Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH BERKUMUR DENGAN LARUTAN TEH HIJAU TERHADAP pH SALIVA PADA SISWA-SISWI SD NEGERI 024761 KECAMATAN BINJAI UTARA TAHUN 2014 Rosma, Manta; Aritonang, Netty Jojor
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.126 KB)

Abstract

Teh hijau mengandung polyphenol, theofilin, tannin, katekin , serta sejumlah mineral seperti Zn, Se, Mo,fluoride. Kandungan polyphenol dan katekin yang tekandung dalam teh mengurangi plak dan produksiasam oleh bakteri Streptococcus Mutans yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Tujuanpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan larutan teh hijau terhadap pH salivapada siswa/i SD Negeri 024761 Kecamatan Binjai Utara Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakanadalah penelitian analitik. Metode yang digunakan quaisi experiment, rancangan dalam penelitian ini adalahpre-test and post-test. Adapun cara pengambilan sampel dengan Purposive Sampling, menggunakan siswa/ikelas V SDN 024761 Kecamatan Binjai Utara sebanyak 30 orang siswa/i, dengan menggunakan test PaperDental Saliva pH Indikator Untuk mengetahui kriteria asam. Penelitian ini menggunakan uji Wilcon SignedRank Test Hasil penelitian dikutahui terjadi perubahan kriteria pH saliva yaitu asam dari 80% menjadi 0%,netral dari 20% menjadi 43,33% dan basa dari 0% menjadi 56,66%. Menunjukkan bahwa ada pengaruhberkumur dengan larutan teh hijau terhadap pH saliva. Hasil uji statistik dengan mengunakan WilcoxonSigned Rank Test dihasilkan nilai signifikasi 000 (2-tailed) <0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima.Disarankan kepada siswa untuk berkumur menggunakan larutan teh hijau sebagai alternatif tindakanpencegahan terjadinya karies.
EFEKTIFITAS MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN SIWAK DALAM MENURUNKAN INDEKS PLAK PADA SISWA MTs SWASTA ALWASLIYAH DESA LAMA KECAMATAN PANCUR BATU DELI SERDANG TAHUN 2014 Hamsar, Adriana; Nuraskin, Cut Aja; Rosma, Manta
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.186 KB)

Abstract

Siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting tanaman arak (salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, berdiameter lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memilki jutaan serat, yang berguna membersihkan gigi. Jenis  penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment)  dengan rancangan pre-test dan post-test only group design. Penelitian ini dilakukan pada Siswa/i MTs Al-Wasliyah Pancur Batu Deli Serdang dengan jumlah populasi 214 orang dengan pengambilan sampel dilakukan secara acak yaitu berjumlah 40 orang. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa menyikat gigi dengan siwak lebih efektif dalam menurunkan Indeks plak dibandingkan dengan sikat gigi biasa. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan penurunan plak indeks, penggunaan siwak penurunannya sebesar 1.39. sedangkan sikat gigi penurunan plak indeksnya sebesar 1.31. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada perbedaan  menyikat gigi dengan siwak dan sikat gigi terhadap penurunan indeks plak. Menyikat gigi dengan siwak lebih efektif dari pada sikat gigi. Hal ini menunjukkan bahan tradisional dapat digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut.
KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN GIGI DAN KEPUASAN PASIEN DI KLINIK GIGI JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES RI MEDAN (STUDI DESKRIPTIF) Manta Rosma
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.381 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i2.11

