Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Artesis

ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX : Studi Kasus pada Ruas Jalan Tol Gempol – Pasuruan Jalur A KM 776+000 sampai dengan 810+000 Rafizma Saadah, Syarifah; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5929

Abstract

Jalan Tol Gempol – Pasuruan yang terhitung 6 tahun lamanya beroperasi yang dimulai pada maret 2017 ini memiliki 2 jalur/arah, memiliki bentang panjang dengan jumlah keseluruhan sepanjang 34,50 kilometer, dengan kilometer awal pada KM 776 + 000, dan kilometer akhir pada KM 810 + 000. Berdasarkan data yang didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali terdapat 5 jenis kerusakan yaitu, lubang, retak, lubang L1 dan L2, retak melintang, retak memanjang. Dan menggunakan Alat Hawkeye menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Gempol-Pasuruan Jalu A KM 776+000 sampai dengan 810+000 sebesar 82,61% memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 13,04% kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35% kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0% kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dengan demikian diperlukan cara lain untuk mendapatkan persentase hasil kerusakan jalan dengan cara perhitungan manual untuk mendapatkan perbandingan, dengan metode International Roughness Index (IRI) sehingga di dapatkan hasil untuk permukaan perkerasan sebesar 78,26 % memiliki kondisi baik pada permukaan perkeraannya, memiliki 17,39 % kondisi sedang pada permukaan dan memiliki sebesar 4,35 % kondisi rusak ringan pada permukaan perkerasannya dan memiliki sebesar 0 % kondisi rusak berat pada permukaan perkerasannya. Dari 2 hasil nilai IRI terdapat perbedaan yang selisihnya sangat kecil sehingga hasil IRI yang didapatkan dengan alat ada kemungkinan terdapat kesalahan karna tidak dilakukan pemeriksaan kalibrasi sedangkan hasil nilai IRI dari perhitungan manual kemungkinan tidak akuratnya disebabkan oleh hasil perhitungan dari nilai roughness yang masih keliru dalam membaca angkanya. Dimana rata-rata nilai kerusakan jalan menunjukan kepada kondisi baik, sehingga hanya di perlukan penangganan seperti pemeliharaan rutin saja.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDPJ) BINA MARGA 2017: Studi Kasus: Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kabupaten Agam, KM 160+100 dan KM 160+950 Adi Pratama, Fiky; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7857

Abstract

Penelitian mengenai kondisi permukaan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satunya jalan kolektor di Kabupaten Agam yaitu Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar. Namun peningkatan jumlah kendaraan, tingginya mobilisasi kendaraan berat, dan meningkatnya curah hujan di daerah Sumatera Barat menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa titik di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur (flexible pavement) di Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kab. Agam KM 160+100 dan KM 160+950. Penelitian ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Bina Marga 2017 yaitu metode yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Bina Marga untuk perhitungan manual perkerasan jalan sebagai acuan mendapatkan tebal rencana yang sesuai dengan data di lapangan. Hasil penelitian analisis tebal perkerasan lentur yang dihitung menggunakan MDPJ 2017 pada ruas KM 160+100 dan KM 160+950 didapat perbedaan desain pada tebal lapisan perkerasan yang telah direncanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Barat dengan perhitungan perencanaan yang telah dilakukan. Perbedaan hasil perhitungan nilai CESA yang didapatkan mempengaruhi tebal dan susunan perkerasan yang digunakan. Perbedaan tersebut terdapat pada lapisan pondasi bawah dan pondasi atas serta tebal lapisan tanah dasar. Pemilihan penggunaan lapis permukaan AC – WC dinilai lebih ekonomis, fleksibel dalam pemakaian, dan bahan yang mudah untuk didapatkan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: Studi Kasus: Proyek Gedung Haryono Data Center Adi Nugroho, Setyo; Dofir, Akhmad; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.
ANALISIS PENGARUH LIMBAH KARET BAN DAN LIMBAH PLASTIK POLYETHYLENETEREPHTHALATE (PET) DENGAN METODE WET PROCESS PADA LAPISAN ASPALBETON Batari, Keyla Aptaning; Hagni Puspito, Imam; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/9dhger29

