Penuaan menyebabkan perubahan fisiologis dan biomekanik, termasuk penurunan otot, berkurangnya panjang langkah, kecepatan berjalan lebih lambat, dan peningkatan risiko jatuh. Studi ini membandingkan efek latihan inti dan keseimbangan pada kecepatan berjalan dan tingkat kelemahan pada orang tua. Ini menggunakan Desain Kelompok Kontrol Pra dan Pasca Tes dengan 40 responden yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Satu kelompok melakukan latihan inti, sementara yang lain berlatih latihan strategi keseimbangan, keduanya dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu. Kecepatan berjalan diukur menggunakan tes kecepatan berjalan 4 meter, dan kelemahan dinilai dengan Indeks Kelemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok inti, kecepatan berjalan pasca-tes rata-rata 1,27 m/s, meningkat dari 0,98 m/s (p=0,00), sedangkan pada kelompok keseimbangan, meningkat dari 1,03 m/s menjadi 1,14 m/s (p=0,004). Skor Indeks Kelemahan kelompok inti menurun dari 1,55 menjadi 0,6 (p=0,00), sedangkan skor kelompok keseimbangan menurun dari 1,6 menjadi 1,4 (p=0,046). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok dalam peningkatan kecepatan berjalan (p=0,051), tetapi latihan inti secara signifikan mengurangi kelemahan lebih banyak daripada latihan keseimbangan (p=0,00). Sebagai kesimpulan, kedua jenis latihan tersebut meningkatkan kecepatan berjalan dan mengurangi kelemahan pada lansia. Namun, meskipun latihan inti dan latihan keseimbangan memiliki efek yang sama pada kecepatan berjalan, latihan inti secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan tingkat kelemahan.