Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengolahan Limbah Pisang Menggunakan Metode Continuous Flow Bin Vermikompos di PT Nusantara Segar Abadi Jembrana Bali Faqih, Fajar Khun; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p12

Abstract

Abstrak PT Nusantara Segar Abadi merupakan perusahaan yang berfokus dalam bidang budidaya pisang jenis Cavendish yang terletak di Kabupaten Jembrana. Badan Pusat Statistik melaporkan data produksi pisang di Indonesia tahun 2022 mencapai 9.245.427 Ton, PT NSA menyumbang produksi tahun 2022 sebesar 68.254 ton. Permasalahan yang dihadapi PT NSA adalah penanganan limbah buah pisang yang tidak sesuai spesifikasi akan mengakibatkan polusi dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kompos dari metode continuous flow bin vermikompos. Perlakuan penelitian ini adalah 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1 kg cacing (A1), 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1,5 kg cacing (A2), dan 7 kg bedding kotoran sapi dengan 2 kg cacing (A3) yang masing masing diberikan 1,25 kg limbah pisang dalam selang waku 3 hari. Parameter pengamatan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Data diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Setelah 18 hari menunjukan kinerja pengomposan dan karakteristik kompos yang berbeda beda, pada parameter C/N rasio pelakuan A1 melebihi standar maksimum yakni 20,12%, sedangkan pada perlakuan A2 yakni 16,43% dan A3 yakni 16,11% sudah memenuhi standar. Pada karakteristik lainnya mempunyai nilai pH 7,4-7,5, kadar air 8,8% – 9,69%, Kadar C-Organik memiliki nilai 27,43% – 29,37%, Kadar N-Total 1,46%–1,71%, Fosfor (P) 0,15%–0.25%, dan Kalium (K) 0,33% – 0,37% sudah sesuai dengan standar kompos dari SNI 19-7030-2004. Pelakuan A3 dengan 2 kg cacing menjadi perlakuan terbaik karena parameter teknis dan unsur makro pada seluruh pengujian sudah memenuhi standar. Abstract PT Nusantara Segar Abadi is a company that focuses on the cultivation of Cavendish bananas located in Jembrana Regency. According to the Central Statistics Agency, banana production data in Indonesia reached 9,245,427 tons in 2022, with PT NSA contributing 68,254 tons to the production in the same year. The challenge faced by PT NSA is the improper handling of banana waste, which can lead to pollution and aesthetic issues. This research aims to create compost from banana waste using the continuous flow bin vermicomposting method. The research treatments include 7 kg of cow dung bedding with 1 kg of worms (A1), 7 kg of cow dung bedding with 1.5 kg of worms (A2), and 7 kg of cow dung bedding with 2 kg of worms (A3), each receiving 1.25 kg of banana waste every 3 days. Observations are conducted according to the Indonesian National Standard 19-7030-2004. The obtained data are analyzed using descriptive statistical analysis. After 18 days, the composting performance and characteristics of the compost vary. In terms of the C/N ratio parameter, treatment A1 exceeds the maximum standard at 20.12%, while treatment A2 is at 16.43%, and treatment A3 is at 16.11%, meeting the standard. Other characteristics include a pH value of 7.4-7.5, moisture content of 8.8%–9.69%, organic C content of 27.43%–29.37%, total N content of 1.46%–1.71%, phosphorus (P) content of 0.15%–0.25%, and potassium (K) content of 0.33%–0.37%, all of which comply with the compost standards specified in SNI 19-7030-2004. Treatment A3, with 2 kg of worms, proves to be the best treatment as technical parameters and macroelement content in all tests meet the standards.
Analisis Saluran Pemasaran Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) yang Dibudidayakan di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan Saqinah, Sonia; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bawang prei (Allium ampeloprasum L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali tahun 2021, hasil produksinya mencapai 1.055 ton. Namun, untuk pemasaran komoditas ini belum ada kejelasan informasi mengenai saluran pemasarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, distribusi margin pemasaran dan margin keuntungan, tingkat efisiensi pemasaran, serta proporsi keterlibatan petani dalam kegiatan pemasaran bawang prei. Responden terdiri dari 30 orang petani, 7 orang pengepul, 5 orang pedagang besar, dan 5 orang pedagang kecil yang dipilih melalui prosedur Accidental Sampling dan Snowball Sampling. Data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya tiga model berbeda dalam saluran pemasaran bawang prei, diantaranya saluran I (petani – pengepul – pedagang besar – konsumen) saluran II (petani – pengepul – pedagang kecil – konsumen) dan saluran III (petani – pengepul – pedagang besar – pedagang kecil – konsumen). Saluran III memiliki total margin tertinggi yaitu sebesar Rp 12.467/kg, sedangkan saluran I memiliki total margin terendah yaitu sebesar Rp 8.467/kg. Pedagang besar memperoleh margin keuntungan tertinggi yaitu Rp 3.546/kg, sedangkan pedagang kecil pada saluran III memperoleh margin keuntungan terendah yaitu Rp 1.734/kg. Saluran I mempunyai farmer's share paling besar yakni 67%, sedangkan saluran III paling rendah yaitu 58%. Tingkat efisiensi semua saluran pemasaran bawang prei yang dibudidayakan di Desa Candikuning termasuk dalam kategori efisien. Namun, berdasarkan biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share yang diperoleh, saluran I merupakan saluran yang paling efisien. Abstract Leek (Allium ampeloprasum L.) is a kind of horticultural plant cultivated by farmers in Candikuning Village, Baturiti, Tabanan. Based on BPS data from Bali Province in 2021, production reached 1,055 tons, but there is no clear information regarding the marketing channels. This research aims to determine marketing channels, distribution of marketing margins and profit margins, level of marketing efficiency, and the proportion of farmer involvement in leek marketing activities. The sample consisted of 30 farmers, 7 collectors, 5 larges, and 5 small traders. They were specifically chosen through Accidental Sampling and Snowball Sampling procedures. The data obtained consists of qualitative and quantitative information. Research findings show that there are three different trends in leek marketing channels, specifically channel 1 (farmers – collectors – wholesalers – consumers), channel II (farmers – collectors – small traders – consumers), and channel III (farmers – collectors – wholesalers – traders) small – consumer). Channel III has the highest total margin of IDR 12,467/kg, while Channel 1 has the lowest (IDR 8,467/kg). Large traders get the highest profit margin of IDR 3,546/kg, while small traders in channel III get the lowest profit margin of IDR 1,734/kg. Channel 1 has the largest farmer's share, 67%, while channel III has the lowest, 58%. All of the channels remain in the efficient category. Based on marketing costs, marketing margins, and farmer's share obtained, channel 1 is the most efficient.
Analisis Jalur Distribusi Pemasaran dan Margin Pemasaran Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) di Kecamatan Baturiti hingga ke Konsumen Mayos, Stefani Novita; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p19

