Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Kondisi Jamban Keluarga, Sarana Air Bersih Dan Pola Konsumsi Air Pada Masyarakat Kelurahan Surgi Mufti Ridha Hayati; Hilda Irianty; Mahmudah Mahmudah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4870

Abstract

Masyarakat memandang jamban keluarga dan sarana air bersih bukan sebagai suatu kebutuhan yang penting bagi kesehatan. Kebutuhan masyarakat akan air bersih menegaskan bahwa pengawasan air harus dilakukan dengan teliti dan teratur  seta perlunya dilakukan tindakan pengawasan serta pencegahan pencemaran sumber-sumber air bersih di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui gambaran karakteristik, kondisi jamban keluarga, sarana air bersih, pola konsumsi air dan riwayat diare pada masyarakat Kelurahan Surgi Mufti. Adapun metode penelitian yang digunakan penelitian deskriftip kuantitatif. Variabel penelitian ini terdiri dari kondisi jamban keluarga, sarana air bersih dan pola konsumsi air bersih. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang ada di kelurahan Surgi Mufti sebanyak 43 responden. Metode sampilng yang digunakan adalah Total Sampling dengan menggunakan Uji Chi Square yang hasil analisisnya secara Univariat. Hasil penelitian dari 43 responden sebanyak 17 responden  (39,5%) dengan jamban yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat 26 orang (60,5 %). Sebanyak 31 responden yang menggunakan air dari PDAM saja, sedangkan 12 responden yang menggunakan sarana air bersih menggunakan PDAM dan Air dari sungai. Dan sebanyak 14 responden yang memiliki pola konsumsi air kurang baik sedangkan sebanyak 29 responden yang memiliki konsumsi air yang baik.
Pencegahan Dini Kanker Payudara melalui Penyuluhan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada Mahasiswi UNISKA Banjarbaru Tahun 2019 Ridha Hayati; Hilda Irianty; Deni Suryanto
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 3 (2020): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i3.126

Abstract

Breast Self-Examination (BSE) is an important step for early detection of breast cancer and should begin when a woman has menstruated, with a sensitivity / ability to detect around 20-30% (Nisman, 2011). The latest data on 31 January 2019, the breast cancer rate was 42.1 / 100,000 population with an average death rate of 17 / 100,000 population. Cases of breast cancer today are also commonly found at a young age, ranging from 15 years, 17, 19 years. This means that there has been a shift at a young age, possibly due to lifestyle, pollution, stress (Ministry of Health, 2019). BPMUB is an organization where students from various faculties and forums gather to conduct community activities, with a total of 55 members, and is a representative of 9 faculties in Uniska Banjarbaru, 45% of whom are women. Based on a questionnaire distributed to 25 BPMUB female members, 16 people knowledge of breast cancer were in the poor category, only 9 people were knowledgeable enough. In addition, awareness to do breast self-examination is still low, this is again due to lack of knowledge. The solution provided is awareness education for early detection of breast cancer, with a target audience of 50 people. The method used is lecture, demonstration and question and answer. The outputs of this service are publications in the Abdimas Health Journal, Baiturahim Jambi Stikes, publications on social media namely facebook and instagram as well as providing improved health values. Counseling was carried out on 17 December 2019 and evaluated on 6 January 2020, and the result of this activity was the real support from the Head of UPT UNISKA Banjarbaru and other faculty managers, enthusiasm from the target with attention and many questions both in activities and outside activities. Evaluation 2 weeks after socialization found 100% answered all questionnaires about BSE correctly. This means an increase in knowledge of the respondents. Socialization by providing these skills needs to be carried out continuously.
Preventif Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada Usia Produktif di Kelurahan Sungai Besar Ridha Hayati; Hilda Irianty
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 3, No 3 (2021): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v3i3.272

Abstract

Prevalensi of hypertension in indonesia according to the research and development of health ( balitbankes ) through from basic health research ( riskesdas ) 2018 now about 34,1 % where increase from preceding numbers in 2013 with the rest 25,8 %. The hypertension based on the prevalence of the measurement result to those age over or equal to as many as 18 in city Banjarbaru 32,83 %. In the year 2015 , indonesiaranked 7th top in the world to the total number of diabetics as many as 9.1 million people .In south kalimantan , prevalence of dm it is estimated that approximately 38.113 ( 1.4 % ) people of total population is more 14 years. The target and the outer covering of devotion isit can be used as a teaching lecture promoting the health and could increase as the application of science to the public. A method of activities are 3, first is the preparatory stageimplementation and evaluation. The outcome of the activities activities received responsevery such as the community because so far are still minimal interventions affecting cognitivethe people directly coupled with examination blood pressure and blood sugar. The conclusion of this activity ntusias his communities receive direct information on health especially a disease often happens in public as a preventive manner, early so the team havea good response devotion
Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Determinants of Prevention of Gastrical Disease in Taruna Village Hulu Sungai Tengah Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2759