Abstract

Communication in dental hygiene is the one that is consciously designed for patients’ recovery. In order to perform a good communication in dental hygiene, every nurse requires good knowledge and attitude. This is descriptive research with survey method which objective was to measure the patients’ satisfaction level at Dental Clinic of Dental Hygiene Department, Poltekkes Kemenkes RI (Polytehnic of Health, Minstry of Health of the Republic of Indonesia), Medan. The primary data were gained through questionnaires. The secondary data were obtained from the visit recording book of the patients at Dental Clinic of Dental Hygiene Department, Poltekkes Kemenkes RI Medan. The samples were 40 patients who were selected using purposive sampling technique. The result showed that 17 respondents (42,5%) were satisfied and 23 respondents (57,5%) were dissatisfied. It was concluded that the communication in dental hygiene is very essential. It is recommended that the quality of communication at the Dental Clinic of Dental Hygiene Department, Poltekkes Kemenkes RI Medan be improved , for example by developing students’ ability in communicating with patients and enhancing the adequate facilities in order that the optimal and good oral and dental health service can be achieved.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN TERJADINYA KARIES ANAK PADA USIA 3-5 TAHUN DI DESA SENA PERUMAHAN CENDANA ASRI KEC. BATANG KUIS TAHUN 2016 manta rosma; susy adrianelly simaremare
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.237 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v11i2.82

Abstract

Susu formula merupakan pengganti makanan tambahan sering diberikan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat anak. Kebiasaan anak minum susu formula dengan menggunakan botol saat menjelang tidur dapat menyebabkan karies gigi. Laktosa dalam sisa susu yang tergenang dalam mulut sepanjang malam akan mengalami proses hidrolisa oleh bakteri plak menjadi asam. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan Metode survey. Sampel penelitian ini adalah ibu dari anak usia 3-5 tahun yang mengkonsumsi susu formula di Desa Sena Perumahan Cendana Asri Kec. Batang Kuis yang berjumlah 30 orang.Data pengetahuan tentang pemberian susu fomula dapat diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada seluruh sampel, sedangkan data karies gigi diperoleh dari hasil pemeriksaan gigi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu dengan kriteria baik yaitu 33,3% (10 orang) dengan karies gigi anak 6,7% (2 orang) dan yang tidak karies 26,7% (8 orang), kriteria sedang yaitu 30% (9 orang) dengan karies gigi anak 26,7% (8 orang) dan yang tidak karies 3,3% (1 orang), sedangkan kriteria buruk yaitu 36,7% (11 orang) dengan karies gigi anak 33,3% (10 orang) dan yang tidak karies 3,3% (1 orang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian susu formula sangat berpengaruh dengan terjadinya karies anak. Diharapkan kepada ibu-ibu balita agar memperhatikan pemberian susu formula pada anak agar gigi sehat dan tidak ada peningkatan karies gigi yang semakin parah lagi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA 6-8 TAHUN TERHADAP PENCABUTAN GIGI DI KLINIK JURUSAN KEPERAWATAN GIGI TAHUN 2016 Rosdiana Tiurlan Simaremare; Manta Rosma; Rizka Yulia
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.908 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v11i3.99

Abstract

Gigi sulung adalah gigi yang muncul pada masa periode anak-anak, sdimulai dari anak berumur 8 bulan hingga anak berumur 12 tahun. Oleh karena itu anak perlu mendapat perhatian khusus, terutama pada awal dimulainya pertumbuhan gigi permanen menggantikan gigi susu, umumnya anak akan cenderung cemas menghadapi pengalaman pertamanya mencabut gigi susu. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan lembar observasi tingkat kecemasan yang dilakukan dengan cara mengamati reaksi atau respon kecemasan yang tampak pada anak, mencakup respon fisiologis, respon perilaku, respon kognitif dan respon efektif yang menunjukkan tingkat kecemasan anak terhadap pncabutan gigi yaitu tidak ada kecemasan, kecemasan ringan, kecemasan sedang dan kecemasan berat. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Data yang diperoleh langsung diambil oleh peneliti, dengan hasil anak usia 6-8 tahun baik laki-laki maupun perempuan diperoleh kriteria tidak cemas sebanyak 7 anak (17,5%), kecemasan ringan yaitu sebanyak 17 anak (42,5%), kecemasan sedang sebanyak 13 anak (32,5%), kecemasan berat 3 anak (7,5%). Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan anak terhadap pencabutan gigi dapat dikurangi ataupun diatasi dengan dukungan orang tua, membujuk anak dengan memberikan hadiah juga bisa mengurangi kecemasan anak dikarenakan keinginnannya terhadap hadiah tersebut, kemudian keahlian perawat gigi dalam berkomunikasi (komunikasi terapeutik) kepada anak, memberikan pengetahuan mengenai pertumbuhan gigi baik kepada anak maupun orang tua.
Hubungan Pengetahuan Mengenai Gigi Tiruan dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Pengguna Gigi Tiruan Usia 40-50 Tahun Sondang Sondang; Manta Rosma; Rosdiana T. Simaremare
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.47786

