ivana eko rusdiatin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEK KONSUMSI MADU SELAMA OLAHRAGA TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG BEBAN MAKSIMAL SUBYEK PEMULA ivana eko rusdiatin
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.674 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v7i1.67

Abstract

Pada saat olahraga diperlukan ketersediaan oksigen dan nutrisi yang memadai sangat diperlukan. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan fungsi jantung dalam mendistribusikan darah yang dapat dilihat berdasarkan frekuensi denyut jantung saat latihan atau olahraga. Kurangnya Energi dan tingginya asam laktat dalam darah dapat menyebabkan peningkatan frekuensi denyut jantung pada saat olahraga. Madu merupakan sumber energi dan vitamin yang dapat membentuk energi cepat dalam tubuh pada latihan jangka panjang tanpa memberikan efek samping. Konsumsi madu dengan dosis 1,5 g/Kg berat badan/hari dapat memelihara kekuatan otot, stamina dan mencegah kelelahan lebih dini pada saat pertandingan sehingga frekuensi denyut jantung dapat dipertahankan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi madu selama program latihan aerobik terhadap frekuensi denyut jantung beban maksimal pada saat uji performa. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pretest-posttest control group design. Subjek adalah 16 mahasiswa STIKes Madani Yogyakarta, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok madu (kelompok perlakuan) dan kelompok minuman isotonis (sebagai kontrol). Kedua kelompok melakukan latihan aerobik lari selama 30 menit, 2 hari sekali selama 27 hari. Uji performa dilakukan untuk mengukur nilai jantung beban maksimal. Hasil penelitian yang dianalisis dengan menggunakan Repeated annova menunjukkan frekuensi denyut jantung beban maksimal kelompok madu p=0,03 sedangkan kelompok kontrol p=0,18. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa konsumsi madu selama program latihan dapat menurunkan frekuensi denyut jantung beban maksimal.
Pengaruh Bekam Seluncur Terhadap Nyeri Dismenore Primer Pada Santriwati Pondok Ihya As-Sunnah afifah husna; Darmasta Maulana; Ivana Eko Rusdiatin; Rina Nuraeni
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i2.15377

Abstract

Primary dysmenorrhea is menstrual pain that occurs in the absence of pathological disorders of the reproductive system. This condition is common among adolescent girls and may interfere with daily activities, particularly learning activities in Islamic boarding schools. Sliding cupping therapy is a non-pharmacological intervention that may help reduce the pain associated with primary dysmenorrhea. This study employed a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 26 female students selected using purposive sampling. Pain intensity was measured before and after the sliding cupping therapy using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that before the intervention, 76.90% of the respondents experienced moderate pain, while after the intervention, 84.60% experienced mild pain. The statistical analysis showed a p-value of 0.00 (p < 0.05), indicating that sliding cupping therapy had a significant effect on reducing the pain intensity of primary dysmenorrhea among female students.