Abstract

Pemanfaatan limbah sebagai bahan modifikasi campuran aspal merupakan pendekatan inovatif untuk mendukungpembangunan infrastruktur berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan 5% serbuk karet ban dan 2%plastik Polyethylene Terephthalate (PET) terhadap kinerja campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dengan metode wetprocess. Pengujian dilakukan pada agregat halus, agregat kasar, dan aspal untuk memastikan kesesuaian dengan SpesifikasiUmum Bina Marga 2018 Revisi 2, serta uji Marshall pada kadar aspal 4,5%–6,5%. Seluruh material memenuhi kriteria teknis,kecuali kadar lumpur pada agregat kasar yang melebihi batas maksimum sehingga memerlukan pencucian. Hasil menunjukkan campuran modifikasi memiliki stabilitas dan Marshall Quotient (MQ) lebih tinggi dibanding campurankonvensional. Pada kadar aspal 6%, campuran modifikasi mencapai stabilitas 2.692,08 kg dan MQ 1.209,25 kg/mm,sedangkan campuran konvensional 2.301,32 kg dan MQ 932,01 kg/mm. Kadar aspal optimum campuran konvensionaladalah 6%, sementara campuran modifikasi optimum pada 5,75%. Penurunan kebutuhan aspal pada campuran modifikasidisebabkan sifat elastis dan termoplastik PET serta serbuk karet ban yang mampu mengisi rongga agregat lebih efektif danmenyatu homogen dengan aspal melalui pemanasan, menghasilkan campuran lebih padat dan kohesif. Interaksi inimeningkatkan daya ikat antar komponen serta mengurangi kebutuhan aspal tanpa mengorbankan kinerja mekanis,sehingga berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan untuk peningkatan mutu perkerasan jalan.
ANALISIS DAMPAK HAMBATAN SAMPING PADA KINERJA RUAS JALAN MATRAMAN RAYA: Studi Kasus : Ruas Pasar Ikan Hias Jatinegara – Pasar Hewan Jatinegara Saputra, Riscky Ferdyansyah; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/zq096n04

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk serta tingginya mobilitas di wilayah perkotaan, khususnya Jakarta, menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan lalu lintas, salah satunya adalah kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas Jalan Matraman Raya, tepatnya pada ruas yang menghubungkan Pasar Ikan Hias Jatinegara hingga Pasar Hewan Jatinegara, serta meninjau pengaruh hambatan samping terhadap tingkat pelayanan lalu lintas di lokasi tersebut. Metode yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), dengan parameter seperti volume lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas, dan klasifikasi hambatan samping. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa hambatan samping yang tinggi, seperti aktivitas parkir di bahu jalan dan keberadaan pedagang kaki lima, mengakibatkan penurunan kecepatan arus bebas kendaraan. Kecepatan mobil penumpang tercatat 52,78 km/jam dari standar 61 km/jam, dan sepeda motor sebesar 41,52 km/jam dari standar 48 km/jam. Nilai derajat kejenuhan sebelum intervensi adalah 0,96 untuk Jalur A dan 0,91 untuk Jalur B, dengan tingkat pelayanan masuk kategori E. Setelah dilakukan upaya penanganan berupa penertiban hambatan samping, pemasangan rambu larangan berhenti, serta penyediaan lahan parkir, terjadi peningkatan kinerja jalan. Derajat kejenuhan menurun menjadi 0,75 (Jalur A) dan 0,71 (Jalur B), dan tingkat pelayanan meningkat menjadi kategori C. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan hambatan samping berperan penting dalam meningkatkan kinerja ruas jalan.
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL (AC-WC) DALAM PENGGUNAAN POLYSTYRENE (STYROFOAM) DENGAN METODE MARSHALL Aengelina, Anggun; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/tmtrjm84

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia menuntut peningkatan kualitas perkerasan jalan yang mampu menahan beban lalu lintas secara optimal. Di sisi lain, limbah plastik seperti polystyrene (styrofoam) yang sulit terurai menjadi tantangan lingkungan yang signifikan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah polystyrene sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal AC-WC guna meningkatkan kinerja teknis sekaligus mendukung konsep konstruksi ramah lingkungan. Variasi kadar polystyrene yang digunakan yaitu 2%, 2,5%, dan 3% dari total berat agregat. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Marshall untuk mengukur parameter seperti stabilitas, flow, rongga udara (VIM), rongga antar mineral agregat (VMA), dan rongga terisi aspal (VFA). Hasil menunjukkan bahwa campuran dengan 2,5% polystyrene menghasilkan performa paling optimal, khususnya dalam meningkatkan stabilitas campuran dan resistensi terhadap deformasi plastis. Temuan ini menunjukkan potensi limbah polystyrene sebagai material alternatif yang dapat memperpanjang umur layanan jalan serta mendukung keberlanjutan lingkungan.