Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT MATA STUDI KASUS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BALIKPAPAN Sumardi; Tri Sudinugraha; Djumhadi
PROSIDING SEMINASTIKA Vol 2 No 1 (2019): 2nd SEMINASTIKA 2019
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Balikpapan menangani pasien yang berobat tiap harinya dalam jumlah yang banyak,ada yang kePoli Gigi, Poli KIA danPoliUmum. Di poliumum sendiri pun juga menangani pasien dengan keluhan penyakit yang beragam.Contohnya saja Penyakit Mata.Penyakit mata adalah salah satu dari sekian banyak penyakit yang hamper pernah diderita oleh setiap orang. Mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa. Hal ini di tandai oleh berbagai macam gejala dari masing- masing penyakit mata.Terdapat beberapa jenis penyakit matadiantaranya Edema Palpebra Inflamatoir, Blefaritis, Hordeolum, Konjungtivitis, Keratitis Superficial, HordeolumInterniumdanHordeolumEksternum. Metode yang diterapkan pada Sistem Pakar untuk mendiagnosa penyakit mata di Rumah Sakit Umum Daerah Balikpapan ini adalah metode inferensi yakni Forward Chaining. Pada penerapan metode Forward Chaining, penulusurannya dimulai dengan menelusuri gejala- gejala penyakit mata dan berakhir pada kesimpulan dalam hal diagnose penyakit. Penggunaan metode inferensi Forward Chaining untuk mendiagnosa penyakit mataini relative sama dengan diagnosa yang dilakukan oleh seorang dokter. Selanjutnya, untuk memperoleh hasil pengujian dari diagnose yang akan lebih akurat dan lebih tepat lagi perlu diuji dengan banyak data.
Analysis of Hybrid Learning Model Interest Selection for students using the Multi-Attribute Utility Theory Method Case Study: Mulia University Wahyu Nur Alimyaningtias; Risdin Saputra; Ari Prayogo; Tri Sudinugraha
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 3 No. 2 (2023): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research November 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v3i2.3069

Abstract

Hybrid learning is a learning method that combines or combines online learning with face-to-face learning (PTM). so that in its implementation, there are times when students and teaching staff meet face to face in class. However, in its implementation there are several obstacles, one of which is the number of students attending class and decreasing interest in learning, resulting in a poor final semester assessment. In connection with the problems faced, this research will try to measure interest in the hybrid learning model that has been implemented at Mulia University using the Multi-Attribute Utility Theory method, where this method is a decision-making method used to evaluate alternatives by considering several attributes. relevant and selecting the alternative that best meets the needs and preferences of the decision maker.
Analisis Sentimen Pengguna Twitter Terhadap Layanan Fintech Menggunakan Algoritma Naive Bayes Muhammad Daffa Abhinaya; Riszveni Nur Habibah; Yustian Servanda; Tri Sudinugraha
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i4.9262

Abstract

Abstrak - Perkembangan layanan financial technology (Fintech) di Indonesia telah mengubah pola transaksi dan inklusi keuangan masyarakat. Namun, respons pengguna terhadap layanan ini beragam, sehingga diperlukan analisis sentimen untuk memahami opini publik secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna Twitter terhadap layanan Fintech di Indonesia dengan menggunakan algoritma Naive Bayes. Data diperoleh dari tweet yang mengandung kata kunci terkait Fintech seperti "Fintech", "dompet digital", "pinjaman online", dan "QRIS" dalam rentang waktu Januari–Desember 2023. Metode penelitian meliputi: (1) pengumpulan data menggunakan Twitter API, (2) preprocessing data (cleaning, case folding, tokenizing, stopword removal, stemming), (3) ekstraksi fitur TF-IDF, (4) klasifikasi sentimen menggunakan Naive Bayes, dan (5) evaluasi model dengan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 85,2%, dimana mayoritas tweet (62%) memiliki sentimen positif, diikuti oleh netral (28%) dan negatif (10%). Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa sentimen positif didominasi oleh diskusi tentang kemudahan transaksi, sementara sentimen negatif terkait keluhan layanan pelanggan dan keamanan data. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi penyedia layanan Fintech untuk meningkatkan kualitas layanan dan mitigasi risiko. Penelitian ini juga membuktikan bahwa Naive Bayes, meskipun sederhana, efektif untuk analisis sentimen media sosial dengan dataset terbatas. Rekomendasi untuk studi selanjutnya mencakup penggunaan algoritma hybrid atau analisis temporal untuk memantau perubahan sentimen secara dinamis.Kata kunci: Analisis; Fintech; Naive Bayes; Twitter; Machine Learning; Abstract - The development of financial technology (Fintech) services in Indonesia has changed the pattern of transactions and financial inclusion. However, user responses to these services vary, so sentiment analysis is needed to understand public opinion objectively. This study aims to analyze the sentiment of Twitter users towards Fintech services in Indonesia using the Naive Bayes algorithm. Data was obtained from tweets containing Fintech-related keywords such as “Fintech”, “digital wallet”, “online loan”, and “QRIS” in the time span of January-December 2023. The research methods include: (1) data collection using Twitter API, (2) data preprocessing (cleaning, case folding, tokenizing, stopword removal, stemming), (3) TF-IDF feature extraction, (4) sentiment classification using Naive Bayes, and (5) model evaluation with accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results showed that the Naive Bayes algorithm was able to classify sentiment with an accuracy of 85.2%, where the majority of tweets (62%) had positive sentiments, followed by neutral (28%) and negative (10%). Further analysis revealed that the positive sentiment was dominated by discussions about ease of transactions, while the negative sentiment was related to customer service complaints and data security. The findings provide practical implications for Fintech service providers to improve service quality and risk mitigation. This study also proves that Naive Bayes, although simple, is effective for social media sentiment analysis with limited datasets. Recommendations for future studies include the use of hybrid algorithms or temporal analysis to monitor sentiment changes dynamically.Keywords: Analysis; Fintech; Naive Bayes; Twitter; Machine Learning;