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi adalah produksi stroberi. Penelitian ini bertujuan meneliti saluran distribusi pemasaran stroberi dari petani di Kecamatan Baturiti sampai ke konsumen akhir serta meneliti margin penjualan yang didapatkan pada setiap distribusi. Penelitian ini dilaksanakan antara bulan September dan Oktober 2022. Metode analisa data penelitian ini ialah kuantitatif dan kualitatif, khususnya deskriptif dan matematis. Sementara analisis matematis memberikan perhitungan kuantitatif margin pemasaran, margin keuntungan, dan efektivitas pemasaran, analisis deskriptif memberikan gambaran kualitatif tentang format distribusi pemasaran stroberi. Populasi yang diteliti yakni petani, pengepul, pedagang pasar dan konsumen yang totalnya 40 responden. Terdapat 3 jalur distribusi buah stroberi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dari petani di Kecamatan Baturiti hingga ke konsumen akhir yaitu Jalur I (Petani – Pengepul – Pedagang Pasar Tradisional/Modern – Konsumen), Jalur II (Petani – Pengepul – Hotel/Restoran), Jalur III (Petani – Pengepul – Pabrik Pengolahan Stroberi). Margin pemasaran dan margin keuntungan disetiap jalur distribusi buah stroberi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dari petani di Baturiti hingga ke konsumen akhir yaitu pada jalur I margin pemasaran Rp 10.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 5.875,00/kg, Jalur II margin pemasaran senilai Rp 13.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 8.875,00/kg, Jalur III margin pemasaran senilai Rp 13.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 9.250,00/kg. Abstract One of the fruit crops with a high economic value is strawberry production. The purpose of this study is to identify the strawberry marketing distribution channels from Baturiti District farmers to final consumers and to compute the marketing margin attained in each distribution channel. This research was carried out in September-Oktober 2022. This research used a qualitative and quantitative data analysis research method, namely using descriptive and mathematical analysis. Descriptive analysis is used to describe qualitatively the from of marketing distribution of strawberries while mathematical analysis is used to calculate marketing margins, profit margins and marketing efficiency quantitatively. The populations observed were farmers, collectors, market traders and consumers totaling 40 respondents. There are 3 distribution channels for strawberries in Baturiti District, Tabanan Regency, from farmers in Baturiti District to final consumers namely Line I (Farmers – Traders – Traditional/Modern Markets Traders – Consumers), Line II (Farmers – Collectors – Hotels/Restaurans), Line III (Farmers – Collectors – Strawberry Processing Factory) Marketing margins and profit margins on each strawberry distribution channels in Baturiti District, Tabanan Regency from farmers in Baturiti to the final consumers, namely in Line I the marketing margin is IDR 10,000.00/kg and the profit margins is IDR 5,875.00/kg, Line II marketing margin of IDR 13,000.000/kg and profit margin of IDR 8,875.00/kg, Line III marketing margins of IDR 13,000.00/kg and profit margin of IDR 9,250.00/kg.
Analisis Kebutuhan Traktor Tangan dalam Pengolahan Tanah Sawah di Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli Darma, I Gede Agus Arya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p10