Abstract

Abstract: Knowledge of dentures affects dental and oral hygiene status. This study aimed to determine the relationship between knowledge about denture with dental and oral hygiene status (OHI-S) among denture wearers aged 40-50 years. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design.  Samples were 40 denture wearers of Desa Tanjung Morawa B Dusun IV Kabupaten Deli Serdang, Indonesia. The results showed that eight subjects (20.0%) had good knowledge about dentures, 22 subjects (55.0%) had fair knowledge about dentures, and 10 subjects (25.0%) had poor knowledge about dentures. Examination of dental and oral hygiene status (OHI-S) showed nine subjects (22.5%) had good dental and oral hygiene, 18 subjects (45.0%) had moderate dental and oral hygiene, and 13 subjects (32.5%) had poor dental and oral hygiene. The chi-square test showed a relationship between knowledge and status of dental and oral hygiene among the subjects (p=0.03). In conclusion, there is a relationship between knowledge about denture with dental and oral hygiene status among denture wearers at Desa Tanjung Morawa B Dusun IV Kabupaten Deli Serdang, Indonesia. Keywords: knowledge about wearing denture; dental and oral hygiene; denture wearers   Abstrak: Pengetahuan tentang gigi tiruan memengaruhi status kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mengenai penggunaan gigi tiruan dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pengguna gigi tiruan berusia 40-50 tahun. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 40 orang masyarakat Desa Tanjung Morawa B Dusun IV Kabupaten Deli Serdang pengguna gigi tiruan, yang dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan serta tingkat kebersihan gigi dan mulut (OHI-S). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa untuk tingkat pengetahuan tentang penggunaan gigi tiruan terdapat delapan subyek (20,0%) memiliki pengetahuan baik, 22 subyek (55,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 10 subyek (25,0%) memiliki pengetahuan kurang. Penilaian tingkat kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) mendapatkan sembilan subyek (22.5%) dengan status kebersihan gigi baik, 18 subyek (45,0%) dengan status kebersihan gigi sedang, dan 13 subyek (32,5%) dengan status kebersihan gigi buruk. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan antara pengetahuan dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pengguna gigi tiruan usia 40-50 tahun (p=0,03). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan pengetahuan mengenai penggunaan gigi tiruan dengan status kebersihan gigi dan mulut pada pengguna gigi tiruan usia 40-50 tahun di Desa Tanjung Morawa B Dusun IV Kabupaten Deli Serdang Kata kunci: pengetahuan mengenai penggunaan gigi tiruan; status kebersihan gigi dan mulut; pengguna gigi tiruan
PELATIHAN KADER USAHA KESEHATAN GIGI KELUARGA UNTUK TANGGAP DETEKSI KARIES GIGI DI TK/PAUD, RA DAN MI KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG: TRAINING FOR FAMILIY DENTAL HEALTH BUSINESS CADRES TO RESPOND TO DENTAL CARIES DETECTION KINDERGATEN/EARLY CHILDOOD, RA AND MI BERINGIN DISTRICT, DELI SERDANG REGENCY Simaremare, Rosdiana Tiurlan; Manta Rosma
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.701 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1074

