Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN (Studi Di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat) anasril, anasril
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.535 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1301

Abstract

Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyam. Puskesmas  Cot Seumeureung  merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Barat  dan bertanggung jawab dalam upaya kesehatan tingkat pertama. Terjadi penurunan data kunjungan pasien dari tahun 2016 hingga 2017 sebesar 27,17%. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat puskesmas ini didukung oleh tenaga kesehatan yang beragam baik dari unsur dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat maupun tenaga non kesehatan. Dengan tenaga yang cukup lengkap ini seharusnya masyarakat terlayani dengan baik, namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pasien merasa masih kurang puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan  mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Cot Seumeureng Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Tahun 2018. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik Metode sampel yang di gunakan yaitu  total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang responden. Hasil penelitian Ada hubungan antara pengetahuan dengan mutu pelayanan kesehatan dengan nilai p=0,001. Ada hubungan antara sikap petugas kesehatan dengan mutu pelayanan kesehatan, dengan nilai p=0,032. Disarankan kepada Manajerial Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga untuk meningkatkan pengetahuan, dan sikap petugas kesehatan melalui pelatihan-pelatihan maupun seminar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN (Studi Di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat) anasril, anasril
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1301

Abstract

Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyam. Puskesmas  Cot Seumeureung  merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Barat  dan bertanggung jawab dalam upaya kesehatan tingkat pertama. Terjadi penurunan data kunjungan pasien dari tahun 2016 hingga 2017 sebesar 27,17%. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat puskesmas ini didukung oleh tenaga kesehatan yang beragam baik dari unsur dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat maupun tenaga non kesehatan. Dengan tenaga yang cukup lengkap ini seharusnya masyarakat terlayani dengan baik, namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pasien merasa masih kurang puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan  mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Cot Seumeureng Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Tahun 2018. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik Metode sampel yang di gunakan yaitu  total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang responden. Hasil penelitian Ada hubungan antara pengetahuan dengan mutu pelayanan kesehatan dengan nilai p=0,001. Ada hubungan antara sikap petugas kesehatan dengan mutu pelayanan kesehatan, dengan nilai p=0,032. Disarankan kepada Manajerial Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga untuk meningkatkan pengetahuan, dan sikap petugas kesehatan melalui pelatihan-pelatihan maupun seminar.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik Material Baja Hardox Steel 450 dengan Mild Steel pada Pengelasan SMAW Tarigan, Efrata; Sebayang, Alexander; Tarigan, Liwat; Hassan, Faisal Fahmi; Anasril, Anasril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.6265

Abstract

Pengelasan juga dapat diartikan sebagai proses penyatuan logam yang terjadi akibat adanya panas baik ada atau tidaknya pengaruh tekanan DIN (Deutsche Industrie Normen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih baik material hardox steel 450 dibandingkan dengan mild steel dalam hal uji tarik tegangan yield (ty) N/mm2 dan tegangan ultimate (tu) N/mm2 pada pengelasan SMAW. Metode penetian yang digunakan adalah metode eksprimen, dengan masing material diuji 5 spesimen. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Tegangan Yield (ty) N/mm2 nilainya lebih besar pada setiap sample hardox steel 450 adalah 519,92 N/mm2, 512,23 N/mm2, 513,45 N/mm2, 512.45 N/mm2, dan 512,33 N/mm2, dibandingkan dengan mild steel hanya 387,09 N/mm2 385,11 N/m2, 392,22 N/mm2, 388,32 N/mm2, dan 389,65 N/mm2. Begitu juga dengan tegangan ultimate (tu) N/mm2 material hardox steel 450 lebih besar nilainya 613,55 N/mm2, 615,43 N/mm2, 613,46 N/mm2, 612,45 N/mm2, dan 612,33 N/mm2, lebih besar dibandingkan dengan mild steel dengan nilai 415,09 N/mm2, 425,15 N/mm2, 412,52 N/mm2, 418,32 N/mm2, dan 419,65 N/mm2. Hal ini dikarenakan material hardox 450 jauh lebih kuat dibandingkan dengan mild steel, hardox steel memiliki proses quenching dan tempering yang dikontrol dengan hati-hati di pabrik baja, selain itu material hardox dikeraskan secara menyeluruh. Kekerasan inti minimum adalah 90 % dari kekerasan permukaan minimum yang dijamin.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN POLA DIET PENDERITA DISPEPSIA DI PUSKESMAS TELUK DALAM KABUPATEN SIMEULUE Baharuddin, Baharuddin; Anasril, Anasril
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/6x3b7715