Abstract

Budidaya pertanian memerlukan pengelolaan yang optimal terhadap kebutuhan traktor pendek. Jumlah traktor tangan yang dibutuhkan tergantung pada luas lahan pertanian, dan tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan traktor tangan dan merencanakan jumlah traktor tangan yang optimal sebagai rekomendasi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif melalui metode survei dalam pencarian data primer yaitu. pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan traktor lengan pendek adalah 0,686 m/s. Kapasitas efektif lahan sebesar 0,0366 ha/jam. Kapasitas lahan teoritis adalah 0,066 ha/jam. Traktor pegangan pendek mempunyai efisiensi lapangan sebesar 55,45%. Desa Bangbang membutuhkan 15 unit traktor tangan pendek untuk pengolahan hasil pertanian. Abstract Agricultural cultivation requires optimal management of the need for short tractors. The number of hand tractors needed depends on the area of ??agricultural land, and the purpose of this work is to determine the need for hand tractors and plan the optimal number of hand tractors as a recommendation. This study uses quantitative analysis through survey methods in the search for primary data, namely. field measurement. The results showed that the speed of the short arm tractor was 0.686 m/s. The effective capacity of the land is 0.0366 ha/hour. Theoretical land capacity is 0.066 ha/hour. The short handle tractor has a field efficiency of 55.45%. Bangbang Village needs 15 units of short-handed tractors for processing agricultural products.
Modifikasi sistem Modifikasi Penampung Slurry pada Bioreaktor Portabel Penghasil Biogas Yogi, I Putu Karisma; Wirawan, I Putu Surya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p06

