Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pola Relasi Patron Klien antara Pemerintahan Desa dengan Masyarakat Desa Bejijong dalam Pengembangan Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto Beta Puspitaning Ayodya; Herlina Kusumaningrum
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7673

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keterlibatan karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada institusi pendidikan di Kota Makassar. Penelitian sebelumnya telah menelaah variabel-variabel ini secara terpisah atau dalam konteks organisasi yang berbeda, namun hanya sedikit yang meneliti peran mediasi komitmen organisasi dalam satu kerangka yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM-AMOS) dan data diperoleh dari 150 responden melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi dan keterlibatan karyawan. Selain itu, komitmen organisasi secara signifikan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan, yang menegaskan peran penting komitmen organisasi dalam meningkatkan keterlibatan pegawai. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dengan mengintegrasikan konstruksi kepemimpinan dan perilaku organisasi dalam sektor pendidikan. Secara praktis, hasil penelitian ini menyarankan agar para pemimpin institusi pendidikan mengembangkan perilaku kepemimpinan transformasional, seperti visi yang menginspirasi, perhatian individual, dan stimulasi intelektual untuk memperkuat komitmen organisasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini memberikan nilai tambah melalui bukti empiris dari sektor pendidikan di Makassar serta memberikan wawasan bagi para pemimpin dalam meningkatkan kinerja institusi melalui pengembangan sumber daya manusia secara strategis.
Pola Relasi Patron Klien antara Pemerintahan Desa dengan Masyarakat Desa Bejijong dalam Pengembangan Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto Ayodya, Beta Puspitaning; Kusumaningrum, Herlina
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7673

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap keterlibatan karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada institusi pendidikan di Kota Makassar. Penelitian sebelumnya telah menelaah variabel-variabel ini secara terpisah atau dalam konteks organisasi yang berbeda, namun hanya sedikit yang meneliti peran mediasi komitmen organisasi dalam satu kerangka yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM-AMOS) dan data diperoleh dari 150 responden melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi dan keterlibatan karyawan. Selain itu, komitmen organisasi secara signifikan memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keterlibatan karyawan, yang menegaskan peran penting komitmen organisasi dalam meningkatkan keterlibatan pegawai. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dengan mengintegrasikan konstruksi kepemimpinan dan perilaku organisasi dalam sektor pendidikan. Secara praktis, hasil penelitian ini menyarankan agar para pemimpin institusi pendidikan mengembangkan perilaku kepemimpinan transformasional, seperti visi yang menginspirasi, perhatian individual, dan stimulasi intelektual untuk memperkuat komitmen organisasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini memberikan nilai tambah melalui bukti empiris dari sektor pendidikan di Makassar serta memberikan wawasan bagi para pemimpin dalam meningkatkan kinerja institusi melalui pengembangan sumber daya manusia secara strategis.
Politics Communication Based on Local Cultural Branding: A Critical Ethnographic Study of Cultural Festivals in Lamongan Regency Prayogo, Moh. Dey; Kusumaningrum, Herlina
Kalijaga Journal of Communication Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Study Program, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.72.01.2025

Abstract

In 2023, the Lamongan Regency government released a schedule of 39 cultural festivals held from March to December. The Regent of Lamongan's involvement in each event, from the promotional stage, where his image was prominently featured on posters and billboards, to the implementation stage, where he was given a dedicated time and platform to address the public directly, is crucial for examining the underlying message behind these cultural festival programs and the extent to which the local government has developed and successfully implemented a local cultural branding program to promote Lamongan's local cultural wisdom without any political bias. This research aims to uncover the hegemony of power from a political communication perspective through an examination of the cultural festivals held. A qualitative approach using critical ethnography methods positions and embeds culture within a broader symbolic, social, economic, political, and historical context, rather than simply seeking recognition from its members. The research results indicate that cultural festivals serve as a form of political legitimacy by integrating local identity, promoting public participation, protecting heritage, and fostering economic empowerment. Political communication strategies encompass verbal, non-verbal, mass media, digital, and cultural forms, which are integrated to create an image of leadership that cares about regional culture. Future research could focus on countering hegemony through populist practices in festivals, both at the local and national levels. This could include delving deeper into how community groups, artists, cultural communities, academics, and activists construct counter-spaces against the dominant discourses and symbols of power reproduced through festivals.