Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA GLAGAHWERO KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Rahmawati, Lutfiasih; Aizza, Nailul
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.541 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1539

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang banyak ditemukan di Indonesia, ditandai oleh kenaikan tekanan darah diatas nilai normal yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam Prolanis terhadap penderita hipertensi. Jenis penelitian ini ialah ekperimental lapangan dengan pre-post test one group design. Sampel penelitian berjumlah 22 orang lansia yang diperoleh melalui purposive sampling. Senam Prolanis dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat perbedaan bermakna antara tekanan darah sistolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (p = 0,003 <? =0,001); antara tekanan darah diastolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (p = 0,002 <? =0,001). Terdapat perubahan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah latihan senam baik pada latihan 2 kali/minggu. Simpulan pada kedua kelompok latihan terdapat penurunan bermakna tekanan darah sistolik dan diastolik setelah senam Prolanis selama 4 minggu berturut-turut. Kata kunci: senam prolanis, hipertensi
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA GLAGAHWERO KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Lutfiasih Rahmawati; Nailul Aizza
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1539

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang banyak ditemukan di Indonesia, ditandai oleh kenaikan tekanan darah diatas nilai normal yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam Prolanis terhadap penderita hipertensi. Jenis penelitian ini ialah ekperimental lapangan dengan pre-post test one group design. Sampel penelitian berjumlah 22 orang lansia yang diperoleh melalui purposive sampling. Senam Prolanis dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat perbedaan bermakna antara tekanan darah sistolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (p = 0,003 α =0,001); antara tekanan darah diastolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (p = 0,002 α =0,001). Terdapat perubahan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah latihan senam baik pada latihan 2 kali/minggu. Simpulan pada kedua kelompok latihan terdapat penurunan bermakna tekanan darah sistolik dan diastolik setelah senam Prolanis selama 4 minggu berturut-turut. Kata kunci: senam prolanis, hipertensi
Literature Review: Model PRECEDE dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien dengan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) Rahmawati, Lutfiasih; Anika, Lusi; Wicaksana, Anggi Lukman
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i3.2426

Abstract

One type of cardiovascular disease that often occurs is coronary heart disease. Although the coronary artery bypass grafting (CABG) procedure can help overcome coronary heart disease problems, the post-CABG recovery stage can also lead to an increase in angina symptoms (chest pain), decreased ability to exercise, and mostly in the Quality of dimension life. The purpose of this literature review is to determine the effectiveness of the PRECEDE educational model in reducing depression and improving quality of life in patients with coronary heart disease who have CABG. This idea seems reasonable was carried out by searching through databases in PubMed and ScienceDirect until May 13, 2020, for nursing studies in chronic heart disease patients with CABG. Two articles were found that were suitable for a literature review. Findings from the literature suggest that designing educational interventions according to the PRECEDE model significantly improves all aspects of a patient's quality of life. Providing educational programs with the PRECEDE model can reduce depression in patients with CABG. This PRECEDE educational model can reduce depression and increase QoL in patients with Coronary heart disease who have undergone CABG.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DIET NUTRISI DAN CAIRAN PADA KELUARGA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DALAM PERAWATAN HEMODIALISA MELALUI EDUKASI KESEHATAN Wahyuni, Emmi; Rahmawati, Lutfiasih; Hidhayanti, Hayyu Naafi; Dewi, Nurhayati Veryanti; Mayasari, Dian
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i2.4423

Abstract

Chronic kidney disease is a global health problem that affects millions of people worldwide. Chronic renal failure as the final stage of kidney disease, requires comprehensive management, starting from regular hemodialysis to self-care management of the patient at home. Fluid and nutritional management is an important aspect that patients and families must pay attention to. Lack of availability and effectiveness of nutrition and fluid education programs specifically aimed at patient families. Many families of chronic kidney failure patients experience difficulty in adapting and implementing appropriate nutritional recommendations in daily life. This community service aims to provide comprehensive education, which provides relevant and up-to-date information about nutrition and fluids and involves families in an interactive learning process. Community service activities were carried out using direct health education methods for 16 families of patients undergoing hemodialysis. The evaluation method is carried out by filling out a pre-and post-test design knowledge questionnaire. The activity was carried out on May 17 2024 in the hemodialysis treatment room at Hermina Daan Mogot Hospital. The results of community service activities show an increase in knowledge regarding nutritional diet and fluids in the families of patients undergoing hemodialysis. It is hoped that the community service team nurses will then directly assist families regarding nutritional diet and fluids for patients undergoing hemodialysis and then monitor its long-term implementation at home either online or offline.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Terapi Tawa Untuk Menurunkan Tekanan Darah Rahmawati, Lutfiasih; Wijayanti, Sinta; Faradisa, Elok; Setyorini, Dwi Yoga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1373

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang tidak hanya menyerang usia lanjut, namun kini juga mempengaruhi dewasa muda. Komplikasi yang dapat timbul akibat hipertensi antara lain gagal jantung, stroke, dan penyakit jantung koroner. Salah satu metode untuk menurunkan tekanan darah pada individu hipertensi adalah terapi tawa. Terapi tawa adalah suatu intervensi yang bertujuan untuk mencapai kegembiraan hati yang diekspresikan melalui mulut dalam bentuk tawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh terapi tawa terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 7 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar Prosedur Operasional Standar (POS) terapi tawa serta lembar persetujuan tindakan medis (informed consent) dan lembar observasi. Selain itu, digunakan juga Lembar Prosedur Operasional Standar (POS) untuk pengukuran tekanan darah dengan alat sfigmomanometer dan stetoskop. Hasil penerapan intervensi dalam penelitian ini dilakukan 1 kali per hari selama 3 hari, dengan proses evaluasi dilaksanakan pada hari ketiga. Waktu pemberian intervensi adalah 20 menit. Dari ketujuh responden menyatakan bahwa setelah diberikan intervensi terapi tawa tekanan darah responden menurun dengan nilai rata-rata tekanan darah sebelum diberikan hipertensi 151,43/102,86 mmHg menjadi 132,86/87,14 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi tawa efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi usia lanjut.