Abstract

Abstrak Penggunaan bahan terpal PVC menjadi penampung slurry pada bioreaktor portabel memiliki potensi kebocoran yang tinggi. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tabung plastik High Density Polyethylene (HDPE) 200 liter menjadi penampung slurry pada bioreaktor portabel dengan proses fermentasi biogas secara kedap udara (anaerobik). Perancangan alat dilakukan secara struktural (meliputi perhitungan volume tabung reaktor, volume ruang gas, dan volume ruang slurry) dan fungsional (meliputi pembuatan saluran masuk, saluran keluar residu, dan saluran gas). Parameter yang diuji antara lain suhu, pH, dan tekanan biogas. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi campuran slurry kotoran babi dan air selama 25 hari menghasilkan volume biogas sebesar 0,0487824 m3, suhu yang dihasilkan yaitu 20oC-29.9oC (mesofilik), dan nilai pH slurry selama proses fermentasi adalah 6,3. Tabung plastik HDPE dapat dimanfaatkan menjadi penampung slurry karena mampu melakukan proses fermentasi secara kedap udara (anaerobik). Abstract Using PVC tarpaulin as a slurry container in portable bioreactors has a high potential for leakage. This research aims to determine the ability of a 200-liter High-Density Polyethylene (HDPE) plastic tube to contain slurry in a portable bioreactor with an airtight (anaerobic) biogas fermentation process. The equipment design is carried out structurally (includes calculating the volume of the reactor tube, volume of the gas chamber, and volume of the slurry chamber) and functionally (includes making the inlet channel, residue outlet channel, and gas channel). The parameters tested include temperature, pH, and biogas pressure. The research results showed that fermentation of a mixture of pig manure slurry and water for 25 days produced a biogas volume of 0.0487824 m3, the resulting temperature was 20oC-29.9oC (mesophilic), and the pH value of the slurry during the fermentation process was 6.3. HDPE plastic tubes can be used as slurry containers because they can carry out the fermentation process in an airtight (anaerobic) manner.
Analisis Peramalan Produksi Panen Pisang Cavendish Menggunakan Exponential Smoothing ke Product Sunpride dan Bali Fresh di PT. Nusantara Segar Abadi Bali Putra, I Nyoman Galih Oki; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p04

Abstract

Abstrak PT. Nusantara Segar Abadi Bali didirikan pada tahun 2019. PT. NSA BALI terdapat 2 produk yang dihasilkan dari pisang cavendish yaitu Pisang Cavendish Sunpride dan Pisang Cavendish Bali Fresh. Supply dari hasil panen diharapkan memenuhi target produksi bulanan dari PT. NSA BALI . Penelitian dilakukan untuk mendapatkan metode forecast yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dari produksi. Sehingga jumlah forecast panen akan sejalan dengan permintaan dari produksi. Penelitian ini menggunakan dua permodelan yaitu metode Single Exponential Smoothing dan Triple Exponential Smoothing. Untuk Penelitian ini data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu data dari Januari 2019 hingga Juli 2023.Pada penelitian ini menggunakan validasi model yaitu MAD,MSE dan MAPE.Diketahui pada penelitian ini memperoleh hasil validasi peramalan yaitu MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% pada metode Single Exponential Smoothing sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing didapatkan jumlah validasi peramalan yaitu MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. Pada metode Single Exponential Smoothing Jumlah Forecast sesuai dengan target produksi pada Bulan November 2022 hingga Juli 2023 sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing waktu yang dapat memenuhi jumlah target produksi yaitu pada bulan September 2022 hingga Juli 2023. Abstract PT. Nusantara Segar Abadi Bali was established in 2019. PT. NSA BALI has 2 products produced from cavendish bananas, namely Cavendish Sunpride Banana and Cavendish Bali Fresh Banana. Supply from the harvest is expected to meet the monthly production target of PT. NSA BALI. This research is conducted to get the right forecasting method to meet the needs of production. In this study using two modeling methods, namely Single Exponential Smoothing and Triple Exponential Smoothing methods. For this study, the data used is secondary data, namely data from January 2019 to Juli 2023. In this study using model validation, namely MAD, MSE and MAPE. It is known that this study obtained forecasting validation results, namely MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% in the Single Exponential Smoothing method, while the Triple Exponential Smoothing method obtained the number of forecasting validations, namely MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. In the Single Exponential Smoothing method, the number of forecasts can meet the production target in November 2022 to Juli 2023, while in the Triple Exponential Smoothing method the time that can meet the number of production targets is in September 2022 to Juli 2023.
Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Media Tailing Fonataba, Maria Paskalia; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Kencana, Pande Ketut Diah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p22

