomi. Peranan transportasi laut merupakan bagian yang sangat bermanfaat bagi perekonomian suatu negara, ini berarti adanya hubungan transportasi antar pulau atau antar negara dilakukan melalui sarana transportasi. Peranan pelayanan keagenan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas kunjungan kapal. Sedangkan produktivitas adalah perbandingan antara hasil dari suatu pekerjaan karyawan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan.peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan menekan sekecil-kecilnya segala macam biaya termasuk dalam memanfaatkan sumber daya manusia (do the right thing) dan meningkatkan keluaran sebesar-besarnya (do the thing right). Dengan kata lain bahwa produktivitas merupakan pencerminan dari tingkat efisiensi dan efektivitas kerja secara total. Dalam melaksanakan tugas keagenan, general agent akan menunjuk port agent sebagai pelaksana di cabang dan bila suatu pelabuhan tidak mempunyai cabang, general agent akan menunjuk cabang dari perusahaan pelayaran lain sebagai subagent. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, keagenan mempunyai fungsi menyusun program operasional keagenan berdasaran kebijaksanaan perusahaan, baik untuk pelayaran liner maupun tramper, memonitor pelaksanaan penanganan/pelayanan keagenan yang bersifat kegiatan fisik muatan maupun kegiatan jadwal kedatangan dan berangkat kapal, mengadministrasikan kegiatan keagenan. Sumber daya manusia juga sangat dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas kunjungan kapal
Pengaruh Surat Pemberitahuan (SPT) Dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun 2006-2011 (Studi Empiris pada Direktorat Jenderal Pajak) Suryantoro, Bambang; Qalbia, Farah; Rosyidah, Rosyidah
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 1 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 1 Januari Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i1.39

Abstract

Self Assessment system bermakna bahwa Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, memperhitungkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang, serta melaporkannya secara teratur.Dengan demikian Wajib Pajak diharapkan dapat menggunakan hak dan kewajiban perpajakannya sesuai peraturan dan UU perpajakan yang berlaku, sehingga penerimaan Negara dari sektor pajak dapat meningkat.Kewajiban Wajib Pajak yang utama diantaranya adalah kewajiban Mendaftarkan Diri, Kewajiban Pembayaran, Pemotongan, Pemungutan Pajak, dan Kewajiban Pelaporan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti mengenai pengaruh jumlah lembar Surat Pemberitahuan (SPT), tingkat pendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terhadap penerimaan Pajak PenghasilanPasal 21. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2011. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dimana variabel dependen adalah penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 serta variabel independen adalah jumlah lembar Surat Pemberitahuan (SPT) dan tingkat Pendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Jumlah lembar Surat Pemberitahuan (SPT) berpengaruh positif terhadap penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 (thitung 3,452> ttabel 2,353); (2) Tingkat pendaftar NPWP tidak berpengaruh positif terhadap penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 (thitung -0,236 < ttabel 2,353); (3) Jumlah lembar Surat Pemberitahuan (SPT) dan tingkat pendaftar NPWP berpengaruh signifikan terhadap penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 secara simultan (fhitung 32,6 > ftabel 19)
Analisis Rasio Keuangan Tehadap Pemberian Opini Audit Going Concern Oleh Auditor Independen Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009-2011 Suryantoro, Bambang; Mulyono, Mulyono; Kusnanto, Eri
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 2 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 2 Juli Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i2.47

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana pengaruh rasio keuangan terhadap pemberian laporan audit going concern oleh auditor independen pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang diambil adalah 26 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2011 yang telah diseleksi dengan metode purposive sampling. Variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rasio Likuiditas yang diukur dengan Quick Ratio, Rasio Profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset, Rasio Solvabilitas yang diukur menggunakan Capital Rasio, Rasio efisiensi usaha yang diukur dengan Cost of Fund dan Rasio Resiko Usaha yang diukur dengan Credit Risk. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan uji analisis regresi logistik yang didahului dengan pengujian goodness of fit dan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji multikonlinieritas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel Profitabilitas yang berpengaruh signifikan terhadap pemberian laporan opini audit going concern, sedangkan empat variabel lainnya yaitu Likuiditas, Solvabilitas, Efisiensi Usaha dan Resiko Usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian laporan opini audit going concern.
Audit Sistem Informasi Pada CV. Tama Joga Raya Berdasarkan Analisis Cobit Kencana, Kartika Cahya; Suryantoro, Bambang; Jason, Jason
Studia Ekonomika Vol. 12 No. 2 (2014): Studia Ekonomika Volume 12 Nomor 2 Juli Tahun 2014
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v12i2.48

