Totok Harjanto
Departemen Keperawatan Dasar Dan Emergensi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bullying on Nursing Students Rais Azka Ghafara; Bayu Fandi Ahmad; Totok Harjanto; Sri Setiyarini
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol 15, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i2.17859

Abstract

Bullying on nursing students occurred in more than half of the population. The incidents of bullying left negative impacts on the victims physically, psychologically, and socially. This study identifies the bullying case on nursing care students during academic learning and the roles of the students when bullying occurred. This descriptive quantitative study applied a survey design. This study used Adolescent Peer Relations Instrument (APRI), distributed via Google Form. The respondents were nursing program students that selected convenience sampling. The sample applied some inclusion criteria: the students had to undergo face-to-face learning and online learning. The sampling stage resulted in 207 respondents from three grades. The study analyzed the data with univariate analysis, in the forms of percentages and frequencies. Verbal bullying occurred with a percentage of 31.4%, social bullying with a percentage of 12.16%, and physical bullying with a percentage of 2.32%. The researchers found that 151 respondents, 78.74%, were bullying victims. A percentage of 93.23% of respondents, 193 respondents were women. A percentage of 85.71%, 12 respondents out of 14 respondents, were male. A percentage of 0.96%, 2 respondents, committed the bullying action. A percentage of 45.89%, 95 respondents defended the victims. 100 respondents or 48.45% of participant in this study were outsiders when bullying happened. This study concluded that most students ever experienced bullying cases with the most incidents of verbal bullying. Most students played the role of outsiders during the incidents of bullying
DISTRIBUSI PENDAPATAN DI INDONESIA Totok Harjanto; R. Misriah Ariyani
CENDEKIA Jaya Vol 1 No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.7 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v1i2.33

Abstract

Pembangunan ekonomi nasional telah mampu meningkatkan PDB nasional menjadi lebih dari 1 trilyun US dollar yang menempatkan Indonesia menjadi negara menengah dengan PDB perkapita diatas US $ 3500. Pada sisi lain pertumbuhan ekonomi ini menimbulkan masalah ketimpangan pendapatan. Di ukur dengan indek Gini angka ketimpangan terus meningkat selama proses pembangunan ekonomi. Pada awal pembangunan ekonomi indek Gini ada pada kisaran 0,332 sementara pada tahun 2017 indek Gini meningkat menjadi 0,393. Untuk wilayah pedesaan nilai indek Gini malah meningkat menjadi 0,407 sementara pada awal pembangunan masih pada kisaran 0,309. Secara kewilayahan ada beberapa propinsi dengan indek Gini diatas 0,4 yaitu: propinsi Gorontalo (0,430), propinsi DI Yogyakarta (0,432), propinsi DKI Jakarta (0,413), Sulawesi Selatan (0,407) dan propinsi Jawa Barat (0,403). Memburuknya angka ketimpangan ini mengindikasikan ada masalah besar selama proses pembangunan ekonomi untuk diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan menyentuh masyarakat miskin untuk mengurangi tingkat ketimpangan yang ada. Kebijakan ini berupa pemberian insentif dan disinsentif dalam investasi, redistribusi lahan, pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi di luar pulau Jawa dan pengembangan transportasi berbasis laut.
KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya; Totok Harjanto
CENDEKIA Jaya Vol 3 No 1 (2021): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.294 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v3i1.126

Abstract

Kebikan kependudukan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia telah menghasilkan perubahan demografi penduduk, dengan struktur demografi yang seimbang maka kegiatan ekonomi akan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Saat ini Indonesia sedang menikmati bunus demografi yang mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan usia nono produktif, artinya tersedia angkatan kerja dengan jumlah yang melimpah. Ketersediaan angkatan kerja dalam jumlah besar ini akan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi apabila pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini dengan mendorong investasi sektor riil yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Struktur demografi penduduk Indononesia mengalami perubahan yang cukup signifikan , sejak dicanangkannya program keluarga berencana pada awal tahun 1970 selama beberapa dekade bentuk demografi penduduk sudah berubah dari penduduk usia muda menjadi penduduk dewasa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif sejak tahun 2010. Jumlah penduduk usia dewasa terus meningkat hingga mencapai 70 persen dari total populasi. Peningkatan jumlah penduduk dewasa ini ternyata belum diikuti dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dalam 5 tahun terakhir rata laju pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5% pertahun, lebih rendah dari rata rata pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang rata rata diatas 6 persen. Nampaknya perlu kebijakan yang strategis dibidang kependudukan untuk memanfaatkan momen bonus demografi yang mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
KEBIJAKAN PENGUPAHAN UNTUK KESEJAHTERAAN PEKERJA HARIAN Totok Harjanto
CENDEKIA Jaya Vol 4 No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.823 KB) | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v4i1.234

