Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bidang Tekstil Pada PT. BRI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Banda Aceh Ridha Hayati; Yusri Yusri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 3, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur pelaksanaan perjanjian kredit usaha rakyat bidang tekstil pada PT. BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Banda Aceh, faktor penyebab terjadinya wanprestasi dan upaya penyelesaian wanprestasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode yuridis empiris, yang melakukan analisis terhadap permasalahan dan pendekatan kasus yang terjadi di lapangan, melakukan wawancara dengan responden dan informan serta mengacu pada data sekunder yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pokok permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan prosedur pelaksanaan perjanjian kredit usaha rakyat bidang tekstil pada PT. BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Banda Aceh terdiri atas 4 (empat) tahapan, yaitu tahap pengajuan permohonan kredit secara tertulis disertai agunan, tahap analisis kredit, tahap pemberian putusan, dan tahap pencairan kredit. Penyebab terjadinya wanprestasi adalah usaha yang dijalankan debitur tidak berjalan dengan lancar sehingga terhambat untuk melakukan pembayaran kredit. Upaya penyelesaian wanprestasi oleh pihak kreditur dilakukan penagihan secara rutin dan mengajukan klaim kepada PT. Askrindo untuk menghindari kredit bermasalah secara terus menerus. Apabila pihak debitur tidak membayar utangnya maka pihak kreditur akan mengajukan ke Pengadilan atau melakukan lelang atas agunan debitur. Disarankan kepada pihak kreditur PT. BRI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Banda Aceh untuk mengkaji ulang dan lebih teliti dalam penilaian prinsip pemberian kredit untuk menimalisi terjadinya kredit macet. Disarankan kepada pihak debitur agar dapat melaksanakan pemenuhan perjanjian kredit usaha rakyat secara tepat waktu sesuai atas kesepakatan, sehingga pelaksanaan perjanjian tersebut dapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Disarankan kepada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh untuk lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku usaha.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di SDS Islam “Plus” Al Manshur Banjarbaru Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 3 (2020): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i3.136

Abstract

PHBS at school is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness as a learning outcome, so that they are able to independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment.  The targets and outputs of this service are scientific publications in ISSN journals, publications on social media and the application of PHBS in schools. The method of implementing these activities is to use lecture, discussion and question and answer methods.  The implementation of this service was carried out at SDS Islam Al Manshur Banjarbaru with 70 students and 2 homeroom teachers.  The stages of this activity are carried out through 3 stages namely the first stage of preparation, the second stage of implementation and the third stage of evaluation.  The conclusion obtained after counseling 90% of students understand about Clean & Healthy Behavior.
Pencegahan Dini Kanker Payudara melalui Penyuluhan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada Mahasiswi UNISKA Banjarbaru Tahun 2019 Ridha Hayati; Hilda Irianty; Deni Suryanto
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 3 (2020): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i3.126

Abstract

Breast Self-Examination (BSE) is an important step for early detection of breast cancer and should begin when a woman has menstruated, with a sensitivity / ability to detect around 20-30% (Nisman, 2011). The latest data on 31 January 2019, the breast cancer rate was 42.1 / 100,000 population with an average death rate of 17 / 100,000 population. Cases of breast cancer today are also commonly found at a young age, ranging from 15 years, 17, 19 years. This means that there has been a shift at a young age, possibly due to lifestyle, pollution, stress (Ministry of Health, 2019). BPMUB is an organization where students from various faculties and forums gather to conduct community activities, with a total of 55 members, and is a representative of 9 faculties in Uniska Banjarbaru, 45% of whom are women. Based on a questionnaire distributed to 25 BPMUB female members, 16 people knowledge of breast cancer were in the poor category, only 9 people were knowledgeable enough. In addition, awareness to do breast self-examination is still low, this is again due to lack of knowledge. The solution provided is awareness education for early detection of breast cancer, with a target audience of 50 people. The method used is lecture, demonstration and question and answer. The outputs of this service are publications in the Abdimas Health Journal, Baiturahim Jambi Stikes, publications on social media namely facebook and instagram as well as providing improved health values. Counseling was carried out on 17 December 2019 and evaluated on 6 January 2020, and the result of this activity was the real support from the Head of UPT UNISKA Banjarbaru and other faculty managers, enthusiasm from the target with attention and many questions both in activities and outside activities. Evaluation 2 weeks after socialization found 100% answered all questionnaires about BSE correctly. This means an increase in knowledge of the respondents. Socialization by providing these skills needs to be carried out continuously.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pra Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gambut Tahun 2022 Anisa Puspita Sari; M. Bahrul Ilmi; Ridha Hayati
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i2.732