Abstract

Pengendalian internal terhadap sebuah sistem informasi merupakan hal yang penting dan bersifat strategis. Oleh karena itu pemahaman dan kesadaran akan hal ini sangat perlu diperhatikan oleh segenap pemilik serta pengguna aplikasi. Dengan pengendalian internal yang memadai maka diharapkan hal ini akan menjamin informasi yang dihasilkan memang bermutu dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebagai sebuah perusahaan yang berkomitmen melakukan filosofi Continous Improvement atau Kaizen, CV. Tama Joga Raya berencana untuk memperbaiki sistem informasi perusahaan dengan mengimplementasikan program yang bernama SQL Trade. maka penulis melakukan penelitian mengenai keberadaan pengendalian internal menurut CobIT dari masing-masing subsistem pada pengendalian umum dan pengendalian aplikasi, yaitu boundary control, input control, process controldan output control. Penelitian dalam Skripsi ini adalah kualitatif deskriptif sehingga tidak perlu menggunakan hipotesis dan statistik. Hasil penelitian pada CV. Tama Joga Raya berdasarkan CobIT adalah Qualified.
Dampak Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan Terhadap Kinerja Perpajakan Dan Perekonomian Suryantoro, Bambang; Ferryanus, Yorieko
Studia Ekonomika Vol. 14 No. 1 (2016): Studia Ekonomika Volume 14 Nomor 1 Januari Tahun 2016
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v14i1.61

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dampak perubahan undang-undang pajak penghasilan tahun 2009 terhadap kinerja perpajakan dan perekonomian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT), penerimaan pajak penghasilan, Produk Domestik Bruto (PDB), penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri, dan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Berdasarkan metodologi penelitian, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT), penerimaan pajak penghasilan, Produk Domestik Bruto (PDB), penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri, dan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meningkat setelah perubahan undang-undang pajak penghasilan tahun 2009.
Analisis Pengaruh Current Ratio, Firm Size, Dan Long-Term Debt Ratio Terhadap Return On Equity Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2013 Suryantoro, Bambang; Juliyanti, Juliyanti
Studia Ekonomika Vol. 15 No. 2 (2017): Studia Ekonomika Volume 15 No 2 Juli Tahun 2017
Publisher : STIE KASIH BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70142/studiaekonomika.v15i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan, dimana variabel independennya terdiri dari Current Ratio (CR), Firm Size, dan Long-term Debt Ratio. Variabel dependennya adalah Return on Equity. Penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi tahun 2009-2013 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dan telah memenuhi kriteria pemilihan sampel. Jumlah sampel sebanyak 10 perusahaan manufaktur barang konsumsi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda, uji hipotesis, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas,dan uji autokorelasi. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari uji asumsi klasik. Hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat untuk menggunakan persamaan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X1 Current Ratio (CR) secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE), variabel X2 Firm Size secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE), variabel X3 Long-term Debt Ratio secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE). Variabel-variabel tersebut secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap ROE dengan nilai koefisien determinasi sebesar 58,5%.
Load Unloading Equipment, Workers (Longshormen), and Ship Service to Performance of General Cargo Loads Unloading in Terminal Jamrud Port of Tanjung Perak, Surabaya Suntari, Titiek; Suryantoro, Bambang; Mudayat, Mudayat; Soedarmanto, Soedarmanto
APMBA (Asia Pacific Management and Business Application) Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.apmba.2020.008.03.3

Abstract

The port is a node from the transportation system chain and is a gateway for sea transportation in the activities of sea traffic is increasing demanded in the globalization.  Loading and unloading equipment, Workers/ longshormen, and Ship Service are the parts that determine the performance of loading and unloading of general cargo in this sense is for  Jamrud terminal port of Tanjung Perak, Surabaya, the second largest port in Indonesia. This research was conducted with the aim to determine whether there is a relationship (correlation) and the influence of loading and unloading equipment, workers/ longshormen, and ship services on the performance of loading and unloading general cargo at the terminal so that it can be used as a means of performance of the terminal more efficiently and efficiently in handling loading and unloading. The method used is a quantitative method with primary data analysis in the form of numbers through the distribution of questionnaire data (Likert scale) analyzed.  The results indicated that there was a positive correlation or correlation and significant influence for the relationship of loading and unloading equipment, workers/ longshormen, and ship service  simultaneously on loading and unloading performance and correlate significant. This shows that there is a positive and significant correlation between loading and unloading equipment, workers/ longshormen, and ship services to the loading and unloading performance at the Jamrud terminal. Therefore, to improve the performance of loading and unloading general cargo at the terminal port of Tanjung Perak, Surabaya must pay attention to these three factors.