Abstract

Secara konstitusi setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kelayakan penghidupan ini harus sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan, artinya seorang pekerja wajib mendapatkan upah atas pekerjaannya yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai seorang manusia. Kebutuhan hidup manusia terdiri atas kebutuhan fisik dan kebutuhan sosial. Untuk itu maka nilai upah seorang pekerja harus diatas kebutuhan hidup miminum. Bagi pekerja sektor formal pembayaran upah diatur dengan keputusan gubernur atau bupati/walikota yang nilainya akan mengikuti perkembangan ekonomi. Secara ekonomi nilai upahnya relatif stabil untuk memenuhi kebituhan hidupnya. Kondisi ini berbeda dengan upah yang diterima pekerja harian, upah yang diterimanya tidak ditentukan oleh peraturan pemerintah . Besaran upah ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran sehingga nilainnya lebih rendah dari upah pekerja formal. Untuk menjamin tingkat upah yang layak sesuai dengan nilai kemanusiaan maka nilai upah yang dibayarkan setidaknya sama dengan batas minimum kemiskinan ditambah dengan uang makan atau bentuk lain yang dapat memberikan nilai tambah dalam upah. Pemerintah perlu mengatur nilai upah ini agar dapat memberikan jaminan hidup bagi pekerja harian. Dengan demikian kelangsungan hidup rakyat yang bekerja di sektor ini dapat terjamin. Secara nasional nilai upah seharusnya mengacu pada UMR yang berlaku sesuai dengan daerahnya. Sementara jika memakai ukuran internasional, besarnya nilai upah setidaknya senilai US$ 2 per kapita perhari. Upah diukur atas dasar tanggungan keluarga seorang pekerja, jika pekerja memiliki tanggungan tiga orang maka nilai upahnya setidaknya US$ 8. Nilai ini jauh diatas nilai batas kemiskinan yang ditetapkan pemerintah sehingga diharapkan tingkat kesejahteraan buruh atau pekerja harian dapat ditingkatkan. Hal ini tentunya sesuai dengan amanat konstitusi.
Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa PSIK UGM terhadap Penerapan Flipped Classroom dalam Pembelajaran Keterampilan Klinik Keperawatan Rizki Salma Fauziah; Totok Harjanto; Kurnia Putri Yuliandari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.73657

Abstract

Background: Flipped Classroom is a learning approach by delivering study content outside the classroom and then followed by instructor-facilitated classroom activities. There are not any research about motivation in clinical skills learning for higher education student.Objective: To describe the student's learning motivation in the flipped classroom strategy for studying nursing clinical skills.Method: This was quantitative descriptive research with cross-sectional design. The sample was taken using a total sampling technique which involved 101 first year students. Data was gathered with the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) instrument, which had been tested for validity using Aiken's V (Content Validity Coefficient) with a value range of 0,67-1 for each item and reliability test using Cronbach alpha with a result of 0.964.Result: There were 22 students (21,8%) who achieved high learning motivation, 53 students (52,5%) with moderate learning motivation, and 26 students (25,7%) with low learning motivation. Most students had moderate learning motivation for all six sub-scales.Conclusion: The majority of students have moderate learning motivation in flipped classroom learning.  ABSTRAKLatar belakang: Flipped Classroom yaitu pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengalihkan penyampaian konten pembelajaran ke luar kelas, kemudian diikuti dengan aktivitas pembelajaran dalam kelas yang difasilitasi oleh instruktur. Belum ada penelitian mengenai motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran keterampilan klinik. Tujuan: Untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran keterampilan klinik keperawatan dengan metode flipped classroom.Metode: Jenis penelitian ini yaitu cross-sectional deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik total sampling dan melibatkan 101 mahasiswa tahun pertama dengan instrumen Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang telah diuji validitas menggunakan Aiken’s V (Content Validity Coefficient) dengan rentang nilai setiap unit 0,67-1 dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach alpha dengan hasil 0,964.Hasil: Terdapat 22 mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (21,8%), 53 mahasiswa memiliki motivasi belajar sedang (52,5%), dan 26 mahasiswa memiliki motivasi belajar rendah (25,7%). Mayoritas mahasiswa mempunyai motivasi belajar sedang pada enam sub-skala.Simpulan: Mayoritas mahasiswa mempunyai motivasi belajar tingkat sedang dalam pembelajaran flipped classroom.
Penggunaan Ceramah dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Mengenai Penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Brigitta Ayu DS; Qomarudin; Totok Harjanto
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Notokusumo
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.42 KB)

