Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Teori “Comfort” Kolcaba dengan Rom Pasif dan Genggam Bola Karet Bergerigi pada Pasien Cerebrovaskular Accident Infark Rona Farahdina Sandy; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.48128

Abstract

Cerebrovaskular accident (CVA) adalah gangguan saraf akut yang terjadi pada bagian otak akibat dari kekurangan suplai aliran oksigen. Pasien yang mengalami penyakit stroke ini akan terjadi penurunanan kekuatan otot atau hemiparesis. Seseorang dalam kondisi sakit akan mengalami berbagai perubahan dalam hidup. Salah satunya tingkat kenyamanan yang menurun dalam proses penyakit. Penatalaksanaan secara non farmakologi dengan pemberian terapi range of motion (ROM) pasif dan genggam jari dengan bola karet bergerigi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan teori kenyamanan Kolcaba dengan ROM pasif yang dikombinasikan dengan terapi genggam bola bergerigi pada pasien stroke infark. Metode dalam penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report). Pengkajian menggunakan lembar pengkajian dan observasi, pengukuran kekuatan otot menggunakan Muscle Strength Grading dengan nilai 0-5. Hasil penelitian ini setelah diberikan intrvensi selama lima hari pasien dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba pada pasien stroke dapat membantu dalam memeuhi kebutuhan dasar pasien dalam mengatasi masalah kenyaman. Dengan latihan kombinasi antara range of motion (ROM) pasif dan genggam bola karet berigiri meningkatan kekuatan otot pasien secara bertahap.
Penerapan Terapi Murotal sebagai Intervensi Nonfarmakologis untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien Lansia dengan Abdominal Pain Ilham Razaq Bagus Syahputra; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.48132

Abstract

Nyeri abdomen merupakan salah satu keluhan yang dapat menyebabkan gangguan tidur, terutama pada pasien lansia. Gangguan tidur yang tidak ditangani dapat menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi klinis pasien. Pendekatan nonfarmakologis seperti terapi murotal menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk membantu mengatasi gangguan tidur yang dipicu oleh nyeri dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi murotal terhadap kualitas tidur pasien dengan nyeri abdomen. Penelitian menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan terhadap Ny. S, usia 61 tahun, yang mengalami gangguan tidur akibat nyeri perut dan kecemasan karena dirawat selama bulan Ramadan. Intervensi terapi murotal menggunakan surat Ar-Rahman dengan durasi 15 menit diberikan setiap malam sebelum tidur selama 3 hari sebagai bagian dari dukungan tidur holistik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur, penurunan frekuensi terbangun malam hari, peningkatan rasa tenang pada pasien, dengan skor PSQI awal sebesar 11 yang kemudian menurun menjadi 6 setelah intervensi. Terapi murotal efektif mengurangi gangguan tidur pada pasien dengan nyeri abdomen, terutama melalui mekanisme relaksasi dan pendekatan spiritual. Temuan ini mendukung integrasi terapi murotal dalam praktik keperawatan sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat meningkatkan kualitas istirahat pasien di rumah sakit.
Penerapan Terapi Aktivitas Berjalan Kaki Untuk Mengurangi Sakit Kepala Pada Penderita Hipertensi Tufaila Rifqah, Farisa; Freeska Dwi Marta, Ollyvia
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a major non-communicable disease often referred to as a silent killer due to its asymptomatic nature and potential to cause serious complications. Walking exercise is one of the recommended non-pharmacological interventions proven to help reduce blood pressure. This case , using a nursing care approach, aims to examine the effect of walking therapy on lowering blood pressure and reducing headache intensity in a 62-year-old female patient living in Pakis Village, Malang Regency. The intervention consisted of a 30-minute daily walking session for seven consecutive days. The results showed a decrease in blood pressure from 160/95 mmHg to 140/85 mmHg, along with a reduction in headache intensity from a score of 6 (moderate pain) to 2 (mild pain). Physiologically, walking improves vascular elasticity, reduces stress hormones, and stimulates the release of endorphins that act as natural analgesics. These findings indicate that walking therapy is an effective, safe, and practical non-pharmacological nursing intervention to support hypertension management and improve the quality of life in older adults
Optimization of the Family in the Treatment of DM and Gangrene With Herbal Therapy Lilis Setyowati; Nur Aini; Erma Wahyu Mas; Ollyvia Freeska Dwi Marta; Diah Laila Zulva
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 4 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i4.4902

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a high incidence in almost all countries. Diabetes Self-Management Education (DSME) is a health education process for individuals and families managing DM patients. The solution provided through this engagement is applying the DSME method to partners by applying for the program: 1. Assistance on DM material, diet planning, signs and symptoms, and how to handle hypo and hyperglycemia conditions; 2. Utilizing local plants as herbal therapy; 3. Training on treating gangrene wounds with the wisdom of herbal therapy using turmeric and betel leaves. The observation was for six months, and intervention was given for one month. The results of the monitoring family can provide and serve food for families with DM, there is no gangrene wound, and they can apply gangrene wound treatment using turmeric and betel leaf herbs.
PENERAPAN DUKUNGAN TIDUR PADA PASIEN PASCA OPERASI ORIF DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR Muhammad Fachur Sodiqin; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1674

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur merupakan masalah yang sering dialami pasien pasca operasi ORIF akibat nyeri, efek anestesi, dan perubahan lingkungan rumah sakit sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien pasca operasi ORIF dengan gangguan pola tidur serta mengevaluasi perubahan kualitas tidur pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien pasca operasi ORIF yang mengalami gangguan pola tidur. Penelitian dilaksanakan selama 3×24 jam pada bulan Februari 2025/2026. Instrumen yang digunakan adalah Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ), analisis data secara deskriptif komparatif berdasarkan perkembangan kondisi pasien dan perubahan skor RCSQ sebelum dan sesudah asuhan keperawatan. Hasil: Pasien 1 skor RCSQ meningkat dari 46 (kategori sedang) menjadi 85 (kategori baik), pasien 2 kedua meningkat dari 50 (kategori sedang) menjadi 88 (kategori baik). Kedua pasien tidur lebih nyenyak, frekuensi terbangun pada malam hari berkurang, dan merasa lebih segar saat bangun pagi. Saran: Perawat disarankan menerapkan intervensi dukungan tidur secara konsisten melalui identifikasi faktor pengganggu tidur, modifikasi lingkungan, peningkatan kenyamanan, edukasi,  teknik relaksasi untuk meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi ORIF.Kata Kunci: Gangguan Pola Tidur, Open Reduction Internal Fixation (ORIF), Richards-Campbell Sleep  Questionnaire (RCSQ).