Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

“AYUNING ANGGA” EKSPLORASI VISUAL TARI REJANG AYUNAN SEBAGAI INSPIRASI PERANCANGAN KARYA BUSANA TUGAS AKHIR Shanty, Ni Putu Galuh Rani; Mudarahayu, Made Tiartini; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi warna dalam rancangan busana yang terinspirasi dari tradisi “Rejang Ayunan”. Tradisi Rejang Ayunan ini adalah bentuk rasa syukur dari masyarakat desa pupuan terhadap Ida Sang Hyang Widhi. Tema-tema tersebut menjadi dasar konsep dalam penciptaan karya busana ini. Metode penciptaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Frangipani, yang menekankan proses eksplorasi ide, riset visual dan emosional, analisis elemen seni dan budaya, hingga perwujudan karya busana secara konseptual. Hasil dari penciptaan ini berupa rancangan busana yang memvisualisasikan tahapan perjalanan emosional, mulai dari konflik batin, kesadaran akan arti pulang, refleksi diri, hingga transformasi menuju penerimaan diri. Melalui karya busana ini, diharapkan sebagai medium artistic yang mampu menyampaikan pesan emosional secara visual, sekaligus menunjukan bahwa desain mode dapat berfungsi sebagai sarana menuangkan narasi diri dan memiliki nilai estetika, konseptual, dan emosional.
Perancangan Busana Mystic Sovereign Berbasis Ide Pemantik Film Dewi Angin-Angin Milani, Fania Eka Aulia; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana ini bertujuan untuk memvisualisasikan nilai-nilai mistis dan otoritas figur wanita dalam film Dewi Angin-Angin (1994) ke dalam koleksi busana capsule wardrobe bertajuk Mystic Sovereign. Fokus utama perancangan adalah mentransformasikan narasi konflik emosional tokoh utama menjadi eksplorasi tekstil yang estetik dan fungsional. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Frangipani yang terdiri dari sepuluh tahapan, mulai dari tahap Embracing the Idea hingga Introducing the Art Fashion Business. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penggunaan teknik creative fabric dengan medium water-soluble paper mampu menghasilkan tekstur visual yang merepresentasikan kompleksitas karakter film. Koleksi ini terdiri dari tiga kategori busana: Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi-Couture dengan menonjolkan gaya Structured Elegance dan Exotic Dramatic. Penggunaan warna hijau, khaki, dan merah memberikan kesan misterius sekaligus berwibawa, yang memperkuat identitas konsep Mystic Sovereign.
Busana Berkelanjutan Melalui Interpretasi Akulturasi Arsitektur Gedung Candra Naya Dengan Tekstil Pewarna Alami Lavani, Kadek Gina Shamita; Pendet, I Ketut Muka; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya tugas akhir Bayang Langit Loka dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap Gedung Candra Naya sebagai bangunan bersejarah yang merepresentasikan akulturasi budaya Tionghoa, Betawi, dan Eropa abad ke-19. Nilai arsitektural, filosofi, serta perubahan fungsi bangunan menjadi dasar perancangan busana bermakna dan berkesadaran lingkungan. Tujuan penciptaan ini adalah menghadirkan busana sebagai medium ekspresi nilai akulturasi budaya dan prinsip keberlanjutan melalui tekstil pewarna alami. Proses penciptaan meliputi eksplorasi ide, pengembangan konsep, eksperimen material, hingga perwujudan karya seni fesyen. Karya diwujudkan dalam kategori Ready-to-Wear, Deluxe, dan Semi Couture bergaya classic elegant dengan struktur siluet seimbang, material cotton twill 20’s suede dan cotton slub, serta motif botanical Cilpacastra.