Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RAMBU SOLO DALAM CERPEN AMBE MASIH SAKIT: KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA Wijaya, Guntur Sekti
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i2.1142

Abstract

Penelitian ini mengkaji ritual rambu solo yang terdapat dalam cerpen Ambe Masih Sakit karya Emil Amir dengan teori antropologi sastra. Rambu solo merupakan upacara pemakaman adat Tana Toraja yang sarat dengan nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kehormatan terhadap leluhur. Melalui analisis antropologi sastra, penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika budaya yang tergambar dalam cerpen tersebut serta mencermati konflik antara generasi tua yang ingin mempertahankan tradisi dan generasi muda yang mulai mempertanyakan relevansi ritual tersebut dalam konteks modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan mengidentifikasi elemen-elemen kebudayaan yang ada dalam teks cerpen serta memahami peran ritual dalam membentuk identitas budaya masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambu solo bukan sekadar upacara adat, tetapi merupakan representasi kompleks dari hubungan sosial, status, dan nilai budaya yang terancam oleh perubahan zaman. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik antargenerasi dalam pelestarian ritual rambu solo sekaligus menawarkan wawasan bagi upaya adaptasi tradisi Toraja di tengah tantangan modernisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai kulturalnya.
Mistikisme Kiai dalam Cerpen Kiai Genggong karya Moh. Wan Anwar (Kajian Realisme Magis) Wijaya, Guntur Sekti; Lestari, Erawati Dwi
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2024.6.2.128-145

Abstract

In Indonesia it is often heard and seen that a situation can occur because there is a mystical element around it. This mystical element goes hand in hand with normal conditions and this has become normal consumption in society. This confusion between reality and mysticism also often appears in the stories of islamic kiai/ulama. They have supernatural powers where these conditions are manifested in the real world so that these real conditions become even more unique with the presence of this mystical element. The supernatural powers within the kiai's body are displayed beautifully in the short story Kiai Genggong by Moh. Wan Anwar. We know that the world of literature does not just create reality as a framework for stories, but mystical elements can also be injected into it. These mystical elements are sometimes inexplicable and supernatural. In it there are strange events so that there seems to be no boundary between the real situation and the supernatural when they collide with each other. By using Wendy B. Faris' theory of magical realism and combining it with Lexy J. Moleong's qualitative research method, this research tries to explore mystical points above the surface of normality in short stories to find out the role and function of mysticism in life. Based on this research, it is known that mysticism in Indonesian islamic boarding schools plays a role as a means of spiritual development and deep understanding of islamic teachings. Its main functions include strengthening the relationship with God, enriching religious experiences, and educating students about moral and ethical values ​​through practices such as dhikr, wirid, and special rituals. Apart from that, mysticism also helps maintain the unique religious traditions and culture in the islamic boarding school environment.
WUJUD MITOS DALAM NOVEL ANAK KKPK KEMBAR TIDAK AKUR KARYA RAYYA IZZARA ABQARY Prasasti, Adira Marsa Yafi; Wijaya, Guntur Sekti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 3 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i3.549-555

Abstract

Berbagai mitos kini sudah mulai berkembang dikalangan masyarakat sehingga tidak menutup kemungkinan jika representasi dari sebuah mitos yang sudah beredar dapat mempengaruhi penulis dalam menghasilkan sebuah karya. Mitos tidak hanya sekedar kepercayaan tentang setuatu yang gaib pada peristiwa, tetapi juga membangun ideologi dan memberikan pengaruh tertentu. Pada novel anak KKPK Kembar Tidak Akur karya Rayya Izzara Abqary memuat salah satu mitos mengenai ketidakakuran sepasang sauadara kembar melalui alur cerita dan dialog yang disajikan. Penelitian ini mengangkat permasalahan bagimana wujud mitos yang sudah beredar di masyarakat di representasikan dalam alur cerita pada novel anak KKPK melalui dialog percakapan tokoh dalam penceritaannya. Peneliti menggunakan pendekatan semiotika Barthes dalam menganalisis data penelitiannya. Isu mitos dalam cerita digunakan teori mitos Barthes sebagai aspek membongkar wacana isi cerita. Mitos merupakan kajian pendekatan semiotik yang dicetuskan oleh Roland Barthes.Â