Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INOVASI PROGRAM PENYU RAJA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SONGGON Febriawan, Wahyu; Febriawan, Wahyu
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.454 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1124

Abstract

Tahun 2019 program promkes Puskesmas Songgon dari target 56% rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS masih tercapai 45%, guna untuk meningkatkan capaian tersebut, maka perlu dilakukan pemberdayaan petugas kesehatan di Puskesmas terutama dibagian promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi program Penyu Raja (Penyuluhan di Rawat Jalan) dengan cara memberdayakan petugas kesehatan di Puskesmas Songgon. Sasaran pada pemberdayaan ini terbagi menjadi 3 yakni sasaran primer adalah petugas kesehatan Puskesmas Songgon, sasaran sekunder adalah pengunjung rawat jalan Puskesmas Songgon, dan sasaran tersier adalah kepala Puskesmas Songgon. Metode pemberdayaan dengan role model, petugas kesehatan Puskesmas Songgon diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan di rawat jalan. Adapun tahapan pemberdayaan meliputi: advokasi, penyusunan jadwal, pelaksanaan (role model), pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pemberdayaan ini yaitu petugas kesehatan Puskesmas Songgon mampu mengembangkan inovasi penyuluhan dalam gedung dengan memanfatkan sumberdaya yang ada di Puskesmas. Pemberdayaan ini sudah memenuhi target keberhasilan kegiatan yakni 45% petugas kesehatan mau dan mampu melakukan penyuluhan di rawat jalan Puskesmas Songgon.
INOVASI PROGRAM PENYU RAJA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SONGGON Febriawan, Wahyu; Febriawan, Wahyu
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.454 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1124

Abstract

Tahun 2019 program promkes Puskesmas Songgon dari target 56% rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS masih tercapai 45%, guna untuk meningkatkan capaian tersebut, maka perlu dilakukan pemberdayaan petugas kesehatan di Puskesmas terutama dibagian promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi program Penyu Raja (Penyuluhan di Rawat Jalan) dengan cara memberdayakan petugas kesehatan di Puskesmas Songgon. Sasaran pada pemberdayaan ini terbagi menjadi 3 yakni sasaran primer adalah petugas kesehatan Puskesmas Songgon, sasaran sekunder adalah pengunjung rawat jalan Puskesmas Songgon, dan sasaran tersier adalah kepala Puskesmas Songgon. Metode pemberdayaan dengan role model, petugas kesehatan Puskesmas Songgon diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan di rawat jalan. Adapun tahapan pemberdayaan meliputi: advokasi, penyusunan jadwal, pelaksanaan (role model), pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pemberdayaan ini yaitu petugas kesehatan Puskesmas Songgon mampu mengembangkan inovasi penyuluhan dalam gedung dengan memanfatkan sumberdaya yang ada di Puskesmas. Pemberdayaan ini sudah memenuhi target keberhasilan kegiatan yakni 45% petugas kesehatan mau dan mampu melakukan penyuluhan di rawat jalan Puskesmas Songgon.
INOVASI PROGRAM PENYU RAJA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SONGGON Febriawan, Wahyu; Febriawan, Wahyu
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1124

Abstract

Tahun 2019 program promkes Puskesmas Songgon dari target 56% rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS masih tercapai 45%, guna untuk meningkatkan capaian tersebut, maka perlu dilakukan pemberdayaan petugas kesehatan di Puskesmas terutama dibagian promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi program Penyu Raja (Penyuluhan di Rawat Jalan) dengan cara memberdayakan petugas kesehatan di Puskesmas Songgon. Sasaran pada pemberdayaan ini terbagi menjadi 3 yakni sasaran primer adalah petugas kesehatan Puskesmas Songgon, sasaran sekunder adalah pengunjung rawat jalan Puskesmas Songgon, dan sasaran tersier adalah kepala Puskesmas Songgon. Metode pemberdayaan dengan role model, petugas kesehatan Puskesmas Songgon diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan di rawat jalan. Adapun tahapan pemberdayaan meliputi: advokasi, penyusunan jadwal, pelaksanaan (role model), pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pemberdayaan ini yaitu petugas kesehatan Puskesmas Songgon mampu mengembangkan inovasi penyuluhan dalam gedung dengan memanfatkan sumberdaya yang ada di Puskesmas. Pemberdayaan ini sudah memenuhi target keberhasilan kegiatan yakni 45% petugas kesehatan mau dan mampu melakukan penyuluhan di rawat jalan Puskesmas Songgon.
INOVASI PROGRAM PENYU RAJA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SONGGON Febriawan, Wahyu; Febriawan, Wahyu
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1124