Abstract

Background: For elementary school students, knowing the daily handling of first aid is important thing. Using method and media learning which are appropriate for the elementary students can increase the knowledge. Objective: To know the effect of giving lecture and leaflet toward the knowledge level of elementary school students about first aid in Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Method: The quasi experimental research with equivalent control group pretest-posttest was done towards 70 students of fifth grade. It consists of 35 students as intervention group and 35 students as control group. Result: The value first aid knowledge average level of intervention group from pretest to posttest increases with p=0.000 (p <0.05). The value first aid knowledge average level of control group from pretest to posttest there was slightly increase with p=0.125 (p> 0.05). Conclusion: Lecture and leaflet are effective to increase the knowledge of fifth grade students of elementary school about first aid in Seyegan, Sleman, Yogyakarta with p=0.000 (p <0.05).
Interrater Reliability dari Checklist OSCE Keterampilan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital di Program Studi Ilmu Keperawatan UGM Fitri Rochmana; Totok Harjanto; Sri Mulyani
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.44250

Abstract

Background: Vital signs examination (VSE) is one of the key competencies that every nurse should possess. In reality, many VSE results are inaccurate, leading to less precise treatment decisions for patients. One academic effort to enhance student skills is through Objective Structured Clinical Examinations (OSCE), which are evaluated using a checklist instrument. The reliability of an instrument indicates internal validity and the certainty that the obtained measurement results are representative and stable. To this date, no reliability test has been conducted on the OSCE checklist instrument for VSE used in the Nursing Science Study Program at Universitas Gadjah Mada (PSIK FK-KMK UGM). Object: To measure the reliability of the VSE assessment checklist in PSIK FK-KMK UGM using the interrater reliability method. Method: This study is quantitative descriptive research with a cross-sectional design. The sample consists of 92 items of OSCE scores from first-year students in PSIK FK-KMK UGM, assessed by 2 raters, namely the examiner lecturer and a master’s student in Nursing Science at UGM. The assessment was performed once using the VSE skills checklist. The assessment results were then analyzed using the Kappa coefficient and Percent Agreement (PA) to evaluate interrater reliability. Acceptable values in this study are higher than 0,41 for the Kappa coefficient and higher than 80% for PA. Result:  Overall, the interrater reliability test for the VSE skills checklist showed a Kappa value of 0,427 and a PA of 82,60%. Conclusion: Overall, the PA and Kappa values for the VSE checklist are acceptable, with the Kappa value falling into the moderate category. Improvement is needed for some items to enhance the reliability of the checklist.ABSTRAKLatar belakang: Pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap perawat. Kenyataannya banyak hasil pemeriksaan TTV yang tidak akurat sehingga hasil keputusan pengobatan pada pasien menjadi kurang tepat. Salah satu upaya akademisi untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa adalah dengan melalui Objective Structured Clinical Examinations (OSCE) yang dievaluasi menggunakan instrument checklist. Reliabilitas dari suatu instrumen menunjukkan validitas internal dan kepastian hasil pengukuran yang diperoleh bersifat representatif dan stabil. Sampai saat ini belum dilakukan uji reabilitas terhadap instrumen checklist OSCE pemeriksaan TTV yang dipakai di Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM (PSIK FK-KMK UGM).  Tujuan: Untuk mengukur nilai reliabilitas dari checklist penilaian pemeriksaan TTV di PSIK FK-KMK UGM dengan menggunakan metode interrater rebility.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 item nilai OSCE mahasiswa tahun pertama di PSIK FK-KMK UGM yang diambil oleh 2 penilai, yaitu dosen penguji dan mahasiswa S2 Ilmu Keperawatan UGM. Penilaian dilakukan sebanyak satu kali dengan menggunakan checklist keterampilan TTV. Hasil penilaian selanjutnya dianalisis menggunakan koefisien Kappa dan Percent Agreement (PA) untuk menilai interrater reability. Nilai yang dapat diterima dalam penelitian ini adalah lebih tinggi dari 0,41 untuk koefisien Kappa dan lebih tinggi dari 80% untuk PA. Hasil: Secara keaseluruhan, uji interrater rebility checklist keterampilan pemeriksaan TTV menunjukkan nilai Kappa sebesar 0,427 dan PA 62,60%.  Kesimpulan: Secara keseluruhan PA dan nilai Kappa ceklist pemeriksaan tanda –tanda vital dapat diterima, dengan nilai Kappa berada dalam kategori moderat. Perlu dilakukan perbaikan pada beberapa item untuk meningkatkan reliabilitas checklist tersebut. 
Kepuasan Belajar Mahasiswa Keperawatan Terhadap Implementasi Flipped Classroom Larissa Oktavia Syafri; Totok Harjanto; Ariani Arista Putri Pertiwi
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.87440

