This study aims to analyze the influence of intrinsic learning motivation on students’ learning participation in Civics education (PPKn) among eighth-grade students at SMP Negeri 29 Pontianak. The research addresses the issue of students’ limited active engagement during classroom activities, emphasizing the importance of internal motivational factors in enhancing participation. A quantitative approach with a simple linear regression design was employed. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed descriptively and inferentially using a t-test, regression coefficient, and coefficient of determination. The findings reveal that students’ intrinsic learning motivation is categorized as high, while their learning participation is categorized as moderate. The hypothesis test shows a significance value of 0.001 < 0.05 and a positive regression coefficient of 0.925, indicating a significant and positive effect of intrinsic motivation on learning participation. The coefficient of determination (R² = 0.549) indicates that 54.9% of the variance in learning participation is explained by intrinsic motivation. Thus, the study concludes that strengthening students’ intrinsic motivation significantly contributes to improving their participation in PPKn learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya keterlibatan aktif sebagian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor internal yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial melalui t-test, koefisien regresi, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,925, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dan positif antara motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,549) menunjukkan bahwa 54,9% variasi partisipasi belajar dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar intrinsik berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.