Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG STROKE DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI DI RUANG FISIOTERAPI RSUD DR.PIRNGADI MEDAN TAHUN 2016 Arianti, Wiwik Dwi; Ginting, Suriani; Tampubolon, Ayu C.
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.826 KB)

Abstract

Stroke merupakan sindrom klinis akibat gangguan pembuluh darah otak, timbul mendadak dan biasanyamengenai penderita usia 45-80 tahun. Umumnya laki-laki sedikit lebih sering terkena dari pada perempuan.Biasanya tidak ada gejala-gejala prodrama atau gejala dini yang timbul mendadak. Setelah terserang strokebeberapa pasien mengalami gangguan seperti kelumpuhan, penurunan kemampuan komunikasi, perubahanmental akibat depresi. Oeh karena itu, pasien stroke perlu menjalani rehabilitasi agar dapat sebisa mungkinmengembalikan fungsi tubuhnya. Salah satu jenis perawatan yang diberikan adalah fisioterapi. Fisioterapimerupakan hal yang penting mencegah kekakuan dan imobilisasi. Pasien stroke menganggap penyakitstroke tidak dapat disembuhkan dan akan di derita seumur hidup, sementara dengan perawatan yang baikkececatan pasca stroke dapat diminimalkan, dengan demikian perlu kepatuhan pasien stroke menjalanifisioterapi. Kepatuhan pasien pasca stroke dalam menjalani fisioterapi di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUDSleman, diketahui dalam kategori patuh sebanyak 13 orang (65,5%). Penelitian ini bersifat analitik yangbertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien tentang stroke dengan kepatuhan menjalanifisioterapi di ruang fisioterapi RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016, dengan penelitian cross sectional.Responden dalam penelitian ini sebanyak 32 orang dengan menggunakan Accidental Sampling. Hasilpenelitian diperoleh bahwa mayoritas sebanyak 15 responden (46,9%) berpengetahuan cukup[ dan sebanyak21 responden (65,5%) tidak patuh menjalani fisioterapi dan 9 responden (28,1%) patuh menjalani fisioterapi.Berdasarkan analisa menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antarapengetahuan pasien stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi, yaitu p-value =0,021 (p< 0,05).
HUBUNGAN PERILAKU PASIEN DALAM PERAWATAN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG RINDU A1 DAN A2 RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2015 Ginting,, Suriani; Arianti, Wiwik Dwi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.042 KB)

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karenaadanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dilatarbelakangioleh resisten insulin dan dapat menimbulkan banyak komplikasi seperti Ulkus Diabetikum jika penderitatidak menjaga pola hidup. Untuk mencegah terjadinya Ulkus Diabetikum dibutuhkan perilaku yangmendukung dari penderita Diabetes Melitus itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganperilaku pasien dalam perawatan Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum pada pasien Diabetes Melitusdi Ruang Rindu A1 dan A2 RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011. Yang menjadi variabel independenadalah Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan sedangkan variabel dependen adalah Ulkus Diabteikum.Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional yang terdiri dari 33sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara melalui kuesioner dan lembarobservasi. Adapun analisa data yang digunakan adalah Univariat, Bivariat (Uji Chi Square), dan Multivariat(Uji Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian berdasarkan analisa bivariat yang menggunakan Uji ChiSquare menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p value = 0,040 < 0,05), sikap (p value = 0,027<0,05), dan tindakan (p value = 0,024 < 0,05) dengan ulkus diabetikum. Sedangkan berdasarkan analisamultivariat yang menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda menunjukkan bahwa variabel tindakanmerupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan ulkus diabetikum (OR=6,024). Dengandemikian disarankan kepada pasien untuk mempertahankan perilaku yang mendukung perawatan DiabetesMelitus supaya kejadian Ulkus Diabetikum dapat dicegah.
AKTIVITAS SEKSUAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN Arianti, Wiwik Dwi; Ginting, Suriani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.431 KB)