Abstract

Background: Nursing students are experiencing difficulties in understanding the material during clinical skills learning due to differences in content delivery among instructors. One possible solution is to implement the flipped classroom method, which can provide a more interactive learning approach. It is hoped that the implementation of this method will increase the level of student satisfaction in learning nursing skills. Objective: To assess the satisfaction of nursing students regarding the implementation of flipped classroom in clinical skills learning in nursing. Method: This study was quantitative descriptive research using a cross-sectional research design. 102 respondents of nursing students at Gadjah Mada University (UGM) of the first semester at the 2019/2020 academic year were selected using total sampling. The instrument used was the Collaborative Learning, Social Presence, and Satisfaction (CLSS) questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis to describe the characteristics of the respondents and the variables under investigation. Outcome: The satisfaction level of respondents regarding the implementation of the flipped classroom method was categorized as high, moderate, and low, with percentages of 42,2%, 56,9%, and 0,9%, respectively. Conclusion: The level of satisfaction among nursing students at UGM regarding the implementation of the flipped classroom method was at the moderate range.ABSTRAKLatar belakang: Mahasiswa keperawatan mengalami kesulitan dalam memahami materi saat pembelajaran keterampilan klinis karena perbedaan penyampaian materi antar instruktur. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode flipped classroom, yang dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Diharapkan tingkat kepuasan pembelajaran mahasiswa keperawatan dapat meningkat dengan adanya metode ini. Tujuan:  Untuk mengetahui gambaran kepuasan belajar mahasiswa keperawatan terhadap implementasi flipped classroom dalam pembelajaran keterampilan klinik keparawatan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan responden menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 102 mahasiswa keperawatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) semester satu tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan adalah the collaborative learning, social presence, and satisfaction (CLSS) questionnaire. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan variabel yang diteliti. Hasil: Tingkat kepuasan responden  terhadap implementasi flipped classroom berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dengan persentase sebesar 42,2%, 56,9%, dan 0,9%. Kesimpulan: Tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan di UGM terhadap implementasi flipped classroom berada dalam rentang sedang. 
HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA PROFESI NERS Layuk, Yenny Tangke; Harjanto, Totok; Hapsari, Elsi Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.617 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i2.24