Abstract

Abstrak Tanah bekas tambang atau yang biasa disebut tailing dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan apabila tidak diolah dengan baik, sehingga perlu dilakukan remediasi kembali salah satunya dengan cara aplikasi pemupukan. “Studi ini ingin melihat bagaimana kompos dapat mengubah penampilan dan cara kerja tanah dari tambang. Mereka akan mencoba menggunakan berbagai jenis dan jumlah kompos, dan juga melihat apakah menambahkan makanan nabati membantu tanaman tumbuh lebih baik di tanah ini. Mereka menggunakan cara khusus untuk memastikan tes itu adil.” Faktor yang diamati adalah faktor kompos yang terdiri dari empat taraf, yaitu: D1: 0 g (100% tailing); D2: 10 g/polybag (2,7% pupuk kompos); D3: 20 g/polybag (5,4% pupuk kompos); dan D4: 30 g/polybag (7,8% pupuk kompos). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, berat basah, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kompos kotoran sapi dengan dosis 30 g/polybag menghasilkan pertumbuhan sawi hijau terbaik, yaitu tinggi tanaman 29,00 cm, lebar daun 7,00 cm, berat basah 19,67 g, dan berat kering 5,33 g. Abstract Ex-mining land or what is commonly called tailings can have a negative impact on the environment if it is not treated properly, so remediation needs to be carried out, one of which is by applying fertilization. This study wanted to see how compost can change the appearance and workings of the soil from a mine. They will try using different types and amounts of compost, and also see if adding plant food helps plants grow better in this soil. They use special means to ensure the test is fair. The factors observed were the compost factor which consisted of four levels, namely: D1: 0 g (100% tailings); D2: 10 g/poly bag (2.7% compost); D3: 20 g/poly bag (5.4% compost); and D4: 30 g/polybag (7.8% compost). Parameters observed included plant height, leaf width, fresh weight and dry weight. The results showed that the dose of cow manure compost at a dose of 30 g/polybag produced the best growth of mustard greens, namely plant height 29.00 cm, leaf width 7.00 cm, wet weight 19.67 g, and dry weight 5.33 g.
Pengaruh Modifikasi Rasio Diameter Pulley terhadap Frekuensi Getaran Meja Getar sebagai Alat Simulasi Transportasi Darat Marhaeni, Ni Made Yulistiana; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p03