Abstract

Tahun 2019 program promkes Puskesmas Songgon dari target 56% rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS masih tercapai 45%, guna untuk meningkatkan capaian tersebut, maka perlu dilakukan pemberdayaan petugas kesehatan di Puskesmas terutama dibagian promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi program Penyu Raja (Penyuluhan di Rawat Jalan) dengan cara memberdayakan petugas kesehatan di Puskesmas Songgon. Sasaran pada pemberdayaan ini terbagi menjadi 3 yakni sasaran primer adalah petugas kesehatan Puskesmas Songgon, sasaran sekunder adalah pengunjung rawat jalan Puskesmas Songgon, dan sasaran tersier adalah kepala Puskesmas Songgon. Metode pemberdayaan dengan role model, petugas kesehatan Puskesmas Songgon diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan di rawat jalan. Adapun tahapan pemberdayaan meliputi: advokasi, penyusunan jadwal, pelaksanaan (role model), pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pemberdayaan ini yaitu petugas kesehatan Puskesmas Songgon mampu mengembangkan inovasi penyuluhan dalam gedung dengan memanfatkan sumberdaya yang ada di Puskesmas. Pemberdayaan ini sudah memenuhi target keberhasilan kegiatan yakni 45% petugas kesehatan mau dan mampu melakukan penyuluhan di rawat jalan Puskesmas Songgon.
Penilaian Pelaksanaan Trias UKS di SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan UKS: Assessment of Trias UKS Implementation At 1 Smp Negeri 1 Giri Banyuwangi Based on Guidelines UKS Implementation Putri, Fika Ardiana; Rahayu, Intan Putri; Febriawan, Wahyu; Yuliandari, Inriza
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v9i2.10

Abstract

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik (usia sekolah), hal ini penting untuk meningkatkan kualitas fisik mereka. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah data primer berupa observasi lapangan, wawancara kepada informan atau narasumber yaitu guru pembina UKS, siswa anggota PMR dan siswa bukan anggota PMR serta warga sekolah, sedangkan untuk data sekunder berupa dokumen pedoman pelaksanaan UKS di sekolah. Penelitian ini berfokus pada TRIAS UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Hasil pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pendidikan “SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Tahun 2018” pada aspek organisasi tim pembina dan tim pelaksana UKS didapatkan skor 50%, aspek pendidikan kesehatan didapatkan skor 56,8%, aspek pelayanan kesehatan didapatkan skor 38,6% sehingga ketiganya dalam kategori cukup, dan aspek pembinaan lingkungan sekolah sehat didapatkan skor 65% sehingga dalam kategori baik. Secara kumulatif pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pendidikan “SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi Tahun 2018” berada pada skor 54 %. Skor tersebut berada pada tingkatan kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan Trias UKS di SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi belum sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan UKS di Sekolah Tahun 2014. School Health Unit (UKS) is one of the efforts to maintain and improve the health goals of students (school age), this is important to improve their physical quality. This research method is a descriptive study using a qualitative approach. The source of information for this research is primary data in the form of field observations, interviews with informants or interviewees, which is the UKS’ supervisor teacher, students of PMR members and students who don't belong members of the PMR and school citizens, while for secondary data is the guidelines for implementing UKS in schools. This research focuses on TRIAS UKS which includes health education, health services and fostering a healthy school environment. The educational institution "1 Giri Junior High School, Banyuwangi in 2018" on the organizational aspects of the UKS training team obtained by a score of 50%, the aspects of health services obtained a score of 38.6% so that the three categories were insufficient category, and the aspect of fostering a healthy school environment got a score of 65% so that it was in the good category. The implementation of health promotion at the educational institution "1 Giri Junior High School, Banyuwangi in 2018" was at a score of 54%. The score is at the sufficient category level. This research report is the implementation of the Trias UKS in 1 Giri Junior High School, Banyuwangi not in accordance with the UKS Implementation Guidelines in 2014.