Abstract

ABSTRAKTujuan: Untuk mengetahui hubungan antara persepsi lingkungan pembelajaran klinik dengan perilakucaring pada mahasiswa Profesi Ners. Metode: Subjek penelitian ialah mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta pada tahun 2012/2013. Responden penelitian berjumlah 61orang. Alat penelitian yang digunakan ialah kuesioner Clinical Learning Environment and Supervision(CLES) untuk mengetahui lingkungan pembelajaran klinik dan kuesioner Caring Behavior Inventory(CBI) untuk mengetahui perilaku caring. Analisis data menggunakan bivariat korelasi dengan ujikorelasi Pearson. Hasil: Suasana ruang perawatan, gaya kepemimpinan, nilai-nilai keperawatan diruangan, nilai-nilai pembelajaran di ruangan, dan hubungan supervisi paling banyak pada persepsipositif. Subskala gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan persepsi positif paling banyak(98,53 persen). Kecenderungan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners paling banyak padakategori rendah (41,0 persen). Suasana ruang perawatan (p=0,006) dan nilai-nilai keperawatan diruangan (p=0,004) memiliki hubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa ProfesiNers. Diskusi: Suasana ruang perawatan yang positif dan semangat tim yang baik di lingkunganklinik yang baik dalam menunjang mahasiswa pada hasil dari pembelajaran klinik. Kedua subskalatersebut memiliki hubungan yang signifi kan pada perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta. Kesimpulan: Persepsi lingkungan pembelajaran klinik yangberhubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satu institusi pendidikanners di Yogyakarta yaitu subskala suasana ruang perawatan dan nilai-nilai keperawatan di ruangan.Kata Kunci: pembelajaran, klinik, perilaku, caring, profesi.ABSTRACTObjective: To learn about the relationship between the perception of the clinical learning environmentand caring behavior of the nursing internship students of one institution of nursing education inYogyakarta. Material and methods: Subject of the research were nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta in 2012/2013. Total of the participants were 61 students.The data was collected using the Learning Environment and Supervision (CLES) instrument to learnabout clinical learning environment and Caring Behavior Inventory (CBI), an instrument to learn caringbehavior. Data was analyzed with using correlation bivariate with Pearson correlation test. Results:The atmosphere of the ward, leadership style, nursing values in the ward, learning values in theward, and the relationship of the supervisor mostly made positive perception. The leadership styleof head nurse of the ward had most positive perception (98,53%). The tendency of caring behaviorof students mostly in low category (41.0%). The atmosphere at the ward (p=0,006) and values ofnursing in the ward (p=0,004) signifi cantly had relation to caring behavior of the nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Discussion: Positive atmosphere andspirit of the team in the clinical practice fi eld were important to improve outcome of clinical learningfor nursing students. Both sub-scales had signifi cant relation to caring behavior to nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Conclusion: Perception of clinicallearning environment that signifi cantly related to caring behavior for nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta were the atmosphere and the nursing values in the ward.Keywords: learning, clinic, behavior, caring, internship.
E-LEARNING SATISFACTION ANALYSIS OF CLINICAL ROTATION NURSING STUDENTS Harjanto, Totok; Achmad, Bayu Fandhi; Sumunar, Dimas S. E. W.
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i2.512

Abstract

ABSTRACTObjective: To identify the learning satisfaction of clinical rotation nursing management students. Methods: A descriptive study took place in a class of clinical rotation nursing management. Participants were 22 female clinical rotation nursing student who were in the nursing management stage period September-October 2017. Eligible criteria for the students are voluntary participating in the research, fully engaged in the whole learning activities and following brief introduction and course evaluation. Research instrument is the form of learning satisfaction questionnaire developed by Center of Innovation and Academic Policy UGM. Validity test incorporate product moment resulting 13 valid items. 10 items required modification to meet the validity. Cronbach’s Alpha reliability test yields internal consistency value of 0.839. Data analyses were using frequency distribution with means considered as cutoff point. Results: Clinical rotation nursing students have a similar learning satisfaction between high and low (50%: 50%). Discussion: Based on 4 attributes of the questionnaire, the majority of respondents have high satisfaction on the aspect of online assignment (54.5%), aspect of online lecture materials and eLearning facilities have the same satisfaction (50%: 50%) and the online discussion aspect of the majority of respondents have low satisfaction (54.5 %). Conclusion: Clinical rotation students in nursing management show the same level of satisfaction between high and low on e-learning. Development of learning media and electronic learning delivery methods required to value the benefits in the future.Keywords: clinical rotation; e-learning; nursing student; students’ satisfaction.