Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Identifikasi Hambatan Pelaksanaan Evidence-Based Nursing oleh Perawat Indra, Rani Lisa; Saputra, Bayu; Sandra, Sandra; Rasyid, T. Abdur
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1557

Abstract

Implementing evidence-based nursing is an effort to improve the quality of nursing care by applying the best research results in carrying out patient care. However, its implementation still needs to be improved. This study aims to identify barriers to nurses' implementation of EBN. Descriptive research was conducted on 49 nurses in the surgical inpatient room of one of the government hospitals in Pekanbaru City. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale. Data were analyzed univariately using frequency distribution. The results of the study found that the main things that hinder the implementation of evidence-based nursing are the number of patients to be treated (69.4%), lack of fluency in English (61.2%), lack of time to study research (53.1%) and lack of knowledge of nurses about scientific evidence-based care (51%).  Workload and personal aspects become obstacles in the implementation of evidence-based nursing by nurses; it may be necessary to recalculate the workload so that the distribution of nurses becomes better and consideration to carry out training related to evidence-based nursing to improve knowledge and practice of evidence-based nursing by nurses.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat tentang COVID-19 Terhadap Stigma Pasien COVID-19 Ramadhina, Putri; Erianti, Susi; Rasyid, T. Abdur
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss3.819

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), merupakan virus baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang membuat masyarakat takut untuk tertular, akibatnya muncul fenomena sosial dimasyarakat yakni stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 terhadap stigma pasien COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional melalui pendekatan Cross Sectional. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi sedangkan usia disajikan dalam bentuk tendency central. Uji yang digunakan adalah Chi Square, uji Chi Square untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti. Sampel 172 orang dalam bentuk Random Sampling dengan teknik Proportionate Sratified Sampling. Hasil uji korelasi Chi Square didapat pvalue = 0.171 (> 0.05). Hasil penelitian bahwa mayoritas usia responden rerata 39.75, berjenis kelamin perempuan 97 (56.4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) 62 (36.0%), pekerjaan PNS 34 (19.8%), pengetahuan cukup 95 (55.2%), dan melakukan stigma 109 (63.4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dengan stigma pasien COVID-19. Penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas dapat mengedukasi masyarakat agar lebih bijaksana memperoleh informasi dari sosial media yang belum jelas kebenarannya guna menghidari hoax dan menurunkan stigma yang ada dimasyarakat
Pengaruh Five Fingers Technique Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Pre Operasi Amelia, Tiara; Indra, Rani Lisa; Rasyid, T. Abdur
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 12, No 2 (2024): Preventive Measures
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v12i2.9382

Abstract

Terdapat beberapa respon psikologis pasien pre operasi salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan dapat diatasi secara non farmakologi salah satunya adalah dengan melakukan five fingers technique dikarenakan dapat merelaksasikan tubuh.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh five fingers technique pada pasien kanker pre operasi.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain Quasy Eksperimental dengan without contol group. Populasi penelitian ini seluruh pasien kanker pre operasi yang dirawat diruang Irna Surgikal ruang Dahlia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, dengan sampel 15 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien usia dewasa yang mengidap kanker dan H-1 menjalani pembedahan. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner penilaian kecemasan State Anxiety Inventroy (SAI). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan  menggunakan uji distribusi frekuensi, tendency central dan bivariat dengan paired t test.  Hasil analisis univariat dan bivariat yaitu responden dalam penelitian ini keseluruhan berjenis kelamin perempuan 15 orang, mayoritas tingkat pendidikan terkahir yaitu SD, mayoritas sudah menikah,  mayoritas tidak pernah melakukan operasi sebelumnya. dan akan  menjalani pembedahan mastektomi serta mayoritas responden kanker dengan stadium III.  Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh five fingers technique terhadap tingkat kecemasan pasien kanker pre operasi dengan nilai P-value 0,000 ≤ α = 0,05.  Diharapkan penelitian ini dapat menjadi ilmu bermanfaat untuk menurunkan kecemasan.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI YAYASAN SEBAYA LANCANG KUNING PEKANBARU: OVERVIEW OF QUALITY OF LIFE OF PEOPLE WITH HIV/AIDS AT YAYASAN SEBAYA LANCANG KUNING PEKANBARU Khoir, Wahyu Alfin; Saputra, Bayu; Rasyid, T. Abdur
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v12i1.480

