Susy Adrianelly Simaremare
Poltekkes Kemenkes Medan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYIKAT GIGI TERHADAP TERJADINYA KARIES PADA SISWA/I KELAS II SD AZIZI KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Simaremare, Susy Adrianelly
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.636 KB)

Abstract

 Menyikat gigi bertujuan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan mulut terutama gigi dan jaringan sekitarnya, untuk mencegah terjadinya karies gigi dan penyakit periodontal serta mencegah tertimbunya sisa – sisa makanan itu dapat menjadi media baik untuk pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat menyebabkan peradangan pada jaringan periodontium. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang menyikat gigi terhadap terjadinya karies pada anak kelas II SD Azizi Kecamatan Medan Tembung, Besar Sampel berjumlah 32 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada ibu dan siswa/i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,62% (13 orang) memiliki pengetahuan baik, 59,37% (19 orang) memiliki pengetahuan sedang dan tidak ada (0%) ibu yang memilki tingkat pengetahuan buruk mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang menyikat gigi terhadap terjadinya karies.
PERANAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER DALAM PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANAK TENTANG PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA/I KELAS V SD NEGERI PERUMNAS SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN 2015 Simaremare, Susy Adrianelly
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.454 KB)

Abstract

Penyuluhan merupakan suatu rangkaian kegiatan penyampaian informasi pengetahuan dalam bidang kesehatan yang disusun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara penyampaian materi. Untuk mempermudah penyampaian informasi digunakan media poster agar pengetahuan yang diberikan lebih menarik perhatian dan memberikan motivasi yang tinggi untuk diterapkan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak setelah penyuluhan tanpa menggunakan media poster dan dengan menggunakan media poster terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Data diperoleh dengan menggunakan instrument kuesioner yang diambil langsung ke lokasi penelitian yaitu SD Negeri 068003 Perumnas Simalingkar dengan besar sampel berjumlah 40 0rang. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase tingkat pengetahuan anak setelah penyuluhan tanpa menggunakan media poster terhadap pemeliharaaan kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria baik 37,5% (15 responden) dan kiteria sedang 62,5% (25 responden), sedangkan tingkat pengetahuan anak setelah penyuluhan dengan menggunakan media poster terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria baik adalah 100% (40 responden).
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG DIET MAKANAN TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA/I KELAS IV SD NEGERI NO. 060891 JL. JAMIN GINTING 303 MEDAN Ria, Ngena; Simaremare, Susy Adrianelly
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.105 KB)

Abstract

Makanan atau subrat merupakan unsur penting untuk terjadinya karies. Proses karies ditentukan oleh jeniskarbohidrat dalam bentuk tepung atau cairan yang bersifat lengket serta hancur didalam mulut yangmemudahkan terjadinya karies. Hampir semua anak menyukai makanan yang bersifat kariogenik yangmerupakan salah satu penyebab terjadinya karies. Penelitian bersifat deskriptif yang bertujuan untukmengetahui Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Diet Makanan Terhadap Karies Gigi Pada Siswa/ISD Negeri No. 060891 Jl. Jamin Ginting 303 Medan Tahun 2014 yang dilaksanakan pada September sampaiNopember 2014. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian Gambaran Pengetahuan Orang TuaTentang Diet Makanan terhadap karies Gigi diperoleh data sebanyak 24 orang (80%)memiliki pengetahuanbaik, 6 orang (20%) memiliki pengetahuan sedang dan tidak terdapat siswa yang berpengetahuan buruk.Hasil pengetahuan untuk karies gigi susu diperoleh jumlah def-t adalah 47 dan def-t rata-rata 1,56. Hasilpenelitian untuk karies Gigi tetap diperoleh jumlah DMF-T adalah 41 dan DMF-T rata-rata 1,36.Berdasarkan hasil yang dapat disimpulkan bahwa Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang DietMakanan Terhadap Karies Gigi Pada siswa/i Kelas IV SD Negeri No. 060891 Jl. Jamin Ginting 303 MedanTahun 2014 diperoleh hampir semua anak menyukai makanan dan minuman yang bersifat kariogenik yangmerupakan faktor resiko terjadinya karies. Dari data hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh siswa/Imemiliki karies gigi (83,4%). Karies gigi susu diperoleh data def-t adalah 47 dengan rata-rata def-t 1,56.Karies gigi tetap diperoleh jumlah DMF-T adalah 41 dan rata-rata DMF-T 1,36. Diharapkan terutamakepada siswa/i agar memilih makanan yang menyehatkan gigi untuk menghindari terjadinya karies gigi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA/I KELAS IV SDN 030329 TENTANG MASA PERGANTIAN GIGI SUSU DENGAN GIGI PERMANEN TERHADAP GIGI BERJEJAL DI DESA TIGA BARU KECAMATAN PEGAGAN HILIR KABUPATEN DAIRI TAHUN 2017 Susy Adrianelly Simaremare
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.95 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.16