Abstract

Latar Belakang: Gastritis yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi di jumpai di klinik,penyebab paling sering dari penyakit ini adalahpenggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, pola hidup dengan tingkat stres tinggi, konsumsi alkohol.kopi dan merokok. Data yang didapatkan di Puskesmas Barikin pada tahun 2021 dengan kasus sebanyak 96 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis Di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dan menggunakan Uji Chi-Square. Sampel sebanyak 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Hasil: Hasil penelitian dari data analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (P.Value 0,397), sikap (P. Value 1,000) dan dukungan keluarga (P.Value 0,172) dengan pencegahan penyakit Gastritis dan ada hubungan yang signifikan antara varibel sumber informasi (P.Value 0,036) dengan pencegahan penyakit Gastritis. Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan lebih dari 50 % responden sudah melakukan pencegahan penyakit Gastritis. ada hubungan yang siginifikan antara variabel sumber informasi dengan pencegahan penyakit Gastritis. tidak ada hubungan yag signifikan antara variabel pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pencegahan penyakit Gastritis.
Hubungan Karakteristik dan Aktifitas Fisik dengan Hipertensi pada Masyarakat Pralansia di Kota Banjarbaru: The Relationship Between Characteristics and Physical Activity with Hypertension in Pre-Elderly Communities in Banjarbaru City Ridha Hayati; Hilda Irianty
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3264

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ?140/90 mmhg¹. Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan. Berdasarkan data dari 3, hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8%. Prevalensi tertinggi di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%), Jawa Barat (29,4%), dan Gorontalo (29,4%). Hipertensi berkaitan dengan perilaku dan gaya hidup. Pengendalian hipertensi dicapai dengan memodifikasi perilaku, yang meliputi rajin aktivitas fisik, menghindari merokok, makan makanan yang sehat, dan tidak mengkonsumsi alkohol (P2PTM Kemenkes RI). Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Data Dinas kesehatan provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan angka Hipertensi di Kota Banjarbaru tertinggi ke 4 setelah Banjarmasin, Kab. Banjar dan Balangan. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan karakteristik yang meliputi jenis kelamin, genetik, pekerjaan, aktifitas fisik dan lama bekerja dengan hipertensi pada masyarakat pralansia di Kota Banjarbaru tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional, serta pendekatan cross sectional dan mengambil sampel/responden yang kebetulan ditemui (accidental Sampling) yaitu berjumlah 114 orang baik pegawai maupun pengunjung di kantor Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan, kantor Kecamatan Banjarbaru Utara dan Kantor Kelurahan Sungai Besar di kota Banjarbaru. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kelamin (p value 0,63), genetic (p value 0,11), IMT (p value 0,74), aktifitas fisik (p value 0,58) dan lama bekerja (p value 0,79) tidak berhubungan dengan hipertensi. Kesimpulan: variable resiko jenis kelamin, genetic, IMT, Aktifitas fisik dan lama bekerja tidak berhubungan dengan hipertensi, selama faktor resiko dikendalikan dengan pola makan sehat dan pola istirahat yang baik. Disarankan kepada institusi pendidikan dan instansi kesehatan agar bekerja sama dalam melaksanakan promosi hipertensi dalam kegiatan masyarakat.
Hubungan Tingkat Stres dengan Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin: The Relationship Between Stress Levels and Hypertension in the Working Area of S. Parman Health Center, Banjarmasin Ari Widyarni; Hilda Irianty; Nindya Kartika Maharani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3519

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei terdapat sebanyak 426 kasus penderita Hipertensi, yang dimana kasus Hipertensi ini termasuk kasus penyakit tidak menular tertinggi di wilayah kerja Puskesmas S. Parman tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan penyakit Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analisis dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 426 pasien Hipertensi yang kemudian diambil sebagai sampel sebanyak 81 responden dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menderita Hipertensi ringan sebanyak 53 responden (65,4%) dan responden yang mengalami stres sebanyak 51 responden (63%) yang berada pada tingkat stres sedang. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan penyakit Hipertensi (p-value = 0,027) di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin.