Totok Harjanto
Departemen Keperawatan Dasar Dan Emergensi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The self–directed learning readiness and self–efficacy of nursing students in synchronous learning: A cross–sectional study Harjanto, Totok; Gautama, Made Satya Nugraha; Sumunar, Dimas Septian Eko Wahyu
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v13i1.2445

Abstract

Background: Beyond the pandemic, synchronous online learning was found to be a reliable approach in undergraduate nursing education. The students' self-directed learning readiness and online self-efficacy are key to the successful implementation of this approach. Readiness determines the learner’s needs based on contextual education, while efficacy refers to the students' confidence when completing online learning tasks. Purpose: The current study aims to investigate the relationship between self-directed learning readiness and self-efficacy among undergraduate nursing students. Methods: A descriptive correlational study was carried out to measure the undergraduate nursing students’ readiness and efficacy using the Self-Directed Learning Readiness (SDLR) Scale and the Online Learning Self-Efficacy Scale. Upon completing data collection using a web-based survey, univariate descriptive and bivariate analysis with Pearson correlation were conducted. Results: A total of 188 undergraduate nursing students participated in this study with an average age of 20.12 years old. The majority of nursing students (72.9%) within the program had a moderate SDLR level, while the mean (SD) SDLR was 149.95 (±12.24). Similarly, moderate self-efficacy was reported by the present study participants. The self-efficacy subscale of strength was categorized as high, while moderate levels of generality and magnitude were interpreted from the findings. The bivariate statistical analysis indicated a significant correlation between SDLRS and online self-efficacy (r=0.298, p<0.001). SDLR had significant correlations with each online self-efficacy subscale, including strength (r=0.259, p<0.001), generality (r=0.259, p<0.001), and magnitude (r=0.259, p<0.001). Conclusions: In synchronous learning, the undergraduate nursing student’s SDLR was found to have a positive relationship with self-efficacy. Provisioning the students’ individual learning skills is necessary to enhance their readiness and consequently improve their acquisition of the educational outcomes.
MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA DARI ORDE BARU SAMPAI REFORMASI harjanto, totok
CENDEKIA Jaya Vol 7 No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v7i2.699

Abstract

Kemiskinan nampaknya masih mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia pada tahun 1970 jumlah penduduk miskin mencapai 70 persen dari total populasi. Pemerintah orde baru melakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin. Dengan pembangunan yang terencana secara besar besaran dan pembangunan di pedesaan mampu mengurangi jumlah penduduk miskin secara signifikan. Jumlah penduduk miskin pada tahun 1996 turun menjadi sekitar 22,5 juta atau 11 persen dari populasi. Untuk mengukur tingkat kemiskinan pemerintah menggunakan garis batas konsumsi fisik minimum sebagai dasar ukuran kemiskinan. Penetapan ukuran ini berbeda dengan yang dipakai bank dunia yang menetapkan batas kemiskinan sebesar US$ 2,15 perkapita, pada sisi lain pemerintah menetapkan ukuran Rp 20.000 per hari sebagai indikator kemiskinan yang kurang dari US$ 2 sangat tidak realistis. Memang dengan ukuran tersebut terlihat bahwa selama 10 tahun terjadi penurunan tingkat kemiskinan dari 28 juta pada tahun 2014 menjadi sekitar 24 juta pada tahun 2024. Sementara pada tahun 2025 Bank Dunia merilis bahwa tingkat kemiskinan di Indoensia mencapai 194 juta atau 68, % dengan menggunakan standar negara berpendapatan menengah atas yaitu US$ 6,85 perkapita perhari dengan kurs PPP pada tahun 2021. Untuk menekan tingkat kemiskinan ada beberapa strategi yaitu; Mengubah distribusi fungsional melalui imbal hasil bagi tenaga kerja, tanah dan modal, Mengurangi kesenjangan distribusi pendapatan, Mengurangi kesenjangan pendapatan di tingkat atas melalui pajak progresif atas pendapatan dan kekayaan pribadi, Meningkatkan distribusi ukuran pendapatan pada tingkat yang lebih rendah melalui pengeluaran publik dari pendapatan pajak untuk meningkatkan pendapatan orang miskin baik secara langsung maupun tidak langsung
HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA PROFESI NERS Yenny Tangke Layuk; Totok Harjanto; Elsi Dwi Hapsari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.617 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i2.24