Abstract

Memasuki usia sekolah, gigi tetap mulai tumbuh sehingga dalam rongga mulut anak terdapat gigi campuran, yaitu terdapatnya gigi susu dan gigi tetap.Periode gigi bercampur dalam masa pertumbuhannya dapat menimbulkan gigi berjejal, apabila gigi berjejal dibiarkan dapat menyebabkan gangguan fungsi pengunyahan, berbicara dan penampilan. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Tingkat Pengetahuan Orang tua Siswa/i Kelas IV SDN 030329 Tentang Masa Pergantian Gigi Susu dengan Gigi Permanen Terhadap Gigi Berjejal di Desa Tiga Baru Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi Tahun 2017. Data diperoleh langsung terhadap 30 siswa/i, dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada siswa/i untuk diberikan kepada orang tua. Hasil penelitian Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Masa Pergantian Gigi Susu dengan Gigi Permanen Terhadap Gigi Berjejal di Desa Tiga Baru Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi yang menjawab dengan kriteria sedang 20 orang (66,7%),kriteria baik sebanyak 9 orang (30%), dan kriteria buruk sebanyak 1 orang (3,3%).Untuk frekuensi anak kelas IV SD yang tidak memiliki gigi berjejal sebanyak 20 orang (66,7%) dan yang memiliki gigi berjejal sebanyak 10 orang (33,3%). Diharapkan kepada orang tua agar menjaga dan merawat gigi anak sejak dini agar tidak berjejal. Dari Hasil Penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Pengetahuan orang tua tentang masa pergantian gigi susu dengan gigi permanen terhadap gigi berjejal dengan kriteria sedang adalah sebanyak 20 orang (66,7%). dan Jumlah anak yang tidak memiliki gigi berjejal adalah sebanyak 20 orang (66,7%).Diharapkan kepada siswa/i agar dapat menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dengan baik.dan kepada pihak sekolah agar menjalankan program UKGS dalam rangka meningkatkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal.
PENGETAHUAN ANAK TENTANG MENYIKAT GIGI YANG BAIK TERHADAP HALITOSIS PADA SISWA-SISWI KELAS IV SD SWASTA ST. IGNATIUS MEDAN JOHOR Susy Adrianelly Simaremare
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.059 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i1.48

Abstract

Menyikat gigi bertujuan untuk membuang plak sebersih mungkin, sebab di dalam plak inilah kuman paling banyak tinggal. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri dari kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak diatas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi. Halitosis merupakan bau mulut tidak sedap yang keluar dari mulut akibat kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut dan dapat melibatkan kesehatan dan kehidupan sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan anak tentang menyikat gigi yang baik terhadap halitosis pada siswa-siswi kelas IV SD Swasta St.Ignatius Medan Johor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Penelitian dilakukan pada anak kelas IV SD Swasta St. Ignatius Medan Johor dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi yang baik terhadap halitosis, siswa-siswi yang memiliki kriteria baik ada 6 orang, kriteria sedang ada 12 orang dan yang memiliki kriteria buruk ada 2 orang. Berdasarkan tabel frekuensi pengetahuan anak tentang waktu menyikat gigi yang baik terhadap halitosis, siswa-siswi kelas IV SD Swasta St.Ignatius Medan yang memiliki kriteria baik ada 2 orang, 17 orang memiliki kriteria sedang dan 1 orang memiliki kriteria buruk. Kesimpulannya, bahwa pengetahuan anak tentang menyikat gigi yang baik meliputi cara, waktu dan frekuensi menyikat gigi yang baik itu mempengaruhi halitosis seorang anak. Untuk itu, diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya gigi untuk lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan gigi.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN TERJADINYA KARIES ANAK PADA USIA 3-5 TAHUN DI DESA SENA PERUMAHAN CENDANA ASRI KEC. BATANG KUIS TAHUN 2016 manta rosma; susy adrianelly simaremare
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.237 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v11i2.82

Abstract

Susu formula merupakan pengganti makanan tambahan sering diberikan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat anak. Kebiasaan anak minum susu formula dengan menggunakan botol saat menjelang tidur dapat menyebabkan karies gigi. Laktosa dalam sisa susu yang tergenang dalam mulut sepanjang malam akan mengalami proses hidrolisa oleh bakteri plak menjadi asam. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan Metode survey. Sampel penelitian ini adalah ibu dari anak usia 3-5 tahun yang mengkonsumsi susu formula di Desa Sena Perumahan Cendana Asri Kec. Batang Kuis yang berjumlah 30 orang.Data pengetahuan tentang pemberian susu fomula dapat diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada seluruh sampel, sedangkan data karies gigi diperoleh dari hasil pemeriksaan gigi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu dengan kriteria baik yaitu 33,3% (10 orang) dengan karies gigi anak 6,7% (2 orang) dan yang tidak karies 26,7% (8 orang), kriteria sedang yaitu 30% (9 orang) dengan karies gigi anak 26,7% (8 orang) dan yang tidak karies 3,3% (1 orang), sedangkan kriteria buruk yaitu 36,7% (11 orang) dengan karies gigi anak 33,3% (10 orang) dan yang tidak karies 3,3% (1 orang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian susu formula sangat berpengaruh dengan terjadinya karies anak. Diharapkan kepada ibu-ibu balita agar memperhatikan pemberian susu formula pada anak agar gigi sehat dan tidak ada peningkatan karies gigi yang semakin parah lagi.