Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan dan Analisis Kesesuaian Kawasan Konservasi Mangrove di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC), Pantai Tamban, Kabupaten Malang Wijaya, Aphrodita Shelbyla; Semedi, Bambang; Iswahyudi, Iswahyudi; Alim, Dimas Syarif
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.443

Abstract

Konservasi ekosistem mangrove diperlukan karena adanya manfaat yang dapat diperoleh dengan mempertahankan setiap komponen lingkungannya. Dalam membatasi pemanfaatan yang berlebihan dan mencegah kerusakan alam perlu dilakukan perhitungan daya dukung kawasan. Penelitian ini di lakukan di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) Pantai Tamban, Kabupaten Malang, wilayah ini memiliki potensi mangrove yang besar dan jenis yang beragam. Data yang digunakan adalah data citra sentinel-2A yang dianalisis dengan pengindraan jauh, sistem informasi geografis (SIG) serta indeks vegetasi NDVI agar lebih efektif dan efisien. NDVI (normal difference vegetation index) digunakan untuk membedakan objek vegetasi mangrove dengan non-mangrove. Data citra satelit diunduh melalui situs resmi https://scihub.copernicus.eu/ sebagai penyedia data citra satelit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi penelitian sebagai kawasan konservasi mangrove untuk mengurangi risiko degradasi ekosistem mangrove dan memberikan masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) dinilai sesuai untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi mangrove karena hasil analisis kesesuaian lahan BAIK dan memenuhi kriteria indeks kesesuaian lahan dengan kategori sesuai (S2).
Kelimpahan Invertebrata di Pulau Sempu sebagai Indeks Bioindikator, Ekonomis Penting Konsumsi, dan Komoditas Koleksi Akuarium Luthfi, Oktiyas Muzaky; Dewi, Citra Satrya; Sasmitha, Respati Dwi; Alim, Dimas Syarif; Putranto, Dimas Bagus Dwi; Yulianto, Firly
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 3 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.1

Abstract

Invertebrata (Hewan tak bertulang belakang) mempunyai beberapa peran penting untuk perairan dan ekosistem terumbu karang, baik sebagai bioindikator, ekonomis penting, atau diambil sebagai penghias akuarium. Sebagai contoh, Archasterplancii merupakan hewan yang terkenal akan kemampannya melakukan predasi pada jaringan karang, atau DiademaUrchin yang dapat melakukan grazing pada alga di ekosistem terumbu karang. Pengamatan dilakukan pulau sempu dibagi menjadi beberapa stasiun, diantaranya Teluk Semut 1, Teluk Semut 2 dan Watu Meja. Pendataan hewan invertebrata di lokasi pengambilan data menggunakan metode Reef Check dengan cara menggelar belt transect sepanjang 100m yang terbagi menjadi 4 segment sepanjang 20m. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan secara zig-zag sehingga data yang dihasilkan lebih lengkap dan dapat mempresentasikan persebaran invertebrata yang ada di setiap stasiun di perairan pulau sempu.Hasil pendataan dari ketiga stasiun ini terdapat sebanyak 1 ekor Banded Coral Shrimp, 2 ekor Diadema Urchin, 1 ekor Pencil Urchin, 1 ekor Colector Urchin, dan 1 buah Giant Clam dengan besar 10-20 cm. Sedikitnya jumlah kelimpahan invertebrata berbanding lurus dengan kondisi terumbu karang yang ada di perairan selat sempu. Beberapa hewan invertebrata yang ditemukan dapat dikonsumsi atau dijual dan menjadi mata pencaharian alternatif selain menangkap dan budidaya ikan. Tidak semua hewan invertebrata dapat dijadikan sebagai bio-indikator kerusakan lingkungan, karena tingkat kepekaan setiap hewan invertebrata berbeda.