Abstract

Family support is an important factor in healing dyspepsia. Family support in this case is to encourage sufferers to comply with taking their medication, show sympathy and concern, and prevent the disease from recurring. In providing support for a member who suffers from dyspepsia, support from all family members is very important for the healing process and prevention of relapse. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and adherence to the dietary pattern of dyspepsia patients at Teluk Dalam Public Health Center, Simeulue Regency. This type of research is descriptive analytic with the research design used is a cross sectional study, with a total sample of 31 patients with dyspepsia. Data analysis includes univariate analysis by looking for the frequency distribution, and bivariate analysis using chi-square test with a significance value (α= 0.05). The results showed that most respondents had family support in the good category as many as 18 people or about 58.1%, most of the respondents were obedient in following the diet pattern (51.6%). From the results of bivariate analysis, it is known that there is a relationship between family support and adherence to dietary patterns in patients with dyspepsia with a p value of 0.007 (p < 0.05). It is recommended to Health Officers at Teluk Dalam Health Center, Simeulue Regency to further improve health promotion about the importance of family support, especially in fulfilling a healthy diet for people with dyspepsia.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KONTROL GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI RSUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH Anasril, Anasril; Maryono, Maryono; Herlambang, Tri Mulyono; Fitri, Ridha
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sapwec93

Abstract

Diabetes mellitus sufferers have a high mortality rate and it is related to blood glucose control and lifestyle factors. Diabetes mellitus must be controlled routinely and sufferers must know the type of blood glucose control they have. Most sufferers' lifestyle factors include unbalanced diet and physical activity patterns. This study aims to determine the relationship between diet and physical activity with blood glucose control in type 2 DM sufferers at Cut Nyak Dhien Hospital, Meulaboh. This research is a type of quantitative descriptive research with a cross sectional design. The number of respondents was 68 patients using total sampling technique. The data obtained was processed statistically using the chi-square formula. Based on the results of the analysis, it was found that the majority had the characteristics of an average age of elderly 46-55 years (45.6%), gender was predominantly female (55.9%), high school respondent education (36.8%), housewife respondent's occupation (29.4%), glucose control uncontrolled blood pressure (61.8%), unhealthy diet (76.5%), low physical activity pattern (58.8%). The results of the study explain that there is a significant relationship between diet and activity patterns and blood sugar control with p-values ​​= 0.001 and 0.029 (p-value <0.05), respectively. It is recommended that people with type 2 diabetes mellitus be given education regarding what factors can trigger an increase in blood sugar levels.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKS SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA Anasril, Anasril; Tri Mulyono H, Khairunnisak; Maryono, Maryono; Bustami, Bustami
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2562

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang paling sering terjadi pada anak. Prevalensi ISPA pada balita di Puskesmas Johan Pahlawan tahun 2021 dapat diketahui sebanyak 873 balita (79,8%), sedangkan yang mengalami ISPA sebanyak 278 balita. Cakupan imunisasi di Puskesmas Johan Pahlawan sebesar 91,2%, sedangkan cakupan status gizi sebesar 87,1%, serta cakupan asi ekslusif sebesar 80,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut pada balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional study. Penelitian telah dilakukan pada Juli sampai September 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita (1-5 tahun) yang menderita ISPA yang berkunjung ke UPT Puskesmas Johan Pahlawan periode Maret s/d Juni 2022 sebanyak 39 orang. Tehnik pengumpulan sampel adalah secara secara total populasi. Analisa data dengan menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan antara kelengkapan imunisasi (p-value 0,034), status gizi (p-value 0,048) dan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,022) dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut pada balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat tahun 2022. Disarankan kepada Kepala Puskesmas untuk membuat pamflet tentang cara penanganan dan pengobatan terhadap ISPA sehingga orangtua balita dapat meningkatkan pengetahuan tentang penanganan dan pengobatan terhadap ISPA
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKITUMUM DAERAH SIMEULUE Baharuddin, Baharuddin; Anasril, Anasril; Bustami, Bustami
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i4.1129

