Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Legal Studies Journal

KONSEPSI PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA SERTA KONSEKUENSI BAGI PENGGUNA DAN PENGEDAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI DESA ALASSUMUR LOR KEC. BESUK PROBOLINGGO Rizal, Sofian Syaiful; Irsyan, Muh
Legal Studies Journal Vol 2, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/lsj.v2i2.4713

Abstract

It is undeniable that there are still many who consume drugs in the environment around us. The impact on health and the future is not small. The dangers of drugs for addicts and young people, students are very many and if the habit of consuming drugs is not immediately stopped then this will worsen the health status of the users themselves slowly but surely and will damage the future of their lives. students need a conducive and comfortable environment from drug abuse, therefore drug control is a shared responsibility starting from the family, then the community and the government. Through this service activity, it is expected to be able to provide an understanding to the community in Karo Regency about the dangers suffered by drug abuse, types and types of narcotics and how to overcome them. The method used is qualitative with direct interviews with the person concerned and provides socialization of the correct understanding of the effects of drugs as well as a question and answer discussion about types of drugs, their dangers and effective steps so that the community in Alassumur Lor village kec. Tomorrow we can tackle it early and work together to tackle drugs together with family, then community and government.Keywords: Consequences, Drugs and Legal Perspective 
Penjatuhan Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Anak dalam Perspektif HAM Rizal, Sofian Syaiful
Legal Studies Journal Vol 1, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/lsj.v1i1.2023

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak adalah suatu Perbuatan Kejahatan yang tidak bermoral dan termasuk pelanggaran HAM. Salah satu alternatif untuk mengantisipasi bertambahnya kekerasan seksual terhadap anak, Pemerintah mengeluarkan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Perpu No 1 ini kemudian disahkan menjadi Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016. Perpu tersebut mengatur tentang pemberatan terhadap hukuman pelaku kejahatan seksual, khususnya terhadap anak. Esensi Perpu tersebut mengatur tentang adanya pidana dan tindakan. Tindakan yang dimaksud dalam Perpu tersebut berupa pelaksanaan kebiri kimia disertai dengan rehabilitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan hukum pidana sanksikebiri kimia terhadap pelaku kekerasan seksual kepada anak dalam Perspektif HAM.Metode penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan analisis konsep. Pelaksanaan kebiri kimia dianggap merupakan pelanggaran HAM. Penjatuhan hukuman melalui pengebirian dapat dikualifikasi sebagai penghukuman keji dan tidak manusiawi serta tidak sesuai dengan konstitusi dan komitmen Indonesia dalam bidang hak asasi manusia. Ketentuan pasal 28G ayat (2) konstitusi indonesia menyatakan bahwa “setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia”. Pelaksanaan hukum kebiri kimia hanya berorientasi pada pembalasan yang bisa membuat pelaku kehilangan kepercayaan diri untuk berkumpul kembali dengan masyarakat. Hukum kebiri kimia tidak sejalan dengan tujuan dari hukum pidana yaitu adanya pemeliharaan solidaritas masyarakat.Kata Kunci:Kebiri Kimia; kejahatan seksual ;Hak Asasi Manusia;