Abstract

Introduction: HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) is one of the diseases that attack the immune system. Damage to the immune system in people with HIV/AIDS makes them susceptible to other diseases (opportunistic infections) that are fatal. This study aims to determine the picture of the quality of life of people with HIV/AIDS at Yayasan Sebaya Lancang Kuning Pekanbaru. Method: This research method is a quantitative research with a descriptive design of a survey approach. The respondents in this study were 112 people with a ≤ age of 18 years diagnosed with HIV/AIDS. The analysis used was univariate analysis. The sampling technique used consecutive sampling within a period of 1 month with the research instrument used was the WHOQOL HIV - BREEF questionnaire. Result: The results of the study on the quality of life (QoL) of people with HIV/AIDS obtained a median age of 31 years. The majority of men amounted to 88 respondents (78.6%), respondents had the most recent high school education amounting to 65 respondents (58%). Long diagnosed with HIV/AIDS > 3 years amounted to 60 respondents. The majority of unmarried marital status amounted to 74 respondents (66.1%). Based on job characteristics, the majority of respondents worked 81 respondents (72.3%). The QoL outcomes of people with HIV/AIDS at Yayasan Sebaya Lancang Kuning Pekanbaru is high at 60 (53.6%). while the results of poor QoL amounted to 52 (46.4%). Conclusion: The majority of the QoL of people with HIV/AIDS at Yayasan Sebaya Lancang Kuning Pekanbaru in the high category. It is recommended that the Sebaya Lancang Kuning Pekanbaru Foundation can form a spiritual support group for PLHIV accompanied by.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP POLISI LALU LINTAS DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN: DESCRIPTION OF THE TRAFFIC POLICE’S KNOWLEDGE AND ATTITUDE IN PROVIDING FIRST AID TO ACCIDENT VICTIMS Rinaldy, M Lizky; Rasyid, T. Abdur; Saputra, Bayu
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v11i1.381

Abstract

Introduction: First aid is the process of providing temporary relief quickly before arriving at the hospital. Traffic police is one emergency first responder where knowledge and attitudes are needed in order to optimally provide first aid to victims. This study aimed to describe the knowledge and attitudes of traffic police in offering first aid in accidents. Methods: Quantitative research method with descriptive design and survey approach. The population is the traffic police who work at the Polresta Pekanbaru with a sample of 60 respondents using the consecutive sampling technique. The data were presented in a univariate with frequency distribution table and the central tendency table. The frequency distribution table including gender, education level, history of helping accident victims in the last two years, and history of training. The central tendency table including age and length of work. Result: The results showed that 54 (90.0% of respondents) were male, 32 (53.5% of respondents) graduated from high school, 33 (55.0% of respondents) had experience in helping accident victims in the last two years, 49 (81) .7% of respondents) had never attended additional training on first aid, the average age was 33.28 years and the length of service was 8.93 years. 33 (55% of respondents) had sufficient knowledge and 31 (51.7% of respondents) had a negative attitude about First Aid. Conclusion: The majority of respondents indicated insufficient knowledge and negative attitudes in providing first aid.
First Aid for Wounds: Health Education for Elementary School Students Rasyid, T. Abdur; Kartika, Defi Eka; Indra, Rani Lisa; Saputra, Bayu; Sandra, Sandra; Wulandari, Dwi
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1724

Abstract

Minor injuries such as abrasions and lacerations are common among elementary school students, particularly due to play activities, while limited knowledge and skills in first aid may increase the risk of infection and wound-related complications. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills in managing minor injuries through structured health education on first aid for wounds. The activity was conducted at SDN 21 Pekanbaru with 18 students as participants. The program included interactive lectures, practical demonstrations of wound care, and the use of audiovisual media as learning tools. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement in minor wound first aid, complemented by direct observation to evaluate first aid skills. Results showed a significant knowledge gain, with mean scores increasing from 76.67 before the intervention to 100 after the session. Similarly, observational scores of first aid skills rose markedly from 32.78 to 100, reflecting substantial competency gains following the educational program. These findings confirm that combining lectures, demonstrations, and audiovisual support is an effective strategy to promote both cognitive and psychomotor domains of learning in elementary students. The program not only improved students’ ability to respond to minor injuries and fostered health literacy applicable in daily life, but also highlights the need for future school-based initiatives in collaboration with Public Health Centers (Puskesmas) to provide first aid training for students and teachers, thereby enhancing preparedness, strengthening competencies, and promoting a sustainable culture of safety and health in schools
EFEKTIVITAS TINDAKAN AMBULASI DINI TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG POST KATETERISASI JANTUNG KLIEN DENGAN SINDROM KORONER AKUT (SKA): SEBUAH STUDI KASUS DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Rahmanisa, Tengku Atika; Rasyid, T. Abdur
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1438

Abstract

Acute coronary syndrome (ACS) is a disease in which blood flow to the heart is decreased. Cardiac catheterization is one of the medical interventions to treat ACS. Post-catheterization patients must be immobilized to prevent hematoma and bleeding in the insertion area. Back pain was one of the complaints frequently reported by patients who were required for strict bed rest and immobilization after cardiac catheterization. The purpose of this study with the application of nursing care to Mr. Y and Mr. D with the implementation of early ambulation to reduce the discomfort of post-cardiac catheterization back pain in the CVCU room of Arifin Achmad Hospital, Riau Province strarted from 10th June – 17th June 2023. The analyze nursing care for patients' back pain with early ambulation after cardiac catheterization on implementation of early ambulation begins with a head bed 15o, head bed 30o, lateral position opposite to the puncture site as one piece, and then Patients were also advised to walk around the room and use the bathroom if they wanted. Based on the results of the early ambulation, it was found that the pain scale before Mr. Y was VAS 5 (moderate pain) and Mr. D VAS 4 (moderate pain). After early ambulation, the back-pain scale of Mr. Y was VAS 1 (mild pain), and Mr. D's pain scale was VAS 3 (mild pain). The above study concludes that the application of early ambulations can increase the patients' back pain.
Penyegaran dan Update Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Tim Search & Rescue (TIMSAR) Provinsi Riau Rasyid, T. Abdur; Indra, Rani Lisa; Andriani, Yustika
Karya Kesehatan Siwalima Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.1076