Abstract

The increase in hypertension cases has always occurred in the last 2 years and is ranked 2nd in the 10 most common diseases in UPT Puskesmas Gambut. The purpose of the study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the pre-elderly in UPT Puskesmas Gambut Working Area in 2022. This type of research uses quantitative analysis methods with sampling techniques with accidental samples, data collection through questionnaires and research sample data sources of 85 respondents. The results of this study showed that there was a relationship between family history and the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 0.007), there was a relationship between sex and the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 0.007), there was a relationship of knowledge with the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value 0.003), there was a relationship between the habit of consuming salty foods with the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 0.031), there was no relationship between smoking habits and the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 1,000), there was an association of physical activity with the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 0.004), and no association of BMI with the incidence of hypertension in the pre-elderly (p-value: 0.482). It is recommended that people prevent the incidence of hypertension by carrying out health control and checking blood pressure regularly, as well as doing regular physical activity (sports) activities and doing hobbies that are of interest in order to minimize stress levels. Researchers are then expected to use different research designs such as cohort studies.
Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Determinants of Prevention of Gastrical Disease in Taruna Village Hulu Sungai Tengah Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2759

Abstract

Latar Belakang: Gastritis yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi di jumpai di klinik,penyebab paling sering dari penyakit ini adalahpenggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, pola hidup dengan tingkat stres tinggi, konsumsi alkohol.kopi dan merokok. Data yang didapatkan di Puskesmas Barikin pada tahun 2021 dengan kasus sebanyak 96 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis Di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dan menggunakan Uji Chi-Square. Sampel sebanyak 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Hasil: Hasil penelitian dari data analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (P.Value 0,397), sikap (P. Value 1,000) dan dukungan keluarga (P.Value 0,172) dengan pencegahan penyakit Gastritis dan ada hubungan yang signifikan antara varibel sumber informasi (P.Value 0,036) dengan pencegahan penyakit Gastritis. Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan lebih dari 50 % responden sudah melakukan pencegahan penyakit Gastritis. ada hubungan yang siginifikan antara variabel sumber informasi dengan pencegahan penyakit Gastritis. tidak ada hubungan yag signifikan antara variabel pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pencegahan penyakit Gastritis.
Hubungan Karakteristik dan Aktifitas Fisik dengan Hipertensi pada Masyarakat Pralansia di Kota Banjarbaru: The Relationship Between Characteristics and Physical Activity with Hypertension in Pre-Elderly Communities in Banjarbaru City Ridha Hayati; Hilda Irianty
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3264

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ?140/90 mmhg¹. Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan. Berdasarkan data dari 3, hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8%. Prevalensi tertinggi di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%), Jawa Barat (29,4%), dan Gorontalo (29,4%). Hipertensi berkaitan dengan perilaku dan gaya hidup. Pengendalian hipertensi dicapai dengan memodifikasi perilaku, yang meliputi rajin aktivitas fisik, menghindari merokok, makan makanan yang sehat, dan tidak mengkonsumsi alkohol (P2PTM Kemenkes RI). Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Data Dinas kesehatan provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan angka Hipertensi di Kota Banjarbaru tertinggi ke 4 setelah Banjarmasin, Kab. Banjar dan Balangan. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan karakteristik yang meliputi jenis kelamin, genetik, pekerjaan, aktifitas fisik dan lama bekerja dengan hipertensi pada masyarakat pralansia di Kota Banjarbaru tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional, serta pendekatan cross sectional dan mengambil sampel/responden yang kebetulan ditemui (accidental Sampling) yaitu berjumlah 114 orang baik pegawai maupun pengunjung di kantor Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan, kantor Kecamatan Banjarbaru Utara dan Kantor Kelurahan Sungai Besar di kota Banjarbaru. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kelamin (p value 0,63), genetic (p value 0,11), IMT (p value 0,74), aktifitas fisik (p value 0,58) dan lama bekerja (p value 0,79) tidak berhubungan dengan hipertensi. Kesimpulan: variable resiko jenis kelamin, genetic, IMT, Aktifitas fisik dan lama bekerja tidak berhubungan dengan hipertensi, selama faktor resiko dikendalikan dengan pola makan sehat dan pola istirahat yang baik. Disarankan kepada institusi pendidikan dan instansi kesehatan agar bekerja sama dalam melaksanakan promosi hipertensi dalam kegiatan masyarakat.