Abstract

Diabetes adalah penyakit akibat kadar glukosa dalam darah meningkat secara terus menerus akibat kekurangan jumlah insulin yang mengatur gula darah. Bagi pria, kesulitan mendapatkan dan  mempertahankan ereksi adalah tanda-tanda awal dari penyakit diabetes atau kencing manis, Avicenna Persia (960-1037 M) menyebutkan turunnya fungsi seksual adalah akibat dari komplikasi penyakit diabetes. Sebanyak 37-75 persen pria yang mengidap diabetes akan mengalami disfungsi ereksi  atau  juga  biasa disebut impotensia. Disfungsi ereksi adalah masalah umum yang biasa terjadi di kalangan pria terutama  ketika usia sudah semakin tua. Pria dengan diabetes biasanya akan menderita disfungsi ereksi lima belas tahun lebih awal dari pada pria yang tidak menderita kencing manis. Komplikasi DM adalah disfungsi seksual dan telah dikenal 200 tahun yang lalu. Sekitar 40-60% pria penderita DM mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi akibat penyakit ini dapat terjadi pada wanita dan pria. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas seksual pada pasien penderita DM di Rumah Sakit Umum H.Adam Malik Medan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel secara convinience sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 orang, melalui kuisioner pada 24 September sampai November 2015. Dari 36 penderita DM yang diteliti, 22 penderita DM (61,%1) aktivitas seksualnya menurun berat, 12 penderita DM (33,3%) aktivitasnya seksualnya menurun sedang, 1 penderita DM (2,8%) aktivitas seksualnya menurun ringan, 1 penederita DM (2,8%) aktivitas seksualnya normal. Untuk itu saran untuk praktek keperawatan adalah memperhatikan kepuasan seksualitas klien, memberi informasi kesehatan, untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan pasangan penderita DM dalam memberi pendapat tentang masalah seksual.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA MUDA DI DESA SARIBUDOLOK KECAMATAN SILIMAKUTA TAHUN 2016 wiwik dwi arianti
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.49 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v11i1.74

Abstract

Pernikahan usia muda merupakan pernikahan yang terjadi dimana salah satu pasangan berusia kurang dari 18 tahun atau remaja, atau sedang mengikuti pendidikan sekolah menengah atas. Faktor – faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda adalah Pendahuluan pendidikan orangtua, status ekonomi orangtua, tanggungjawab orangtua, serta pengaruh lingkungan masyarakat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda di Desa Saribudolok Kecamatan Silimakuta Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan desain Cross Sectional, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik total sampel, dimana semua populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden sebanyak 38 orang. Dari hasil penelitian diperoleh berdasarkan Pendahuluan pendidikan orangtua responden mayoritas SD sebanyak 16 orang (42%). Status ekonomi orangtua yang mempengaruhi pernikahan usia muda adalah pada Keluarga Sejahtera Tahap I yaitu sebanyak 21 orang (55%). Berdasarkan tanggungjawab orangtua, mayoritas responden mendapatkan tanggungjawab kurang dari orangtua, yaitu sebanyak 16 orang (42%), sedangkan berdasarkan pengaruh lingkungan masyarakat mayoritas responden menikah karena MBA (married by accident), yaitu sebanyak 24 orang (63%). Mengingat banyaknya dampak dari pernikahan usia muda, maka peran profesional pihak promosi kesehatan sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada para remaja yang beresiko menikah di usia muda.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN 2016 Wiwik Dwi Arianti
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.867 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v10i3.116

Abstract

Di Indonesia anemia masih menjadi masalah utama, wanita terutama remaja mempunyai resiko paling tinggi menderita anemia. Data WHO menunjukkan sekitar 41,4% - 66,7% remaja putri di Indonesia menderita anemia. Di Sumatera Utara berdasarkan survei yang dilakukan di empat Kota, remaja putri yang menderita anemia sekitar 40,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 160 orang. Sampel sebanyak 48 orang remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama menstruasi, kebiasaan makan dan pendapatan keluarga dari remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan dan variabel terikatnya adalah anemia pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 17 Medan, menggunakan data primer. Data primer diperoleh melalui pemeriksaan kadar Hb dan pengisian kuisioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan ?= 0,05. Dari analisis data univariat, 62,50% responden mengalami anemia, 68,75% responden dengan lama menstruasi selama 5-7 hari, 54,17% responden dengan kebiasaan makan yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan lama menstruasi dengan anemia pada remaja putri (x2=11,92), ada hubungan kebiasaan makan dengan anemia pada remaja putri (x2= 21,51). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan anemia pada remajaputri adalah pendapatan keluarga (x2= 0.23). Sebaiknya pihak sekolah bekerjasama dengan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang masalah kesehatan terutama tentang anemia pada remaja.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di IGD RS Mitra Sejati Medan Tahun 2022 Elny Lorensi Silalahi; Wiwik Dwi Arianti; Ida Suryani Hasibuan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v1i3.105

