Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

VARIABEL DETERMINAN MINAT KERJA DAN STUDI LANJUT PADA SISWA SMK PROGRAM STUDI TEKNIK BANGUNAN Jamal, Abdul; -, Samsudi; Endroyo, Bambang
Didaktikum Vol 18, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Didaktikum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya kelompok mata pelajaran pada spektrum struktur kompetensi keahlian teknik bangunan. Dengan data lapangan menunjukkan bahwa siswa SMK Teknik Bangunan menunjukkan banyak yang berminat melanjutkan studi, dan hal itu ditunjukkan oleh peraturan-peraturan yang berlaku walaupun tujuan awal adalah untuk bekerja. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini 359 siswa sampel penelitian secara proporsional sampling 247 siswa mengacu pada sampel yang digunakan menurut nomogram Harry King, instrumen pengumpul data berupa kuesioner minat kerja dan minat studi lanjut, sedangkan untuk prestasi belajar kelompok mata pelajaran A, mata pelajaran B, kompetensi bidang paket keahlian diambil dari dokumentasi. Hasil analisis kuantitatif menemukan bahwa = 3,465 > pada variabel minat kerja, sedangkan pada variabel studi lanjut = 0,919 > ( 0,138). Kesimpulan kontribusi kelompok mata pelajaran B dan kompetensi program keahlian memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat kerja sebesar 0,020 dan 0,009 dengan 0,01 < p < 0,05.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK SANTAMIKRO DAN INTERVAL WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena.L) Buddin, Saha; Karim, Harli A; Jamal, Abdul
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.850

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi Barat, dan dilksanakan pada bulan Juli sampai September 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk mikro (santamikro) dan interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanummelongena L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis faktorial 3 x 2 yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor, yaitu Faktor I, adalah pemberian Dosis pupuk mikro (santamikro) Terdiri 3 taraf yaitu 1,5 gram/20 liter air, 2,5 gram/20 liter air  dan 3,5 gram/20 liter air. Sedangkan faktor kedua  adalah Interval waktu pemberian pupuk santamikro  yang terdiri dari 2 taraf, yaitu Pemberian pupuk 2 minggu sekali  danPemberian pupuk 3 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat interaksi yang sangat nyata antara pemberian dosis pupuk santamikro 3,5 gram/20 liter air dan interval waktu pemberian pupuk santamikro 3 minggu sekali terhadap parameter berat buah terung per tanaman. Pemberian dosis pupuk santamikro berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 15, 30 45 HST, Jumlah daun umur 30, 45 HST, diameter buah, Jumlah buah per tanaman berat buah pertanaman dan berpengaruh nyata terhadap panjang buah. Perlakuan dosis pupuk santamikro 3,5 gram /20 liter air pada umumnya memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang terbaik.KataKunci : Terung, Santamikro, interval waktu, dan produksi.
NIKAH PAKSA SEBAGAI AKIBAT PERGAULAN BEBAS STUDI KASUS DI DESA BLUMBUNGAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN PAMEKASAN: Abdul Jamal dan Mohammad Mahmudi Jamal, Abdul; Mahmudi, Mohammad
An-Nawazil: Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2024): An-Nawazil : Jurnah Hukum dan Syariah Kontemporer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Salafiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69784/annawazil.v6i1.106

Abstract

Kawin paksa merupakan salah satu rentetan kejadian yang kerap kali terjadi di dalam urusan perkawinan . Nikah paksa merupakan salah satu fenomena sosial yang timbul akibat tidak adanya kerelaan antara pasangan untuk menjalankan perkawinan, atau merupakan gejala sosial dan masalah yang timbul ditengah-tengah masyarakat walaupun terkadang kawin paksa berakhir happy ending, berupa kebahagiaan rumah tangga, namun dari kasus di Desa Blumbungan yang terjadi dampak negatif lebih dominan. Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana praktik nikah paksa sebagai akibat pergaulan bebas. Kedua, Apakah Nikah Paksa Sebagai Akibat Pergaulan menjadi solusi dalam menangani pergaulan bebas. Ketiga, Bagaimana Tinjauan Hukum Nikah Paksa Sebagai Akibat Pergaulan Bebas Perspektif HKI dan peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan. (field reserch) yaitu memaparkan dan menggambarkan keadaan yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi, yaitu suatu penelitian yang cermat yang dilakukan dengan jalan langsung terjun ke lapanga Sumber data diperoleh dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Kepala Desa, Modin Desa, warga. Hasil penetian menunjukkan bahwa: pertama, nikah paksa didaerah desa Blumbungan Kecamatan larangan kabupaten pamekasan 6 kasus nikah paksa terjadi dikarenakan bebarapa hal salah satu diantaranya iala pacaran sehingaa berujung nikah paksa, adapun nikah paksa yang terjadi didesa Blumbungan kecamatan larangan kabupaten pamekasan adalah pernikahan resmi dan siri, jika resmi kasus itu sampai kepada kepala desa apabila nikah siri itu tidak sampai kepada kepala desa. Kedua, nikah paksa sebagai akibat pergaulan bebas menjadi solusi dalam menangani pergaulan bebas. Pernikahan itu dapat dikatakan sebagai penutup aib yang sudah terlanjur dilakukan (pergaulan bebas). Akibatnya, pernikahan itu dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai jalan aman untuk melindungi perbuatan pergaulan bebas. Jadi, pada dasarnya, bukan berarti akad nikahnya yang akan dicegah melainkan perbuatan pergaulan bebas yang berujung kepada nikah paksa yang hendak dicegah. Ketiga, Tinjauan Hukum Nikah Paksa Sebagai Akibat Pergaulan Bebas Perspektif HKI dan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam Undang-undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 6 Ayat (1) menyebutkan, bahwa syarat-syarat perkawinan di antaranya adalah tidak adanya paksaan dari kedua belah pihak yang akan melakukan perkawinan.
PELATIHAN PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN: PROGRAM PKM BAGI GURU SMK MUHAMMADIYAH 02 TANGERANG SELATAN Jamal, Abdul; Hasim, Afriani Sulistia; Alhafidz, M. Rasyiddin; Fauzi, Rakhmat; Liberty, Yulia; Jaya, Herdi Wisman
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2475