Abstract

Anak pra sekolah perlu mendapatkan perhatian secara khusus, karena pada usia tersebut anak-anak belum mampu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan ibu sebagai orang terdekat dari anaknya di dalam keluarga untuk tanggap deteksi karies gigi sehingga kelak dapat menjadi kader usaha kesehatan gigi keluarga. Lokasi kegiatan PkM ini adalah di TK/Paud Yapen. RA.Nurul Fatihah Kecamatan Beringin Kabupaten Deli serdang. Responden adalah ibu dan anak sebanyak 40 orang masing-masing 20 orang ibu dan 20 orang anak. Dalam kegiatan ini dilakukan juga penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dan anak TK/Paud, serta memeriksa  rongga mulut anak meliputi mengetahui indeks plak gigi dan indeks karies giginya. Metode pelaksanaan PkM ini dimulai dari melakukan survey awal, melaksanakan pelatihan kader menggunakan media booklet, poster, leaflet, stiker, alat oral diagnostic, serta media phantom gigi. Diharapkan UKGK kepada ibu-ibu dari TK/Paud, demonstrasi cara menyikat gigi dan cara mendeteksi awal dari karies gigi, serta melakukan pretest dan posttest untuk mengevaluasi keberhasilan dan peningkatan dari kemampuan dan pengetahuan sasaran yaitu ibu-ibu dari anak TK/Paud. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan anak setelah mendapatkan penyuluhan maupun praktek langsung mendeteksi karies gigi di dalam mulut. Selain itu adanya pemberdayaan ibu-ibu ini akan mengubah kebiasaan buruk anak yang sebelumnya dilaporkan  masih banyak anak minum susu botol sambil tidur menjelang tidur malam, serta sering makan makanan yang manis-manis saat di sekolah.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SEJAK DINI RISIKO KARIES GIGI DENGAN MEDIA EDUKASI KESEHATAN GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS I: TRAINING ON EARLY PREVENTION OF DENTAL CARIES RISK WITH DENTAL HEALTH EDUCATION MEDIA FOR FIRST GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Sihombing, Kirana Patrolina; Siahaan, Yenny Lisbeth; Rosma, Manta
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2342

Abstract

Pendahuluan. Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi pada anak sekolah dasar. Faktor risiko karies gigi salah satunya adalah tingginya kebiasaan anak sekolah dasar mengkonsumsi makanan manis dan lengket. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pencegahan risiko karies gigi sejak dini melalui media edukasi kesehatan gigi kepada siswa kelas I di SD 064955, Kecamatan Sitirejo Medan. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini adalah melaksanakan Pretest, Observasi dan Pemeriksaan karies gigi-geligi anak, dilanjutkan ceramah interaktif, demonstrasi praktis dengan media video edukasi, boneka gigi, dan alat peraga phantom gigi, diskusi kelompok kecil, serta Post test. Waktu pelaksanaan 14-15 Juli 2025 di UPT SD 064955 Kecamatan Sitirejo Medan Hasil pengabdian menunjukkan pengetahuan siswa meningkat setelah pengabdian dilaksanakan dimana 25 orang siswa (83,33%) memiliki pengetahuan baik dan 16,67% memiliki pengetahuan kategori sedang, dan tidak ada siswa yang berada dalam kategori buruk.  Proses terjadinya karies dipengaruhi oleh multi faktor. Pola frekuensi makan makanan kariogenik yang tinggi, apabila diimbangi oleh frekuensi makan makanan non kariogenik, maka risiko keparahan karies dapat menjadi kecil atau menurun. Pendidikan kesehatan gigi melalui penyuluhan merupakan salah satu intervensi untuk merubah perilaku menurunkan risiko karies gigi guna mencapai derajat kesehatan gigi anak setinggi-tingginya. Pelatihan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan melalui upaya promotif dan preventif dibantu dengan media yang menarik untuk memudahkan siswa memahami dengan baik dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan pengabdian ini adalah Pelatihan melalui edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan media edukasi yang menarik dan partisipatif, dapat menjadi salah satu alternatif untuk pencegahan risiko karies gigi sejak dini.
Pelatihan Pendamping Kader Usaha Kesehatan Gigi Keluarga Dalam PencegahanTerjadinya Penyakit Gigi Dan Mulut di SD 105342 Durian Kecamatan Pantai Labu Tiurlan Simaremare, Rosdiana; Rosma, Manta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3323

