Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN MICROSOFT EXCEL SISWA SMA SWASTA BINA SATRIA MEDAN Sipahutar, Lahmudin; Nursyah Handayani; M. Fauzan Rivaldo Purnama
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i2.17715

Abstract

Berdasarkan analisis situasi di atas maka tim pengabdi menyelelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran bagi siswa siswa disekolah dengan pemanfaatan program Microsoft Excel. Microsoft Excel adalah program aplikasi presentasi yang memiliki kemampuan membuat animasi yang kompleks dalam waktu cepat. Bagi yang sudah mengenal program Microsoft Excel, akan merasakan kemudahan dan kekuatan program ini. Apabila di dalam Macromedia Flash dibutuhkan waktu yang relative lama untuk membuat animasi yang kompleks, Microsoft Excel memungkinkan untuk membuatnya dengan mudah tanpa kendala waktu). Hal lain yang menonjol dalam Microsoft Excel Flash adalah hasil karya dapat dieksport ke dalam format file SWF, yaitu format file yang digunakan oleh Macromedia Flash sehingga animasi yan dibuat dapat dimainkan di setiap PC yang sudah terinstalasi Flash Player. Animasi Flashmax dapat disisipkan ke dalam halaman Web, atau diimport ke dalam dokumen Microsoft Powerpoint. Kata Kunci : Microsoft Excel, Pembelajaran, Pengabdian Masyarakat, Pelatihan Abstract Based on the situation analysis above, the service team organized training activities on creating learning media for teachers at schools using the Microsoft Excel Flash program. Microsoft Excel is a presentation application program that has the ability to create complex animations quickly. For those who are familiar with the Macromedia Flash program, you will feel the ease and power of this program. If in Macromedia Flash it takes a relatively long time to create complex animations, Microsoft Excel Flash makes it possible to create them easily without time constraints). Another thing that stands out in Microsoft Excel is that the work can be exported in the SWF file format, which is the file format used by Macromedia Flash so that the animations created can be played on every PC that has Flash Player installed. Flashmax animation can Keyword : Microsoft Excel, Learning, Community Service, Training
DIGITAL LITERACY & ENGLISH FOR YOUNG DISPORA: PENGABDIAN UNTUK ANAK- ANAK INDONESIA DIMALAYSIA Nursyah Handayani; Sipahutar, Lahmudin; Adinda
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18684

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut anak-anak untuk memiliki kemampuan literasi digital sejak dini, terutama bagi anak-anak diaspora Indonesia yang berada di luar negeri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dasar serta kemampuan bahasa Inggris anak-anak Indonesia di Malaysia melalui pelatihan berbasis praktik dan pendekatan pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan meliputi asesmen awal, pelatihan literasi digital, pembelajaran bahasa Inggris komunikatif, serta pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam menggunakan perangkat digital secara aman serta peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan kemampuan digital dan linguistik bagi anak-anak diaspora. Kata kunci: Literasi Digital, Diaspora Indonesia, Anak-Anak, Bahasa Inggris, Pengabdian Masyarakat. Abstract The development of digital technology requires children to have digital literacy skills from an early age, especially for Indonesian diaspora children who are abroad. This community service activity aims to improve the basic digital literacy and English language skills of Indonesian children in Malaysia through practice-based training and interactive learning approaches. Implementation methods include initial assessment, digital literacy training, communicative English learning, and intensive mentoring. The results of the activity show an increase in children's ability to use digital devices safely as well as increased confidence in communicating in English. This program is expected to become a model for developing digital and linguistic skills for children in the diaspora. Keywords: Digital Literacy, Indonesian Diaspora, Children, English, Community Service.