Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG STROKE DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI DI RUANG FISIOTERAPI RSUD DR.PIRNGADI MEDAN TAHUN 2016 Arianti, Wiwik Dwi; Ginting, Suriani; Tampubolon, Ayu C.
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.826 KB)

Abstract

Stroke merupakan sindrom klinis akibat gangguan pembuluh darah otak, timbul mendadak dan biasanyamengenai penderita usia 45-80 tahun. Umumnya laki-laki sedikit lebih sering terkena dari pada perempuan.Biasanya tidak ada gejala-gejala prodrama atau gejala dini yang timbul mendadak. Setelah terserang strokebeberapa pasien mengalami gangguan seperti kelumpuhan, penurunan kemampuan komunikasi, perubahanmental akibat depresi. Oeh karena itu, pasien stroke perlu menjalani rehabilitasi agar dapat sebisa mungkinmengembalikan fungsi tubuhnya. Salah satu jenis perawatan yang diberikan adalah fisioterapi. Fisioterapimerupakan hal yang penting mencegah kekakuan dan imobilisasi. Pasien stroke menganggap penyakitstroke tidak dapat disembuhkan dan akan di derita seumur hidup, sementara dengan perawatan yang baikkececatan pasca stroke dapat diminimalkan, dengan demikian perlu kepatuhan pasien stroke menjalanifisioterapi. Kepatuhan pasien pasca stroke dalam menjalani fisioterapi di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUDSleman, diketahui dalam kategori patuh sebanyak 13 orang (65,5%). Penelitian ini bersifat analitik yangbertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien tentang stroke dengan kepatuhan menjalanifisioterapi di ruang fisioterapi RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016, dengan penelitian cross sectional.Responden dalam penelitian ini sebanyak 32 orang dengan menggunakan Accidental Sampling. Hasilpenelitian diperoleh bahwa mayoritas sebanyak 15 responden (46,9%) berpengetahuan cukup[ dan sebanyak21 responden (65,5%) tidak patuh menjalani fisioterapi dan 9 responden (28,1%) patuh menjalani fisioterapi.Berdasarkan analisa menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antarapengetahuan pasien stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi, yaitu p-value =0,021 (p< 0,05).
HUBUNGAN PERILAKU PASIEN DALAM PERAWATAN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG RINDU A1 DAN A2 RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2015 Ginting,, Suriani; Arianti, Wiwik Dwi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.042 KB)

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karenaadanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dilatarbelakangioleh resisten insulin dan dapat menimbulkan banyak komplikasi seperti Ulkus Diabetikum jika penderitatidak menjaga pola hidup. Untuk mencegah terjadinya Ulkus Diabetikum dibutuhkan perilaku yangmendukung dari penderita Diabetes Melitus itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganperilaku pasien dalam perawatan Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum pada pasien Diabetes Melitusdi Ruang Rindu A1 dan A2 RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011. Yang menjadi variabel independenadalah Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan sedangkan variabel dependen adalah Ulkus Diabteikum.Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional yang terdiri dari 33sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara melalui kuesioner dan lembarobservasi. Adapun analisa data yang digunakan adalah Univariat, Bivariat (Uji Chi Square), dan Multivariat(Uji Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian berdasarkan analisa bivariat yang menggunakan Uji ChiSquare menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p value = 0,040 < 0,05), sikap (p value = 0,027<0,05), dan tindakan (p value = 0,024 < 0,05) dengan ulkus diabetikum. Sedangkan berdasarkan analisamultivariat yang menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda menunjukkan bahwa variabel tindakanmerupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan ulkus diabetikum (OR=6,024). Dengandemikian disarankan kepada pasien untuk mempertahankan perilaku yang mendukung perawatan DiabetesMelitus supaya kejadian Ulkus Diabetikum dapat dicegah.
AKTIVITAS SEKSUAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN Arianti, Wiwik Dwi; Ginting, Suriani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.431 KB)

Abstract

Diabetes adalah penyakit akibat kadar glukosa dalam darah meningkat secara terus menerus akibat kekurangan jumlah insulin yang mengatur gula darah. Bagi pria, kesulitan mendapatkan dan  mempertahankan ereksi adalah tanda-tanda awal dari penyakit diabetes atau kencing manis, Avicenna Persia (960-1037 M) menyebutkan turunnya fungsi seksual adalah akibat dari komplikasi penyakit diabetes. Sebanyak 37-75 persen pria yang mengidap diabetes akan mengalami disfungsi ereksi  atau  juga  biasa disebut impotensia. Disfungsi ereksi adalah masalah umum yang biasa terjadi di kalangan pria terutama  ketika usia sudah semakin tua. Pria dengan diabetes biasanya akan menderita disfungsi ereksi lima belas tahun lebih awal dari pada pria yang tidak menderita kencing manis. Komplikasi DM adalah disfungsi seksual dan telah dikenal 200 tahun yang lalu. Sekitar 40-60% pria penderita DM mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi akibat penyakit ini dapat terjadi pada wanita dan pria. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas seksual pada pasien penderita DM di Rumah Sakit Umum H.Adam Malik Medan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel secara convinience sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 orang, melalui kuisioner pada 24 September sampai November 2015. Dari 36 penderita DM yang diteliti, 22 penderita DM (61,%1) aktivitas seksualnya menurun berat, 12 penderita DM (33,3%) aktivitasnya seksualnya menurun sedang, 1 penderita DM (2,8%) aktivitas seksualnya menurun ringan, 1 penederita DM (2,8%) aktivitas seksualnya normal. Untuk itu saran untuk praktek keperawatan adalah memperhatikan kepuasan seksualitas klien, memberi informasi kesehatan, untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan pasangan penderita DM dalam memberi pendapat tentang masalah seksual.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN 2016 Wiwik Dwi Arianti
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.867 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v10i3.116