Abstract

Basic life support or basic life support (BLS) is the first attempt made to maintain life when the patient experiences a threatening situation. Emergency events are unpredictable and can happen anywhere and to anyone. Delays and errors in handling them can have very fatal and irreparable effects in subsequent actions. The purpose of this study was to find similarities, advantages, and disadvantages regarding the description of the knowledge and implementation of basic inhalation assistance (BHD) for emergency nurses in emergency departments. This research method uses a correlational descriptive method. The large number of samples in this study uses a minimum sample of 38 respondents with inclusion and exclusion criteria. Data analysis based on percentage and described in the frequency distribution table. The results of the study show that there is a relationship between knowledge and skills of nurses in carrying out basic life support measures in the emergency department of Mitra Sejati Hospital in Medan. The level of relationship between the two variables is (+/positive) 0.458, which means that the strength of the relationship is at a moderate level of relationship. In addition, this positive relationship means an increase in knowledge followed by an increase in the skills of nurses in carrying out basic life support measures.
PENGARUH SENAM OTAK DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF DAN KESIAGAAN MENGHADAPI GANGGUAN KONSENTRASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA SIDIKALANG Berutu, Heriaty; Lingga, Rugun Togianur; Arianti, Wiwik Dwi
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i2.1747

Abstract

ABSTRACT Education for early childhood is an effort to provide and provide guidance to help the physical and spiritual growth and development of children from birth to 6 years of age so that they are ready to enter the next stage of education. The quality of a child's future development is largely determined by the stimulation they receive from an early age. Providing educational stimulation is very important, because 80% of brain growth develops at an early age. Brain exercises are used as a method to improve cognitive abilities or memory and concentration in children. This research aims to determine the effect of brain exercises in improving cognitive function and preparedness to deal with concentration disorders in students at Pembina Kindergarten, Dairi Regency. The study design in this research is quasi experimental with one group pre test and post test design. Determining the sample for this study used the G-Power application version 3.1.9.7 with T-test, one tail, effect size 0.85, alpha error 0.05, and power 0.80, so a minimum of 16 plus a possibility of error of 10% are needed, so the respondents needed in this study totaling 18 respondents. Brain exercise is carried out 3 (three) times a week for a week and evaluation is carried out on the seventh day. The results of this study used bivariate analysis, namely the Wilcoxon statistical test to identify cognitive function and preparedness for facing concentration problems before and after brain exercise. The results of this study show that there are differences in cognitive function and preparedness for concentration disorders between before and after brain exercise with a P value of 0.002 and a P value of 0.001. This shows that there is a statistically significant difference in cognitive function and preparedness for dealing with concentration problems before and after being given the intervention with a P value <0.05. Conclusion: Brain exercise training has an effect on cognitive function and preparedness for facing concentration problems in children 4-5 years old in Kindergarten Pembina, Dairi Regency.
Implementasi Latihan Relaksasi Autogenik pada Lansia dengan Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah di Posyandu Desa Bintang Naibaho, Risdiana Melinda; Arianti, Wiwik Dwi; Silabang, Jojor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19898

