Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

VIS A VIS KONSEP AHLI WARIS BESERTA HAK-HAKNYA DALAM ISLAM DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA Misnatun, Misnatun
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.187 KB) | DOI: 10.19105/al-manhaj.v1i2.3078

Abstract

Menurut hukum BW harta peninggalan yang akan diwarisi oleh para ahli waris tidak hanya meliputi hal-hal yang bermanfaat berupa aktiva atau keuntungan, melainkan juga termasuk hutang-hutang si pewaris yang merupakan pasiva dari harta kekayaan yang ditinggalkan sehingga "kewajiban membayar hutang pada hakekatnya beralih juga kepada ahli waris". rumusan masalahnya adalah bagaimana Konsep Waris Dalam Hukum Islam? Bagaimana Konsep Waris dalam KUHPerdata? Konsep Waris dalam Hukum Islam adalah perbedaan perolehan bagian ahli waris antara laki-laki dan perempuan secara sababiyah maupun nasabiyah serta harta dibagikan setelah bersih dari pengurusan jenazah, hutang piutang pewaris sebagai pasiva dari harta peninggalan dan lainnya. Konsep Waris dalam KUHPerdata tidak mengenal harta asal dan harta perkawinan (harta gono gini). Karena harta warisan adalah kesatuan harta yang secara bulat dan utuh dalam keseluruhan yang akan berpindah dari tangan si peninggal harta kepada seluruh ahli warisnya (masih hidup). (According to BW law the inheritance that will be inherited by the heirs not only covers things that are useful in the form of assets or profits, but also includes the debts of the testator who are liabilities of the assets left behind so that "the obligation to pay the debt in essence also switches to the heirs ". the formulation of the problem is what is the concept of inheritance in Islamic law? What is the concept of inheritance in the Civil Code? The concept of inheritance in Islamic law is the difference between the acquisition of an heir's share between men and women in sababiyah and nasabiyah as well as assets distributed after clearing the remains of the corpse, the heirs receivable debt as liabilities from inheritance and other assets. The concept of inheritance in the Civil Code does not recognize the origin and marriage assets (gono gini assets). Because the inheritance is a unitary property that is unanimous and intact in its entirety which will move from the hands of the deceased estate to all of its heirs (still alive)).
Vis a Vis Konsep Ahli Waris Beserta Hak-Haknya Dalam Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Misnatun, Misnatun
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-manhaj.v1i2.3078

Abstract

Menurut hukum BW harta peninggalan yang akan diwarisi oleh para ahli waris tidak hanya meliputi hal-hal yang bermanfaat berupa aktiva atau keuntungan, melainkan juga termasuk hutang-hutang si pewaris yang merupakan pasiva dari harta kekayaan yang ditinggalkan sehingga "kewajiban membayar hutang pada hakekatnya beralih juga kepada ahli waris". rumusan masalahnya adalah bagaimana Konsep Waris Dalam Hukum Islam? Bagaimana Konsep Waris dalam KUHPerdata? Konsep Waris dalam Hukum Islam adalah perbedaan perolehan bagian ahli waris antara laki-laki dan perempuan secara sababiyah maupun nasabiyah serta harta dibagikan setelah bersih dari pengurusan jenazah, hutang piutang pewaris sebagai pasiva dari harta peninggalan dan lainnya. Konsep Waris dalam KUHPerdata tidak mengenal harta asal dan harta perkawinan (harta gono gini). Karena harta warisan adalah kesatuan harta yang secara bulat dan utuh dalam keseluruhan yang akan berpindah dari tangan si peninggal harta kepada seluruh ahli warisnya (masih hidup). (According to BW law the inheritance that will be inherited by the heirs not only covers things that are useful in the form of assets or profits, but also includes the debts of the testator who are liabilities of the assets left behind so that "the obligation to pay the debt in essence also switches to the heirs ". the formulation of the problem is what is the concept of inheritance in Islamic law? What is the concept of inheritance in the Civil Code? The concept of inheritance in Islamic law is the difference between the acquisition of an heir's share between men and women in sababiyah and nasabiyah as well as assets distributed after clearing the remains of the corpse, the heirs receivable debt as liabilities from inheritance and other assets. The concept of inheritance in the Civil Code does not recognize the origin and marriage assets (gono gini assets). Because the inheritance is a unitary property that is unanimous and intact in its entirety which will move from the hands of the deceased estate to all of its heirs (still alive)).
Reformasi Pendidikan Islam di Indonesia Abad Ke-20 dan Abad Ke-21 Misnatun, Misnatun
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v11i1.32

Abstract

This article describes the reform of Islamic education in the 20 th century with Islamic thought, as well as ideas that have also entered the world of education. One of the things that can be seen from the view of education is the emergence of efforts to search in materials and methods. Meanwhile, Islamic education reform in the 21st century cannot be separated from the goal of national education, especially in solving problems that occur in the 21st century, which is to build superior people so that they are able to face and solve problems in various lives.
Pendidikan Pondok Pesantren Era Revolusi Industri 4.0 Misnatun, Misnatun
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v12i1.110

Abstract

This paper discusses Islamic boarding schools in the 4.0 industrial revolution era which have their own characteristics and are different from educational institutions in general. however, along with the changing times (as is the case now in the 4.0 era), Islamic boarding schools have experienced very significant changes and developments. This is done so that Islamic boarding schools graduates can compete with graduates from other public education institutions.
Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Perspektif Teori Konstruktivisme pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Misnatun, Misnatun
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v9.2.508.87-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan teori konsruktivisme terhadap pembelajaran berdiferensiasi, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen-dokumen resmi yang terkait membahas teori konsruktifisme, pembelajaran berdiferensiasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hasil dari penelitian ini, peserta didik dapat mengkonstruksikan pemahamannya melalui pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori konstruktivisme dalam pembelajaran adalah suatu pendekatan di mana peserta didik harus secara individual menemukan dan menstransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan memperbaiki bila perlu. Sedangkan pembelajaran berdiferensiasi merupakan satu cara untuk guru memenuhi kebutuhan setiap peserta didik karena pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya. Walapun bukan hal baru  dalam pembelajaran, namun penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada maa pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) hanya terbatas untuk mengukur hasil belajar.
Pola Pembentukan Karakter Anak Melalui Pendidikan Ramah Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam Misnatun, Misnatun
TADARUS Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v5i2.937

Abstract

Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga” (K.H. Maimun Zubair)