Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al Urwatul Wutsqa

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Nagham Al-Qur’an Masyarakat Bolo Kabupaten Bima-Indonesia Adistian, Adistian
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nagham al-Qur’an adalah tradisi mulia yang bumikan oleh Ulama terdahulu dan membaca al-Qur’an merupakan implementasi dari perintah Allah dan rasulnya. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam nagham al-Qur’an masyarakat Bolo Kabupaten Bima-Indonesia. Adapun tujuannya adalah mendeskripsikan nagham al-Qur’an dan mengungkapkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam nagham al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bersifat fenomologi dengan menggunakan interdispliner. Pendekatan ini berkemampuan mengungkapkan dan menjelaskan  terkait dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam nagham al-Qur’an dan nagham al-Qur’an pada masyarakat Bolo-Bima Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nagham al-Qur’an sebagai respon positif masyarakat yang mengekpresikan cintanya terhadap al-Qur’an. Nagham al-Qur’an dimaknai sebagai gerakan membumikan al-Qur’an di masyarakat; nagham dalam setiap kegiatan sosial keagamaan, nagham al-Qur’an dapat diekspresikan dengan tilawah  dan Taddarus al-Qur’an. Adapun nilai-nilai pendidikan Islam dalam Nagham al-Qur’an masyarakat Bolo-Bima dapat dilihat dari beberapa aspek; tanggungjawab, keimanan dan sosial kemasyarakatan. Nilai tanggung jawab dapat dilihat dari semangat dan kegigihan masyarakat yang selalu bekerja sama dalam hal mensukseskan kegiatan Nagham al-Qur’an. Semangat gotong royong masyarakat terlihat ketika menyiapkan panggung dan menerima tamu dalam kegiatan nagham al-Qur’an. Sekalipun ada sebagian yang hanya berdiri dan lihat tanpa terlibat, tetapi perlu diingatkan agar menunjukkan nilai kebersamaan. Dari aspek sosial dapat dilihat dari bahu membahunya masyarakat memberikan bantuan moril kepada penyelenggara kegiatan tersebut. Nilai kemanusiaan seperti itu, perlu dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga muncul dalam pikiran bahwa hidup manusia tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Selanjutnya aspek keimanan tergambar pada kecintaan masyarakat yang datang mendengarkan bacaan al-Qur’an merupakan bukti keimanan terhadap al-Qur’an sebagai sumber pedoman dan petunjuk hidup manusia, selain dari suara al-Qur’an yang indah dan menyentuh hati, ada nilai yang transendetal yang disampaikan oleh pensyarah al-Qur’an yang menjelaskan makna yang terkandung dalam ayat al-Qur’an yang orientasinya adalah menggambarkan berita keimanan yang berkaitan dengan kehidupan dunia dan ukhrawi.  Kata Kunci: Nilai Pendidikan Islam; Nagham al-Qur’an; Keimanan
URGENSI PENDIDIKAN AL-QUR’AN BAGI REMAJA DI ERA DIGITAL Adistian, Adistian; Mansyur, Mansyur
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Urgensi Pendidikan Al-Qur'an bagi Remaja di Era Digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang urgensi pendidikan Al-Qur'an dan langkah-langkah strategis pendidikan Al-Qur'an bagi remaja di era digital. Penelitian ini merupakan penelitian Library Research atau kajian pustaka. Urgensi pendidikan Al-Qur'an bagi remaja di era digital menekankan pada pemahaman akan pentingnya remaja bertanggung jawab terhadap agamanya, minimal dari perilaku sadar dalam membangun ibadahnya sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Kedua, dapat mendorong remaja untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan akhlak, minimal interaksi dengan Al-Qur'an dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap isi bacaannya yang dapat mendorong perilaku baik mereka. Ketiga, dapat mendorong remaja untuk menghadapi ujian dan godaan, minimal remaja diharapkan mampu memahami bahwa ujian dan godaan merupakan salah satu cara untuk menguji keimanan dan kesabaran. Langkah-langkah strategis pendidikan Al-Qur'an bagi remaja dapat dilihat dari empat hal, yaitu: pertama, peran orang tua, sekolah dan masyarakat dalam pendidikan Al-Qur'an. Langkah strategisnya adalah di tangan orang tua remaja dapat diarahkan dan dibina kepada perbuatan-perbuatan yang terpuji. Selanjutnya sekolah dapat mengintegrasikan dengan pembelajaran umum dan pendidikan Al-Qur’an. Begitu pula masyarakat dapat memberikan dorongan dan pembinaan kepada remaja yaitu memberikan pendidikan dan dorongan kepada anak-anaknya tentang pentingnya pendidikan Al-Qur’an. Kedua, adanya pendampingan dan bimbingan secara masif. Langkah strategisnya adalah guru dapat meningkatkan kapasitasnya dalam hal pemahaman pendidikan Al-Qur’an. Begitu pula mengawal remaja dengan kegiatan pendampingan atau kelompok belajar Al-Qur’an sehingga dapat membangun hubungan emosional dengan peserta didik. Ketiga, adanya pengembangan keterampilan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Langkah strategisnya adalah membangun kelas tahsin sebagai penguatan peningkatan kemampuan membaca, serta bagi remaja yang telah menghafal sesuai target dapat memberikan semacam reward sebagai bagian dari tekad dan semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an. Dan yang keempat adalah kecintaan kepada Al-Qur’an. Langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan Al-Qur’an seperti lomba tilawah, tahfidz dan lomba-lomba yang berhubungan dengan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dengan metode kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh pecinta Al-Qur’an. Kata Kunci: Pendidikan, Al-Qur’an dan Remaja