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh lansia, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif adalah melalui teknik relaksasi autogenik, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan merangsang sistem saraf parasimpatis dan mengurangi stres. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan latihan relaksasi autogenik pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Desa Bintang, guna menurunkan tekanan darah mereka. Kegiatan ini melibatkan 32 orang lansia yang berisiko atau sudah menderita hipertensi. Proses pelaksanaan dimulai dengan pemberian edukasi mengenai hipertensi dan pentingnya relaksasi autogenic untuk kesehatan jantung, dilanjutkan dengan demonstrasi teknik relaksasi autogenik Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah pelaksanaan latihan. Hasil pengabdian menunjukkan seluruh peserta antusias dan aktif sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan baik dari 6,06 % menjadi 78,78 selanjutnya hasil pengukuran tekanan darah systole rata rata 9,34 mmHg dan diastole rata rata penurunan 7,18 mmHg. Penurunan tekanan darah yang signifikan pada sebagian besar peserta setelah melakukan latihan relaksasi autogenik secara rutin. Aktivitas ini terbukti efektif dalam memberikan manfaat bagi lansia, baik dalam pengelolaan hipertensi.  Kata Kunci: Implementasi Latihan Relaksasi Autogenik Lansia Dengan Hipertensi Menurunkan Tekanan Darah   ABSTRACT Hypertension is one of the common health problems experienced by the elderly, which can increase the risk of serious complications if not properly managed. One effective non-pharmacological approach is through autogenic relaxation techniques, which can help lower blood pressure by stimulating the parasympathetic nervous system and reducing stress. This community service aims to implement autogenic relaxation exercises for elderly people with hypertension at Posyandu Desa Bintang, in order to lower their blood pressure. This activity involved 32 elderly people who were at risk or already suffering from hypertension. The implementation process began with providing education about hypertension and the importance of autogenic relaxation for heart health, followed by a demonstration of autogenic relaxation techniques. Evaluation was carried out through measuring knowledge and measuring blood pressure before and after the exercise. The results of the service showed that all participants were enthusiastic and active so that an increase in good knowledge was obtained from 6.06% to 78.78, then the results of systole blood pressure measurements averaged 9.34 mmHg and diastole averaged a decrease of 7.18 mmHg. A significant decrease in blood pressure in most participants after doing autogenic relaxation exercises regularly. This activity is proven to be effective in providing benefits for the elderly, both in the management of hypertension. Keywords: Implementation of Autogenic Relaxation Exercise for Elderly with Hypertension Lower Blood Pressure
EDUKASI CARA MELAKUKAN LATIHAN FISIK ATAU OLAHRAGA YANG AMAN BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SIGALINGGING KECAMATAN PARBULUAN KABUPATEN DAIRI Berutu, Heriaty; Lingga, Togianur; Arianti, Wiwik Dwi
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.2074

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan signifikan setiap tahun, baik di tingkat global maupun nasional. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin yang cukup atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Kurangnya aktivitas fisik yang teratur menjadi salah satu faktor risiko yang memperburuk kondisi penderita DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada penderita DM mengenai cara melakukan latihan fisik atau olahraga yang aman dan terukur guna mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian dilakukan di Puskesmas Sigalingging Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi pada bulan April 2024. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan awal, pre-test, pemberian edukasi dan demonstrasi, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini melibatkan Penderita DM sebanyak 41 orang, Tim Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari 3 (Tiga) orang dosen dan 5 (Lima) orang mahasiswa, Kepala Puskesmas Sigalingging beserta staff dokter dan perawat, dan kader- kader Puskesmas.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai olahraga yang aman bagi penderita DM setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam upaya pencegahan komplikasi dan pengendalian kadar gula darah melalui penerapan aktivitas fisik yang tepat.
PENGARUH TERAPI SENTUHAN TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI PREMATUR DI RSUD SIDIKALANG Heriaty Berutu; Rugun Togianur Lingga; Wiwik Dwi Arianti
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i2.2024

Abstract

A premature baby is a baby born before 37 weeks of gestation. Generally, premature babies in Indonesia weigh less than expected and are at high risk of various health complications, including growth and developmental disorders, one of which is slow weight gain. The purpose of this study was to examine the effect of touch therapy on weight gain in premature babies at Sidikalang Regional General Hospital. The method was a correlational study with a one-group pre-test and post-test design. The population was 16 premature babies born in the Perinatology Ward of Sidikalang Regional General Hospital. Purposive sampling was used for sampling. The research instruments were the tools used for data collection. Data collection used standard operating procedures (SOP) for infant massage, infant massage equipment, and baby weight scales, as well as checklists. Statistical analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an effect of infant massage therapy on weight gain in premature babies, with the Wilcoxon test showing a Z value of -3.535 and p = 0.000 (p < 0.00). Conclusion: There is an effect of infant massage therapy on weight gain in premature babies.