Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU HAMIL TRIMESTER TIGA DALAM MELAKSANAKAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI PUSKESMAS KECAMATAN MEDAN DENAI Nopa, Ika
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.22219/sm.Vol15.SMUMM1.8483

Abstract

Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan salah satu usaha dalam menurunkan angka kematian neonatus dan menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah.  Untuk meningkatkan cakupan pemberian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif maka diperlukan motivasi ibu. Untuk itu perlu diketahui factor yang berhubungan dengan motivasi ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study untuk mengetahui variable individu yang berhubungan dengan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada ibu hamil trimester tiga di puskesmas kecamatan medan denai. Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara terstruktur dengan kuesioner yang telah divalidasi sebelumnya.Data kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan chy square sebagai uji hipotesis. Hasil penelitian dari variabel individu yang diteliti didapati ada hubungan yang bermakna antara variabel tingkat pengetahuan (p: 0,004) dan paritas (p 0,011) terhadap motivasi ibu dan tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel usia (p 0.133), pendidikan (p 0.310) dan pekerjaan (p 0.298) terhadap motivasi ibu dalam melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Penggunaan Pelayanan Kesehatan Sebelum Dan Selama Covid-19: Satu Kajian Di RSU Muhammadiyah Kota Medan Siregar, Pinta Pudiyanti; Nopa, Ika; Nasution, Yulia Afrina; Trisnasari, Mila; Ashri, Royyan
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i1.13762

Abstract

Pada pandemi COVID-19 termasuk di Indonesia, pelayanan kesehatan primer memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan di masyarakat dan awal pandemi, terjadi penurunan drastis jumlah pengunjung yang berobat ke pelayanan primer. Tujuan: Melihat perubahan persepsi masyarakat tentang gejala yang ada dan usaha mereka untuk mendapatkan pengobatan. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSU Muhammadiyah Kota Medan dengan menggunakan Google form pada pasien rawat jalan di klinik. Hasil: Rerata umur responden adalah 36 tahun. Rerata jarak responden ke RSU Muhammadiyah adalah tiga kilometer dengan frekuensi terbanyak adalah kurang dari 3 kilometer, pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA (60%) dan pendapatan rata-rata 4 juta rupiah. Penyebab pasien berobat adalah dengan gejala sesak nafas yang terbanyak yaitu 74%, diikuti gejala demam sakit magh. Pada saat sebelum pandemi gejala yang menyebabkan responden tidak berobat adalah gangguan penciuman dan gangguan indera perasa menempati urutan tertinggi pasien tidak pergi berobat dengan gejala tersebut dengan frekuensi 95%.  Sesudah pandemi terjadi perubahan keinginan pasien untuk berobat dimana dengan gejala gangguan penciuman dan gangguan indra perasa meningkat menjadi 44%. Gejala sesak nafas tetap menjadi urutan yang tertinggi yaitu 82%, gejala yang lain tidak mengalami perubahan yang berarti. Kesimpulan didapat beberapa gejala mengalami perubahan keinginan masyarakat dalam mengambil pengobatan dalam pelayanan kesehatan.Kata Kunci: pandemi, COVID-19, pelayanan kesehatan, penggunaan
ISLAMIC RELIGIOUS COPING STRATEGY FOR HEALTHCARE WORKER IN COVID-19 PANDEMIC: A LITERATURE REVIEW Nopa, Ika; Siregar, Pinta Pudiyanti
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 2 No. 2 (2021): International Journal Islamic Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.465 KB) | DOI: 10.55116/IJIM.V1I1.23

Abstract

On March 11, 2020, WHO announced that COVID-19 was a pandemic. Healthcare workers were directly exposed to the impacts and dangers of the COVID-19 pandemic. It is important to know effective stress coping for healthcare workers to provide maximum health services. Religiosity was commonly used by healthcare workers for coping strategic COVID-19 Pandemic Religious beliefs and practices have become a powerful coping strategy among nurses. Religion could be an element of resilience for healthcare workers and served as a protective factor.  Religiosity will reduce cortisol level as a biomarker of stress. For Muslim healthcare workers, stress reduction can be done by praying, salat, reading, and listening to the Holy Qur’an. Studies show that the tahajud prayer significantly reduce stress and listening to Surah Al-Rahman was significantly reduce cortisol level. Facing the COVID-19 pandemic, hospitals with Muslim healthcare workers can provide time and facilities to pray and play the Holy Qur’an in  to reduce work stress.