Abstract

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (BASARNAS) memainkan peran penting dalam penanganan bencana, termasuk pencarian dan pertolongan dalam kondisi darurat seperti henti jantung. Di wilayah Riau, yang rentan terhadap berbagai bencana, TIMSAR telah dilatih dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD). Namun, panduan Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang mereka gunakan belum diperbarui sesuai dengan pedoman American Heart Association (AHA) 2020. Oleh karena itu, dibutuhkan program penyegaran dan pembaruan BHD sesuai panduan terbaru. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat akan menyelenggarakan pelatihan "Penyegaran dan Update Bantuan Hidup Dasar (BHD)" untuk TIMSAR Provinsi Riau. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TIMSAR Provinsi Riau dalam BHD sesuai panduan terbaru. Sebanyak 21 rescuer pemula TIMSAR diikutsertakan dalam pelatihan ini. Pelatihan berlangsung selama 3 x 50 menit, dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Pengetahuan TIMSAR akan dievaluasi melalui kuesioner pengetahuan BHD sebelum dan setelah pelatihan, sementara keterampilan mereka akan dinilai dengan lembar observasi yang disusun sesuai BHD pedoman AHA 2020. Data diolah menggunakan microsoft excel dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rerata skor pengetahuan meningkat dari 68,10 menjadi 95,24 poin, dan rerata skor keterampilan BHD meningkat dari 76,98 menjadi 93,12 poin. Hal ini menunjukkan Penyegaran dan Update BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TIMSAR, baik dalam aspek kognitif maupun psikomotorik. Kami merekomendasikan agar BASARNAS Provinsi Riau menjalin kerja sama dengan Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan instansi lainnya untuk menyelenggarakan penyegaran dan pembaruan BHD secara berkala agar TIMSAR semakin siap dan percayadiri dalam melakukan BHD kepada korban bencana guna meningkatkan angka keselamatan dan mencegah kematiann dan kecacatan korban bencana yang mengalami henti jantung.
Edukasi Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas pada Siswa SMA di Kubu Rokan Hilir Rasyid, T. Abdur; Indra, Rani Lisa; Saputra, Bayu; Sandra, Sandra
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.789

Abstract

Angka kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) meningkat setiap tahunnya. Kematian akibat laka lantas meningkat terutama di negara – negara berkembang termasuk di Indonesia. Korban laka lantas di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif terutama pelajar dan mahasiswa. Kematian korban akibat laka lantas di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau cukup tinggi. Sebagian besar pertolongan pertama pada korban laka lantas dilakukan oleh masyarakat di tempat kejadian. Namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara menolong korban yang baik dan benar pada saat setelah kecelakaan terjadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dalam pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui google meeting. Sebanyak 25 orang siswa dilibatkan sebagai peserta. Pengetahuan siswa sebelum dan setelah mengikuti edukasi diidentifikasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan multiple choice melalui google form. Pengetahuan siswa dalam pertolongan pertama korban laka lantas disajikan dalam bentuk grafik. Rata – rata skor pre-test menunjukkan nilai 54,50 poin dan meningkat pada post-test sebesar 84,80 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas pada siswa SMA N 1 Kubu Kabupaten Rokan Hilir dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada ranah kognitif. Disarankan untuk organisasi didalam sekolah maupun sekolah itu sendiri untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak puskesmas dalam simulasi pertolongan pertama kecelakaan sehingga siswa SMA memimiliki kemampuan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas.
PENGARUH EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN PINGSAN PADA SISWA SMA BERBASIS VIDEO Putri, Aurora Dhiva; Rasyid, T. Abdur; Saputra, Bayu; Kartika, Defi Eka; Sandra, Sandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54550

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia sekolah yang aktif dalam berbagai kegiatan seperti upacara bendera dan ekstrakurikuler, sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi kegawatdaruratan seperti pingsan. Edukasi pertolongan pertama berbasis video menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah penanganan pingsan secara cepat dan tepat. Namun, tidak semua sekolah memiliki edukasi yang memadai terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap pengetahuan penanganan pingsan pada siswa SMA Negeri 10 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 50 siswa anggota PMR yang diambil melalui total sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas menggunakan Aiken’s V dengan nilai 0,875 dan dinyatakan valid oleh dua pakar. Analisis univariat menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 16 tahun, berjenis kelamin perempuan (92%), memiliki pengalaman pingsan (50%), dan pengalaman menolong orang pingsan (54%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan median pengetahuan meningkat dari 66 pada pretest menjadi 93 pada posttest, dengan p-value 0,001 (<0,05). Dengan demikian, edukasi video terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama pada pingsan. Sekolah disarankan mengoptimalkan edukasi melalui ekstrakurikuler dan media audiovisual.