Abstract

Digitalisasi era Industri 4.0 menuntut pembelajaran vokasi yang lebih inovatif, namun pemanfaatan AI oleh guru SMK masih terbatas dan cenderung bergantung pada teknologi konvensional. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMK Muhammadiyah 02 Tangerang Selatan dalam memanfaatkan AI untuk penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, dan evaluasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui pelatihan partisipatif (seminar, workshop interaktif, praktik langsung, pendampingan, dan refleksi). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, kuesioner, serta telaah dokumen perangkat pembelajaran, lalu dianalisis secara tematik untuk menggambarkan perubahan kesiapan dan kompetensi guru dalam integrasi AI. Kegiatan meningkatkan pemahaman, minat, dan kepercayaan diri guru dalam menggunakan AI sebagai dukungan pedagogis, ditunjukkan oleh tersusunnya draf perangkat ajar berbantuan AI dan media pembelajaran yang lebih variatif secara lebih efisien. Kendala utama mencakup keterbatasan perangkat dan variasi literasi digital antarguru yang berpotensi menghambat pemerataan implementasi. Keberlanjutan penerapan memerlukan pendampingan lanjutan berbasis praktik, dukungan kebijakan sekolah, penguatan etika penggunaan AI, serta pemenuhan infrastruktur minimum agar integrasi AI berlangsung bertanggung jawab dan berdampak. Program ini menawarkan model pelatihan AI yang aplikatif pada konteks SMK dengan luaran konkret yang siap digunakan di kelas serta berpotensi direplikasi di sekolah vokasi lain.
Traditional Rulers, Families, and Waqf: Their Roles in Promoting Early Childhood Literacy and Numeracy Skills in Gombe and Adamawa States, Nigeria Muhammad, Adamu Abubakar; Jika, Fadimatu Ahmed; Muhammad, Ibrahim Abubakar; Aliyu, Shafa’at Ahmad; Khan, Human; Barjesteh, Hamed; Jamal, Abdul; Darazi, Mansoor Ali
Journal of Early Childhood Development and Education Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Early Childhood Development and Education (January)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Early childhood literacy and numeracy are essential foundations for social cohesion, lifelong learning, and sustainable development. In Northern Nigeria, these skills are shaped not only by formal education systems but also by families, traditional leaders, and religious-based support institutions such as waqf. However, empirical evidence on the specific roles and interactions of these actors remains limited. Objective: This study examines the contributions of families, traditional leaders, and waqf institutions to early childhood literacy and numeracy development in Gombe and Adamawa States, Nigeria, and identifies key challenges affecting their effectiveness. Methods: A mixed-methods design was employed, integrating survey data, structured interviews, and documentary analysis to explore institutional, cultural, and religious influences on early childhood education. Results: The findings indicate that families are the primary source of early cognitive development and value formation. Traditional leaders act as cultural custodians and intermediaries who mobilize community support for educational initiatives. Waqf institutions provide sustained financial support for community learning centres and Qur’anic schools. Nevertheless, these contributions are constrained by poverty, weak waqf institutionalization, and declining family involvement. Conclusion: The study concludes that early childhood literacy and numeracy outcomes in Northern Nigeria can be improved through a coordinated approach that strengthens collaboration among families, traditional leaders, and waqf institutions to ensure sustainable early childhood education initiatives.