Abstract

Di Indonesia anemia masih menjadi masalah utama, wanita terutama remaja mempunyai resiko paling tinggi menderita anemia. Data WHO menunjukkan sekitar 41,4% - 66,7% remaja putri di Indonesia menderita anemia. Di Sumatera Utara berdasarkan survei yang dilakukan di empat Kota, remaja putri yang menderita anemia sekitar 40,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 160 orang. Sampel sebanyak 48 orang remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama menstruasi, kebiasaan makan dan pendapatan keluarga dari remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan dan variabel terikatnya adalah anemia pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan, menggunakan data primer. Data primer diperoleh melalui pemeriksaan kadar Hb dan pengisian kuisioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan ?= 0,05. Dari analisis data univariat, 62,50% responden mengalami anemia, 68,75% responden dengan lama menstruasi selama 5-7 hari, 54,17% responden dengan kebiasaan makan yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan lama menstruasi dengan anemia pada remaja putri (x2=11,92), ada hubungan kebiasaan makan dengan anemia pada remaja putri (x2= 21,51). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan anemia pada remajaputri adalah pendapatan keluarga (x2= 0.23). Sebaiknya pihak sekolah bekerjasama dengan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang masalah kesehatan terutama tentang anemia pada remaja.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di IGD RS Mitra Sejati Medan Tahun 2022 Elny Lorensi Silalahi; Wiwik Dwi Arianti; Ida Suryani Hasibuan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v1i3.105

Abstract

Basic life support or basic life support (BLS) is the first attempt made to maintain life when the patient experiences a threatening situation. Emergency events are unpredictable and can happen anywhere and to anyone. Delays and errors in handling them can have very fatal and irreparable effects in subsequent actions. The purpose of this study was to find similarities, advantages, and disadvantages regarding the description of the knowledge and implementation of basic inhalation assistance (BHD) for emergency nurses in emergency departments. This research method uses a correlational descriptive method. The large number of samples in this study uses a minimum sample of 38 respondents with inclusion and exclusion criteria. Data analysis based on percentage and described in the frequency distribution table. The results of the study show that there is a relationship between knowledge and skills of nurses in carrying out basic life support measures in the emergency department of Mitra Sejati Hospital in Medan. The level of relationship between the two variables is (+/positive) 0.458, which means that the strength of the relationship is at a moderate level of relationship. In addition, this positive relationship means an increase in knowledge followed by an increase in the skills of nurses in carrying out basic life support measures.
PENGARUH TERAPI SENTUHAN TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI PREMATUR DI RSUD SIDIKALANG Heriaty Berutu; Rugun Togianur Lingga; Wiwik Dwi Arianti
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i2.2024

Abstract

A premature baby is a baby born before 37 weeks of gestation. Generally, premature babies in Indonesia weigh less than expected and are at high risk of various health complications, including growth and developmental disorders, one of which is slow weight gain. The purpose of this study was to examine the effect of touch therapy on weight gain in premature babies at Sidikalang Regional General Hospital. The method was a correlational study with a one-group pre-test and post-test design. The population was 16 premature babies born in the Perinatology Ward of Sidikalang Regional General Hospital. Purposive sampling was used for sampling. The research instruments were the tools used for data collection. Data collection used standard operating procedures (SOP) for infant massage, infant massage equipment, and baby weight scales, as well as checklists. Statistical analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an effect of infant massage therapy on weight gain in premature babies, with the Wilcoxon test showing a Z value of -3.535 and p = 0.000 (p < 0.00). Conclusion: There is an effect of infant massage therapy on weight gain in premature babies.
Autogenic Relaxation is Effective in Reducing Blood Pressure in Elderly People who Experience Hypertension Risdiana Melinda Naibaho; Wiwik Dwi Arianti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5492

Abstract

Hypertension in the elderly is a degenerative disease health problem that tends to worsen over time and can increase the risk of various cardiovascular diseases. Autogenic relaxation, which involves deep breathing and self-suggestion to calm the body, is expected to help lower blood pressure. This study aims to explore the effects of autogenic relaxation techniques in lowering blood pressure in the elderly with hypertension. The research method used was pre-experimental with a One Group Pretest-Posttest Design. The population of this study were all active elderly at Posyandu for the elderly of Bintang Village in the working area of UPT Puskesmas Batang Beruh who experienced hypertension 34 samples with purposive sampling technique to collect data with measuring instruments using blood pressure meters according to SOP and observation sheets. The average decrease in blood pressure after intervention was 137.56 mmHg with an average difference in systole reduction of 15.41 mmHg, diastole blood pressure after intervention was 83.41 mmHg with an average difference in diastolic reduction of 9.26 mmHg. Statistical tests using Paired Sample t-test resulted in a p value <0.01, which indicates significance at the 95% level of significance (α = 0.05). Autogenic relaxation is effective in reducing blood pressure in the elderly who experience hypertension.