Abstract

Abstrak Salah satu satuan ukuran getaran, gelombang listrik, atau getaran yang dihasilkan per detik ialah frekuensi. Elemen mesin yang memindahkan tenaga dari satu poros ke poros lainnya melalui sabuk yang disebut katrol dapat menimbulkan getaran. Pulley meneruskan gerak dan mengubah arah putaran searah dengan gaya yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu modifikasi rasio pulley untuk memperoleh frekuensi yang lebih rendah dan untuk memperoleh nilai frekuensi pada maing-masing kombinasi diameter pulley pada alat meja getar. Sebelum dimodifikasi alat ini menggunakan 2 pulley dan menghasilkan getaran yang besar sehingga membuat produk pertanian memar di bagian kulit, lalu dimodifikasi dengan menambahkan 2 pulley untuk menurunkan nilai frekuensinya. Parameter yang diamati yaitu memperhitungkan kecepatan keliling pada masing-masing pulley, memperhitungkan jumlah putaran belt, pengaturan kecepatan dari pulley ke pulley. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh frekuensi yang lebih rendah dengan menggunakan 4 kombinasi diameter pulley, dimana pulley A berukuran 5cm dengan putaran 1496 rpm, pulley B berukuran 20cm dengan putaran 374 rpm, pulley C berukuran 7cm dengan putaran 374 rpm, pulley D berukuran 30cm dengan putaran 87,27 rpm. Nilai frekuensi yang dihasilkan oleh 4 pulley yaitu 0,105 Hz lebih rendah dibandingkan dengan 2 pulley yaitu 3 Hz, pengujian ini dilakukan dengan box kayu yang diisi produk pertanian yaitu kentang bibit yang dijalankan selama 120 menit. Hasilnya, kentang bibit hanya mengalami pergeseran ke kanan dan kiri dan ada pula yang terbalik tetapi tidak mengalami kerusakan fisik. Abstract Frequency is the number of vibrations that occur in one second or the number of electrical waves or vibrations produced every second. Vibrations can be produced by machine elements whose function is to transmit power from a shaft to another using a belt called a pulley. The pulley works in the direction of the applied force, sending motion and changing the direction of rotation. The aim of this research is to modify the pulley ratio to obtain a lower frequency and to obtain frequency values ??for each combination of pulley diameters on the vibrating table tool. Before being modified, this tool used 2 pulleys and produced large vibrations that caused agricultural products to bruise the skin. Then it was modified by adding 2 pulleys to lower the frequency value. The parameters observed are calculating the circumferential speed on each pulley, calculating the number of belt revolutions, setting the speed from pulley to pulley. The research results show that a lower frequency is obtained by using 4 combinations of pulley diameters, where pulley A measures 5cm with a rotation of 1496 rpm, pulley B measures 20cm with a rotation of 374 rpm, pulley C measures 7cm with a rotation of 374 rpm, pulley D measures 30cm with a rotation 87.27 rpm. The frequency value produced by 4 pulleys, namely 0.105 Hz, is lower than with 2 pulleys, namely 3 Hz. This test was carried out with a wooden box filled with agricultural products, namely seed potatoes, which was run for 120 minutes. As a result, the seed potatoes only experienced shifts to the right and left and some were tipped over but did not experience physical damage.
Analisis Prioritas Sarana Pacapanen Kopi Robusta (Coffea Canephora) untuk Menurunkan Susut Kuantitas dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Maharani, Ni Putu Dewi Pradnya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Wirawan, I Putu Surya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p20

Abstract

Kopi merupakan hasil perkebunan yang menjadi andalan sebagai sumber devisa negara. Kopi robusta menjadi basis produksi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Bali. Di Bali yang menjadi produksi kopi robusta terbanyak berada di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Namun, dengan banyaknya jumlah produksi yang terbilang cukup tinggi kopi robusta di Kecamatan Pupuan masih banyak diolah menggunakan peralatan tradisional. Peralatan tradisioanal ini masih dipertahankan karena nilai investasi sarana pascapanen cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria dan subkriteria yang sesuai dalam menentukan prioritas sarana pascapanen kopi robusta, serta mengetahui prioritas sarana pascapanen kopi robusta yang dapat menekan susut kuantitas. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam memberikan sarana pascapanen kopi robusta yang tepat kepada petani, sehingga dapat menurunkan susut kuatitas dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai metode penentuan responden potensial yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasil analisis ini didapatkan Huller sebagai sarana yang prioritas dalam penanganan pascapanen kopi robusta dan dapat menurunkan susut kuantitas. Abstract Coffee is a plantation product that is a mainstay as a source of foreign exchange for the country. Robusta coffee is a production base in several regions in Indonesia, one of which is located in Bali. In Bali, the largest Robusta coffee production is in Pupuan District, Tabanan Regency. However, with the large amount of production which is quite high, Robusta coffee in Pupuan District is still mostly processed using traditional equipment. This traditional equipment is still maintained because the investment value of post-harvest facilities is quite high. This study aims to determine the appropriate criteria and sub-criteria in determining the priority of robusta coffee postharvest facilities, and to determine the priority of robusta coffee postharvest facilities that can reduce quantity losses. It is hoped that this research will be useful to provide input to the government in providing appropriate post-harvest facilities for robusta coffee to farmers, so as to reduce the loss of quantity and increase farmers' income. This study uses purposive sampling method as a method of determining potential respondents which is then analyzed using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. From the results of this analysis, it was found that Huller was an priority tool in postharvest handling of robusta coffee and could reduce quantity loss.
Pengaruh Waktu Kontak dan Jenis Arang Aktif terhadap Karakteristik Buah Alpukat Mentega Selama Penyimpanan Ornella, Angel Citra; Yulianti, Ni Luh; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p18

