Abstrak Pelabuhan Liem Hie Djung (Nunukan, Kalimantan Utara) merupakan simpul layanan lintas batas Indonesia-Malaysia, namun kinerja sisi air dan sisi darat masih dibatasi oleh kedalaman efektif, geometri perairan, dan kapasitas terminal. Penelitian ini menyusun dasar teknis revitalisasi melalui pemodelan bathimetri berbasis SIG dari raster BATNAS resolusi 10 m, survei lapangan, serta analisis kebutuhan fasilitas sisi air-sisi darat. Parameter arus dan pasut ditetapkan dari pengukuran dan analisis pasut setempat, sedangkan tinggi gelombang rencana diperoleh melalui peramalan gelombang. Hasil menunjukkan arus maksimum 0,59 m/s saat surut, tinggi gelombang rencana 0,46 m, serta muka air HWS +4,81 m, MSL +3,29 m, dan LWS +1,81 m. Untuk kapal rencana (LOA 29,50 m; sarat 1,22 m), kebutuhan minimum meliputi kedalaman rencana 2,27 m, lebar alur satu jalur 32,64 m, diameter kolam putar 44,25 m, dan panjang dermaga 81,00 m. Pada sisi darat diperlukan optimasi ruang tunggu, fasilitas pemeriksaan, serta area parkir 2.644 m2. Secara keseluruhan, pra-desain revitalisasi diusulkan bertahap dengan zonasi layanan regional dan internasional. Kata kunci: Bathimetri, BATNAS, Dermaga, Revitalisasi, SIG. Abstract Liem Hie Djung Port (Nunukan, North Kalimantan) is a key border gateway for Indonesia-Malaysia maritime services, yet its waterside and landside performance is constrained by effective depth, basin geometry, and terminal capacity. This study develops a technical basis for revitalization by integrating GIS-based bathymetry modelling from 10 m BATNAS rasters, field surveys, and facility-needs analysis. Currents and tidal levels were derived from local measurements and tidal analysis, while the design wave height was estimated through wave forecasting. Results indicate a maximum current of 0.59 m/s during ebb, a design wave height of 0.46 m, and water levels of HWS +4.81 m, MSL +3.29 m, and LWS +1.81 m. For the design vessel (LOA 29.50 m; draft 1.22 m), the minimum requirements are a 2.27 m design depth, a 32.64 m single-lane channel width, a 44.25 m turning basin diameter, and an 81.00 m berth length. Landside improvements include reorganizing passenger flow, inspection facilities, and 2,644 m2 of parking. Overall, a phased, zoned revitalization is recommended to support border connectivity. Keywords: Bathymetry, Border, GIS, Revitalization, Terminal