Abstract

ABSTRAKTujuan: Untuk mengetahui hubungan antara persepsi lingkungan pembelajaran klinik dengan perilakucaring pada mahasiswa Profesi Ners. Metode: Subjek penelitian ialah mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta pada tahun 2012/2013. Responden penelitian berjumlah 61orang. Alat penelitian yang digunakan ialah kuesioner Clinical Learning Environment and Supervision(CLES) untuk mengetahui lingkungan pembelajaran klinik dan kuesioner Caring Behavior Inventory(CBI) untuk mengetahui perilaku caring. Analisis data menggunakan bivariat korelasi dengan ujikorelasi Pearson. Hasil: Suasana ruang perawatan, gaya kepemimpinan, nilai-nilai keperawatan diruangan, nilai-nilai pembelajaran di ruangan, dan hubungan supervisi paling banyak pada persepsipositif. Subskala gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan persepsi positif paling banyak(98,53 persen). Kecenderungan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners paling banyak padakategori rendah (41,0 persen). Suasana ruang perawatan (p=0,006) dan nilai-nilai keperawatan diruangan (p=0,004) memiliki hubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa ProfesiNers. Diskusi: Suasana ruang perawatan yang positif dan semangat tim yang baik di lingkunganklinik yang baik dalam menunjang mahasiswa pada hasil dari pembelajaran klinik. Kedua subskalatersebut memiliki hubungan yang signifi kan pada perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta. Kesimpulan: Persepsi lingkungan pembelajaran klinik yangberhubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satu institusi pendidikanners di Yogyakarta yaitu subskala suasana ruang perawatan dan nilai-nilai keperawatan di ruangan.Kata Kunci: pembelajaran, klinik, perilaku, caring, profesi.ABSTRACTObjective: To learn about the relationship between the perception of the clinical learning environmentand caring behavior of the nursing internship students of one institution of nursing education inYogyakarta. Material and methods: Subject of the research were nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta in 2012/2013. Total of the participants were 61 students.The data was collected using the Learning Environment and Supervision (CLES) instrument to learnabout clinical learning environment and Caring Behavior Inventory (CBI), an instrument to learn caringbehavior. Data was analyzed with using correlation bivariate with Pearson correlation test. Results:The atmosphere of the ward, leadership style, nursing values in the ward, learning values in theward, and the relationship of the supervisor mostly made positive perception. The leadership styleof head nurse of the ward had most positive perception (98,53%). The tendency of caring behaviorof students mostly in low category (41.0%). The atmosphere at the ward (p=0,006) and values ofnursing in the ward (p=0,004) signifi cantly had relation to caring behavior of the nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Discussion: Positive atmosphere andspirit of the team in the clinical practice fi eld were important to improve outcome of clinical learningfor nursing students. Both sub-scales had signifi cant relation to caring behavior to nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Conclusion: Perception of clinicallearning environment that signifi cantly related to caring behavior for nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta were the atmosphere and the nursing values in the ward.Keywords: learning, clinic, behavior, caring, internship.
GAMBARAN SELF-EFFICACY MAHASISWA PROFESI NERS TERHADAP PEMBELAJARAN E-LEARNING Desti Wahyuningrum; Ariani Arista P. Pertiwi; Totok Harjanto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i2.262

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-efficacy mahasiswa profesi ners program studi ilmu keperawatan terhadap metode pembelajaran e-learning berdasarkan 3 dimensi self-efficacy yaitu magnitude, generality dan strength. Metode:Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa profesi Program Studi Ilmu Keperawatan tahun 2018/2019, Universitas Gadjah Mada, stase manajemen keperawatan dan praktek keperawatan dasar (PKD) yang telah mengikuti program pembelajaran online (e-learning). Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 102 mahasiswa (70 mahasiswa stase PKD dan 32 mahasiswa stase manajemen keperawatan). Pengambilan data menggunakan instrumen Online Learning Self-efficacy Scale. Data dianalisis dan dilaporkan dengan distribusi frekuensi. Hasil: Sebanyak 61 (59,8%) mahasiswa profesi ners memiliki self-efficacy yang tinggi terhadap pembelajaran dengan metode e-learning. Rata-rata self-efficacy tinggi pada 2 dimensi yaitu strength (mean=15,44, SD=2,3) dan generality (mean=14,53, SD=2,3), sedangkan tingkat self-efficacy yang rendah pada dimensi magnitude (mean=12,00, SD=3,1). Diskusi: Materi pembelajaran e-learning dengan video dan tugas yang dikemas secara interaktif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan self-efficacy mahasiswa. Penting juga untuk melakukan pengembangan materi dan tugas-tugas yang dimulai dari konsep sederhana secara bertahap ke tingkat kesulitan yang lebih tinggi  yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami keseluruhan materi pembelajaran. Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan yang berada pada fase rotasi klinik memiliki kecenderungan tingkat self-efficacy yang bernilai tinggi terhadap metode pembelajaran online (e-learning).Kata kunci: E-learning, mahasiswa keperawatan, pendidikan klinis, self-efficacy Overview of Self-Efficacy of Nurse Professional Students Towards E-Learning ABSTRACTObjective: This research aimed to describe nursing students’ self-efficacy in using e-learning during clinical rotation phase in the nursing study program based on 3 dimensions of self-efficacy, namely magnitude, generality and strength. Methods: This was a descriptive quantitative research with cross-sectional design. The population in this research was nursing students in the clinical rotation phase in the academic year of 2018/2019, Gadjah Mada University, who were in the nursing management stage and basic nursing practice (PKD) stage and participated in the online learning program. Samples were determined using a total sampling technique with the respondents of 102 students (70 students from PKD and 32 students from nursing management stages). Data were collected using the Online Learning Self-Efficacy Scale instrument. Data were analyzed and reported using frequency distribution. Results: 61 students (59.8%) had high self-efficacy towards learning with the e-learning method. The average self-efficacy was high in 2 dimensions, namely strength (mean=15.44, SD=2.3) and generality (mean=14.53, SD=2.3), while the low level of self-efficacy was in the magnitude dimension (mean=12.00, SD=3.1). Discussion: Interactive learning materials including videos and assignments are needed to increase students’ confidence and self efficacy.  It is also important to develop the materials start with a simple concept gradually to higher level of difficulty to help students understand the entire materials of learning.  Conclusion: Nursing students who are in the clinical rotation phase have a tendency to have a high level of self-efficacy towards online learning (e-learning) methods. Keywords: E-learning, nursing students, clinical education, self-efficacy