Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN PLATFORM INDONESIA HEALTH SERVICE (IHC) DI PUSKESMAS TAROGONG GARUT Junaedi, Fadil Ahmad; Suryani, Dewi Lena; Fadly, Fery
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1297

Abstract

Rekam Medis di puskesmas harus diselenggarakan dengan baik dan sesuai peraturan. PMK no 24 tahun 2022 menjadi landasan bagi puskesmas untuk mempersiapkan dalam merencang dan mengimplementasikan rekam medis elektronik. Pendaftaran rawat jalan sudah menggunakan aplikasi sikda generik dan p-care sebagai pendataan pasien lama dan baru. Namun, data pasien tidak masuk ke poliklinik. Hal tersebut petugas harus memasukkan kembali data pasien yang telah terdaftar ketika akan dilakukan tindakan. Metode pada penelitian ini adalah desain aplikasi Rapid Application Development, dengan membuat sebuah model yang dapat mengelola data pasien untuk pelayanan rawat jalan dan pelaporan rekam medis. Berdasarkan Hasil penelitian yang sudah dilakukan di Puskesmas Tarogong Standar Operasional Prosedur diperlukan dalam ebutuhan sistem (fungsional dan nonfungsional) mengenai pelayanan pasien rawat jalan secara elektronik. Sumber daya pada kebutuhan nonfungsional adalah diberian pelatihan untuk memaksimalkan perangkat komputer. Mengadakan perangkat keras bagi pelayanan yang tidak memiliki perangkat. Hasil Perncangan sistem bagian Data Flow Diagram bisa menjadi acuan untuk perubahan alur atau kegiatan yang sedang berjalan. Entity Relationship Diagram menjadikan panduan untuk data yang harus berelasi. Desain Antar muka memberikan gambaran bagaimana proses dari rekam medis elektronik itu berjalan. Aplikasi dapat didaftarkan ke dalam platform satu sehat, upaya mendukung kebijakan interoprabilitas pelayanan kesehatan di indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Alur dari kegiatan yang akan berjalan selama ini harus mulai diubah. Mulai dari pendaftaran rawat jalan tidak hanya sekedar keperluan menghitung kunjungan pasien setiap periodenya, tetapi data tersebut dapat berkelanjutan ke pelayanan medis sampai bagian pelaporan dan menjadikan interoprabilitas menjadi prioritas pengembangan sistem.Kata Kunci : Rekam Medis Elektroni, Interoprabilitas, Puskesmas
Gambaran Kesiapan Puskesmas Cipatujah dalam Menerapkan Rekam Medis Elektronik dengan Instrumen CAFP Tahun 2024 Nurholisoh, Iis; Fadly, Fery; Junaedi, Fadil Ahmad; Suryani, Dewi Lena
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 2 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i2.606

Abstract

Abstract The Electronic Medical Record (EMR) requires organizational readiness prior to implementation, one of which can be assessed using the California Academy of Family Physicians (CAFP) instrument. This study aims to describe the readiness level of Cipatujah Public Health Center in implementing EMR in accordance with Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2022. A quantitative descriptive design was employed with a total sampling technique involving 50 health center staff. Readiness was assessed across five domains (management capacity, financial and budget capacity, operational capacity, technological capacity, and organizational alignment) based on the average scores of the CAFP instrument. The results show that management capacity obtained a score of 13.52 (range II), indicating moderate readiness but highlighting the need to strengthen human resources in medical records and IT. Financial and budget capacity (13.86), operational capacity (14.26), technological capacity (28.34), and organizational alignment (29.2) were in range I, reflecting strong readiness supported by adequate budgeting, infrastructure, workflows, and the commitment of leadership and staff. Overall, Cipatujah Public Health Center is categorized as highly ready for EMR implementation, although improvements in management aspects and the addition of supporting personnel remain necessary. Keyword: Preparedness, Electronic Medical Records, CAFP, Puskesmas Abstrak Rekam Medis Elektronik (RME) menuntut kesiapan organisasi sebelum diimplementasikan, salah satunya dapat diukur menggunakan instrumen California Academy of Family Physicians (CAFP). Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kesiapan Puskesmas Cipatujah dalam penerapan RME sesuai mandat Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 50 petugas Puskesmas. Penilaian dilakukan pada lima domain kesiapan (kapasitas manajemen, keuangan dan anggaran, operasional, teknologi, dan keselarasan organisasi) berdasarkan skor rata‑rata instrumen CAFP. Hasil menunjukkan kapasitas manajemen memperoleh skor 13,52 (range II) yang menandakan kesiapan cukup namun masih memerlukan penguatan SDM rekam medis dan IT. Kapasitas keuangan dan anggaran (13,86), operasional (14,26), teknologi (28,34), dan keselarasan organisasi (29,2) berada pada range I yang mencerminkan kesiapan kuat dengan dukungan anggaran, infrastruktur, alur kerja, serta komitmen pimpinan dan staf. Secara keseluruhan, Puskesmas Cipatujah dikategorikan sangat siap untuk penerapan RME, meskipun peningkatan pada aspek manajemen dan penambahan tenaga pendukung tetap diperlukan. Kata Kunci: Kesiapan, Rekam Medis Elektronik, CAFP, Puskesmas