Abstract

Anak usia sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian secara khusus, karena pada usia tersebut anak-anak belum mampu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Anak-anak memiliki kegemaran mengonsumsi makanan yang bersifat kariogenik yang mempunyai sifat manis dan lengket dapat menyebabkan tersisanya makanan di dalam mulut. Sisa makanan tersebut mengendap dan berfermentasi menjadi asam sehingga menimbulkan plak pada gigi yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan meningkatkan risiko karies.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan inovasi ilmu pengetahuan serta meningkatkan peran dan partisipasi Poltekkes Kemenkes Medan dalam peningkatan derajat Kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan memberdayakan guru dalam mendampingi siswa-siswi dalam memelihara Kesehatan gigi dan mulutnya baik di rumah dan di sekolah. Lokasi kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD 105342 Durian Kecamatan Pantai  Labu pada guru  sebanyak 8 orang dan siswa-siswi kelas 2 sebanyak 36 orang. Kegiatan meliputi upaya promotive dan preventif seperti penyuluhan, demonstrasi, dan pemeriksaan gigi-geligi. Selain itu dilaksanakan pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan baik guru dan siswa-siswi agar dapat diketahui tingkat keberhasilan upaya-upaya yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini melalui penyebaran lembar kuesioner pre test dan post test. Instrumen yang digunakan antara lain booklet, leaflet, poster, phantom gigi, dan alat diagnostic.  Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan guru dan siswa-siswi serta terbentuknya program usaha Kesehatan Gigi Sekolah maupun keluarga yang dikembangkan oleh sekolah dengan melibatkan partisipasi orangtua.
JENIS MAKANAN YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK KELAS V SD NEGERI 102078 KECAMATAN BANDAR KHALIFAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI S, Rosdiana Tiurlan Simaremare; Manta Rosma
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i3.1689

Abstract

Caries tooth is disease network hard marked teeth _ with happen demineralization / dissolution of the layer outside teeth . Caries children 's teeth Still high , here caused Because consume destructive food _ health tooth ie sweet and sticky food , all- round food sour , food in the form of substance flour , hard foods , hot foods _ _ extreme and drink soft drinks For look after health his teeth . Study This aim For know connection type food to happen caries children 's teeth class V SD Negeri 102078 District . Bandar Khalifah Regency . Serdang Bedagai . As for types research used _ is study descriptive with method survey. Study done to children class V SD Negeri 102078 with population taken _ is all over child Class V of SD Negeri 102078 has 84 people and those who are sample ie whole amount population namely 84 people. Research results showing many kid who likes it consume related foods _ to damage tooth namely those who consume oranges 84.5% amount caries 9.6%, who consume pineapple 67.9% the amount of caries 9.4%, who consume water guava 55.9% amount caries 7.9%, who consume watermelon 52.4% amount caries 6.9%, who consume kedongdong 35.7% total caries 5.2%, who consume vegetables 29.8% total caries 2.9% and those who consume destructive food _ health teeth and mouth namely those who consume sweet and sticky foods 78.6% of the amount caries 10.9%, who consume all -round food acid 27.4% amount caries 4.3%, who consume food in the form of starch_73.8 % amount caries 9.8%, who consume food accounts for 60.7% of the amount caries 8.7%, who consume hot food _ extreme 77.4% amount caries 10.3%, who consume drink soft drinks 63.1% amount caries 7.9%.