Uki, Riyan Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS HANDS-ON ACTIVITY PADA MATERI FLUIDA DINAMIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Uki, Riyan Setiawan; Saehana, Sahrul; Pasaribu, Marungkil
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.035 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Kelas XI IPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian berjumlah 8 soal yang telah divalidasi. Setiap unit soal mengukur satu indicator kemampuan berpikir kritis yaitu fokus pada pertanyaan, menganalisis argumen, menilai kredibilitas sumber, membuat kesimpulan secara deduktif, membuat kesimpulan secara induktif, menilai definisi, mendefinisikan asumsi, dan mengambil keputusan dalam tindakan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji statistik, diperoleh rerata skor posttest kelas eksperimen sebesar 78,09 dengan standar deviasi sebesar 15,34 dan kelas kontrol sebesar 69,00 dengan standar deviasi sebesar 15,65. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil perhitungan diperoleh nilai . Nilai pada taraf nyata dan . Hal ini berarti, nilai berada pada interval penolakan sehingga diterima. Secara kuantitaif juga dilakukan uji N-gain dan diperoleh hasilnya untuk kelas eksperimen , dan untuk kelas kontrol . Hasil uji ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity lebih unggul daripada model pembelajaran generatif. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu.
The Influence of Science on the Mindset of Indonesian Society: A Case Study of the Acceptance of Technology and Popular Science Uki, Riyan Setiawan; Maria, Maria; Alam, Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v42i2.37700

Abstract

The development of science and technology has significantly transformed the way people think and interact in modern societies, including Indonesia. This study aims to analyze how science influences the mindset of Indonesian society, focusing on the acceptance of technology and popular science. Using a descriptive-empirical approach, this research employs literature review and secondary survey analysis from sources such as OECD PISA (2022), UNESCO Science Report (2023), and BRIN (2023). The findings indicate that Indonesia’s scientific literacy remains below the global average, with cultural and religious factors playing a crucial role in shaping attitudes toward science and technology. Although public perception of science is generally positive, there is a gap between interest and practical engagement, particularly among students. Media exposure and popular science content significantly mediate the formation of scientific attitudes, but low digital literacy often leads to misinformation. The study concludes that the integration of science education with socio-cultural and ethical values is essential to fostering a rational, open-minded, and evidence-based public mindset in Indonesia.