Abstract

Arang aktif merupakan suatu padatan yang mengandung karbon berpori mikro yang dapat digunakan sebagai adsorben dan efektif menyerap senyawa KMnO4. Proses adsorpsi tersebut dipengaruhi oleh waktu kontak antara arang aktif dengan KMnO4 yang bertindak sebagai oksidator kuat untuk memecah ikatan rangkap etilen yang dihasilkan secara alami oleh buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta kombinasi terbaik dari interaksi jenis arang aktif dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) terhadap karakteristik buah alpukat mentega selama 10 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah waktu kontak yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Faktor kedua adalah jenis arang aktif yang terdiri dari 2 taraf yaitu arang aktif tempurung kelapa dan bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang aktif dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) menghasilkan adsorben yang berpengaruh nyata terhadap umur simpan dan karakteristik buah alpukat mentega hal ini dibuktikan dengan interaksi perlakuan berpengaruh signifikan terhadap parameter yang diuji yaitu susut bobot, tekstur, total padatan terlarut, nilai pH, dan umur simpan buah. Interaksi terbaik diperoleh pada perlakuan arang aktif tempurung kelapa dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) selama 20 menit (P2A1) yang menghasilkan nilai susut bobot terendah sebesar 1,39%, nilai tekstur tertinggi sebesar 88,2223 N, total padatan terlarut terendah sebesar 6,7967°Brix, nilai pH tertinggi sebesar 6,97 dan menghasilkan buah alpukat mentega dengan karakteristik buah alpukat terbaik selama penyimpanan. Abstract Activated charcoal is a solid containing micro-porous carbon which can be used as an adsorbent and effectively adsorbs KMnO4 compounds. The adsorption process is affected by the contact time between the activated charcoal and KMnO4 which acts as a strong oxidizing agent to break down the ethylene which is produced naturally by the fruit. This study aims to determine the effect and the best combination of interactions between activated charcoal types and contact time with potassium permanganate (KMnO4) on the characteristics of avocado butter during 10 days of storage. This study used a two-factor randomized block design (RBD). The first factor is the contact time which consists of 3 levels, namely 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes. The second factor is the type of activated charcoal which consists of 2 levels, namely activated charcoal coconut shell and bamboo. The results showed that the administration of activated charcoal and contact time with potassium permanganate (KMnO4) produced an adsorbent which had a significant effect on the shelf life and characteristics of avocado butter. This was evidenced by drug interactions which had a significant effect on the tested parameters, namely weight loss, texture, total solids dissolved, pH value, and fruit shelf life. The best interaction was obtained from coconut shell activated charcoal treatment and contact time with potassium permanganate (KMnO4) for 20 minutes (P2A1) which resulted in the lowest weight loss value of 1,39%, the highest texture value of 88,2223 N, the lowest total dissolved solids of 6,7967°Brix, the highest pH value was 6,97 and produced butter avocado with the best characteristics of avocado during storage.