Abstract

Nursing as a form of professional service is an integral part of overall health services. Quality and professional nursing services are the targets to be achieved to improve quality in hospitals. To improve performance, there are many factors that influence it, one of which is focused on the motivation variable. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and nurse performance at the Simeulue Regional General Hospital. This type of research is descriptive analytic with the research design used is Cross sectional Study, with a sample size of 32 executive nurses taken by cluster random sampling method. Data analysis includes univariate analysis by looking for frequency distribution, and bivariate analysis using the chi-square test with a meaning value (α = 0.05). The results showed that most respondents had motivation in the high category, namely 20 people or around 62.5% and the majority of respondents had performance in the good category, namely 18 people or 56.2%. From the results of bivariate analysis showed the results that there was a relationship between motivation and the performance of executive nurses with a p value = 0.017 (p <0.05). It is recommended to nurses at Simeulue Hospital to further increase work motivation and implement good performance according to procedure in serving patients and trying to meet patient expectations
PEMBERDAYAAN PESANTREN TANGGUH BENCANA DI PESANTREN SERAMBI MEKKAH ACEH BARAT Amiruddin, Amiruddin; Anasril, Anasril; Munazar, Munazar
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i6.2951

Abstract

Pendidikan kebencanaan bukan hanya disampaikan pada sekolah formal saja, tapi disampaikan dan diajarkan kepada seluruh pendidikan baik formal maupun informal. Pesantren berperan penting dalam membangun kesadaran bencana bagi masyarakat, dengan demikian upaya yang dilakukan adalah bagaimana membangun pesantren yang siap siaga menghadapi bencana alam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat pesantren Serambi Mekkah tentang kebencanaan sehingga menjadi pesantren yang tangguh bencana. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman masyarakat pesantren yaitu santri dan pengelola tentang kesiapsiagaan bencana. Simulasi dan latihan yang diberikan kepada masyarakat berhasil meningkatkan kemampuan masyarakat pesantren dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kepada pihak mitra disarankan supaya mengaplikasi pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana sesuai dengan hasil penyuluhan dan simulasi yang dilakukan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI GAMPONG KRUENG ALEM NAGAN RAYA Anasril, Anasril; H, Tri Mulyono; Baharuddin, Baharuddin
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2605

Abstract

Kekebalan yang didapatkan seseorang melalui imunisasi merupakan kekebalan aktif, sehingga apabila terpapar suatu penyakit tertentu maka hanya akan mengalami sakit ringan dan tidak sampai sakit. Alasan informasi berupa kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan dan jadwal imunisasi, ketakutan akan imunisasi dan adanya persepsi salah merupakan hal yang sering terjadi. Akan tetapi yang paling berpengaruh adalah karena ketidaktahuan ibu akan pentingnya imunisasi, ketidaktahuan waktu yang tepat untuk mendapatkan imunisasi dan ketakutan akan efek samping yang ditimbulkan imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita dengan kelengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional Study, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 26 orang atau sekitar 52%, imunisasi tidak lengkap pada anaknya yaitu 28 orang atau 58%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita dengan p value 0,019 (p < 0,05). Disarankan kepada Petugas Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas untuk lebih meningkatkan lagi promosi kesehatan tentang pentingnya imunisasi khususnya pada ibu hamil dan ibu bayi, sehingga tindakan pencegahan penyakit melalui kegiatan imunisasi dapat berjalan lancar
Hubungan Hiperemesis Gravidarum Dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil Trimester I di Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Peukan Aceh Barat Daya Anasril, Anasril; Maryono, Maryono; Herlambang, Tri Mulyono; Khairunnisak, Khairunnisak
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43979

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan salah satu tanda dan gejala kehamilan yang umum terjadi pada ibu hamil pada awal kehamilan trimester I. Hiperemesis gravidarum biasanya ditandai dengan mual muntah saat hamil muda pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga tapi itu jarang terjadi. Hiperemesis gravidarum dapat dipengaruhi oleh beberapa asupan diantaranya adalah asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak jenuh, asupan asam lemak omega-3, asupan asam lemak omega-6, dan asupan vitamin B6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hiperemesis gravidarum dengan status gizi pada ibu hamil Trimister I di Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Peukan Aceh Barat Daya. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional study. Dilakukan pada 64 orang ibu hamil trimester I menggunakan metode accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pita LILA dan Indeks PUQE. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami hiperemesis ringan yaitu sebanyak 59,4 % dan tidak mengalami KEK sebanyak 75%. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p= 0,002 (< 0,05).) artinya ada hubungan yang signifikan antara hiperemisis gravidarum dengan status gizi ibu hamil. Disarankan kepada ibu hamil untuk memprioritaskan peningkatan program kesehatan dalam upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mengurangi hiperemesis gravidarum